<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241</id><updated>2011-10-21T03:20:11.600-07:00</updated><title type='text'>Iin Yumiyanti</title><subtitle type='html'>karena hidup itu indah, aku menangis sepuas-puasnya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-3257995630439386321</id><published>2010-05-31T00:14:00.000-07:00</published><updated>2010-05-31T00:18:16.538-07:00</updated><title type='text'>The Ghost Writer: Pembunuhan, Konspirasi &amp; Memoar Eks PM</title><content type='html'>Roman Polanski bagai mutiara dalam dunia film. Nyaris tidak ada film biasa-biasa saja yang dilahirkannya. Sebut saja 'Rosemary Baby', 'China Town', dan tentu saja, 'The Pianist' yang telah menjadi film klasik yang selalu dikenang. Kini Polanski kembali dengan 'The Ghost Writer'. Sekali lagi veteran Polandia ini menciptakan karya yang brilian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 'The Ghost Writer', Polanski merajut kisah seorang mantan perdana menteri (PM) yang gamang, seorang istri cantik yang penuh ambisi politik, dan seorang penulis kondang yang rela menanggalkan namanya demi uang. Polanski meramu kisah ini menjadi triller politik yang dipenuhi bumbu konspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah malam yang basah, Adam Lang (Pierce Brosnan), mantan perdana menteri Inggris meyibak alasannya masuk dunia politik. 'Sang Mantan' memberi alasan yang romantis, ia terjun ke dunia politik gara-gara cinta. Ia jatuh cinta pada aktivis politik yang cantik, Ruth Lang (Olivia Williams), yang mengetuk pintu rumahnya untuk membagikan selebaran politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mike (Ewan McGregor), yang mendengarkan kisah 'Sang Mantan' itu sebenarnya adalah seorang penulis yang tidak berminat pada masalah-masalah politik. Tapi celakanya, ia disewa untuk menyelesaikan memoar Adam Lang yang penulisannya terhenti setelah McAra, pembantu sekaligus ghost writer memoar mantan PM Inggris itu tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis memoar mantan PM, bagi Mike, sepertinya akan menjadi hal sederhana saja. Di benak 'Ghost Writer' ini, penulisan memoar berarti sekadar bagaimana menulis dan menyusun kata, kalimat dan alinea yang menarik dibaca, inspiratif, dan pada akhirnya disukai dan laris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata yang terjadi tidak sesederhana itu. Begitu sang penulis bayangan itu tinggal di pulau tempat persembunyian Adam Lang, pulau Martha, di kawasan pantai timur Amerika Serikat, dengan segera ia mencium banyak rahasia, kejanggalan, juga kebohongan, dan misteri. Mike pun terjebak pada upaya melakukan serangkaian investigasi yang membahayakan jiwanya dan juga skandal seks dengan istri mantan PM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah konspirasi, bila dibesut  sutradara kurang piawai, biasanya menjadi kisah yang klise, dan tidak sedikit yang membodohi. Namun, di tangan Polanski, 'The Ghost Writer', akan sangat mencekam seperti banyak karya sang maestro lainnya. Film ini tidak hanya mendedahkan ketegangan, tapi juga mendesirkan pada kita sebuah renungan tentang potret manusia yang rapuh, dan penuh paradoks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'The Ghost Writer' mengantarkan Polanski meraih Silver Bear, sebagai sutradara terbaik dalam Festival Film Berlin baru-baru ini. Dengan prestasi itu, rasanya film ini juga tinggal menunggu waktu, untuk dicatat sebagai salah satu film thriller poltik terbaik, yang pernah dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini diangkat dari novel laris Robert Harris, seorang kolomnis politik Inggris yang mendukung Tony Blair. Begitu Blair mendukung perang Irak, Robert Harris mengundurkan diri sebagai pendukung Blair dan melahirkan novel 'The Ghost'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Adam Lang dalam The Ghost seperti personifikasi Blair. Di hari-hari pensiunnya Blair memang  terus-menerus menjadi  target dan kejaran wartawan, aktivis perdamaian, keluarga korban perang, dan bahkan pengadilan internasional  kejahatan perang. Itu semua akibat kebijakan-kebijakannya semasa memerintah, yang sangat membebek pada Amerika, dalam perang melawan terorisme,  perang Irak, dan perang Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'The Ghost Writer' mengungkap rahasia mengapa Adam Lang (Blair?) seorang politisi yang begitu  karismatik dan pintar, selama menjadi PM Inggris, bisa begitu patuh kepada Gedung Putih, seperti kepatuhan anjing pudel pada tuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pierce Brosnan mampu memerankan tokoh Adam Lang, yang karismatis tapi tragis, dengan lentur dan penjiwaan yang kompleks. Secara mengejutkan, Brosnan mampu menampilkan sosok Adam Lang yang rapuh didera perasaan post power syndrome, stress, namun (berkepribadian) hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat, aktingnya yang  bersinar ini, Brosnan seakan hendak menggiring benak penonton, untuk menyelami  kesepian, kehampaan, sekaligus kemarahan  Adam Lang, sosok yang semasa berkuasa pun tidak pernah bisa menjadi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok ini, yang dalam sudut  berbeda, mudah mengingatkan kita pada karakter-karakter tragis pada film-film karya maestro thriller Alfred Hitchook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang dibuka dengan suasana tegang di sebuah pelabuhan ini, sayangnya ditutup dengan ending dramatis yang terasa bergaya Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, bagi penonton Indonesia, selain nama negeri ini disebut, film ini memberi harapan, secanggih apapun penguasa membuat konspirasi , pada akhirnya kebenaran akan menemukan jalannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;detikcom, Jumat, 09/04/2010 15:01 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-3257995630439386321?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/3257995630439386321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=3257995630439386321' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/3257995630439386321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/3257995630439386321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2010/05/blog-post.html' title='The Ghost Writer: Pembunuhan, Konspirasi &amp; Memoar Eks PM'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-8143763713335378064</id><published>2010-05-18T22:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T22:46:34.778-07:00</updated><title type='text'>Robin Hood: Tafsir Jantan Sang Pahlawan Flamboyan</title><content type='html'>Apa lagi yang bisa diceritakan dari kisah Robin Hood yang sudah difilmkan berulang-ulang? Untuk tidak jatuh menjadi klise, mungkin tidak banyak lagi yang bisa dikisahkan. Tapi kisah legenda selalu memiliki penggemar setia. Dan, tafsir baru terhadap sebuah legenda, bahkan yang telah ditafsir dan dituturkan berulang-ulang, akan selalu menantang untuk disimak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Ridley Scott, yang terkenal pintar menafsir kisah-kisah epik sejarah dengan tafsir kontemporer (Kingdom of Heaven, Gladiator, Duelist), tanpa ragu memfilmkan kembali sang legenda.  Di tangan Scott, Robin Hood  yang selama ini terkesan sebagai kisah dongeng remaja dan anak-anak,  tampil dengan tafsir baru, yang lebih segar, hidup dan menyejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kompromi, Scott menafsir ulang karakter Robin Hood secara modern.  Sang perampok budiman itu dihidupkan kembali dengan karakter yang lebih jantan, lugas dan membumi. Ia bukan seorang bangsawan bercelana hijau ketat, dengan panah selalu di punggung, dan gerak tubuh seorang jagoan flamboyan. Ia hanya  Robin Longstride,  seorang prajurit rendahan ahli memanah,  yang belakangan mengetahui dirinya anak seorang tukang batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah,  pada awal abad 12,  tepatnya tahun 1199,  kondisi kerajaan Inggris sedang  serba semrawut.  Kerajaan itu terancam bangkrut, akibat  terkurasnya harta kekayaan kerajaan untuk membiayai  petualangan perang raja Richard sang Lion Heart,  dalam perang salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malangnya, dalam perjalanan pulang dari Yerusalem, Richard tewas, saat memimpin upaya penakhlukan sebuah kastil kerajaan Perancis. Kondisi caos akibat tewasnya raja Richard ini, dimanfaatkan Robin yang tengah dihukum karena kasus "ketidaksopanan" terhadap sang raja, untuk desersi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelarian, tanpa sengaja Robin berhasil menggagalkan upaya perampasan mahkota Raja Richard, oleh Sir Godfrey, oknum pejabat kerajaan Inggris, yang berkhianat, dan bersekutu diam-diam dengan Raja Phillip dari Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden ini kemudian menuntun Robin menuju Nottingham,  dan menemukan sejarah hidup serta  takdirnya sebagai seorang legenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanpa Embel-embel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film 'Robin Hood',  tanpa embel-embel judul apapun ini, memang seperti sebuah prekuel dari berbagai kisah legenda Robin Hood, yang selama ini sering dikisahkan.  Kisah film ini, bertutur tentang perjuangan dan sepak-terjang Robin Longstride, hingga akhirnya dia menjadi buronan kerajaan, dan masuk hutan sherwood menjadi penjahat budiman yang dikagumi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah dan penokohan dalam film, yang skenarionya ditulis Brian Helgeland ini, mengalami perubahan signifikan.  Robin jadi rakyat biasa. Raja Richard, yang pada banyak kisah Robin Hood sebelumnya,  digambarkan hidup dan pulang untuk merebut kembali tahta kerajaan Inggris, sudah dimatikan sang sutradara di awal cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hei Lady Marion (diperankan dengn bersinar oleh Cate Blancett), kekasih pahlawan kita itu diberi tafsir feminis. Di film ini, Marion bukan lagi  Maid Marion, seorang putri cantik, yang tidak&lt;br /&gt;berdaya menungggu dibebaskan sang pangeran.  Melainkan seorang perempuan penuh warna,  yang cerdas dan tidak takut bertempur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyenangkan melihat chemistry antara Russel Crowe dan Cate Blanchett sebagai pasangan kisah legenda itu. Tak ada soundtrack sejenis 'Everything I Do I  Do It For You' yang membuat kelepek-kelepek para perempuab tahun 1990-an. Tapi romantisme Robin-Marion, mampu dihadirkan dua peraih Oscar asal Australia tersebut dengan sangat natural, namun menggemaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada cacat kecil yang bisa mengganggu kenikmatan menonton film ini, mungkin adalah imej dan tampilan fisik Russel Crowe,  yang  dengan segera akan mengingatkan kita pada karakter Maximus,  yang dimainkannya dalam film 'Gladiator'.  Meski sebagai Robin Hood, Crowe tidak bermain buruk,  namun terasa sekali tidak ada usaha radikal untuk, misalnya,  mengubah tampilan fisik Russell. Namun, cacat kecil tidak ada artinya,  dibanding kegemilangan duet Scott-Russell menafsir kisah klasik ini, menjadi kisah sejarah kontemporer yang cerdas, dan kontekstual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orasi Robin Longstride, di tugu Magna Carta ---sesaat sebelum bangsawan dan rakyat Inggris  bersatu melawan Perancis--- untuk mendesak Raja John mengakui kedaulatan warganya,  sebelum ia menuntut kesetiaan rakyatnya, adalah pesan penuh amarah yang hingga kini masih sering kita dengar, di berbagai pojok dunia yang penuh penderitaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;detikhot, Rabu, 19/05/2010 10:07 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-8143763713335378064?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/8143763713335378064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=8143763713335378064' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/8143763713335378064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/8143763713335378064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2010/05/robin-hood-tafsir-jantan-sang-pahlawan.html' title='Robin Hood: Tafsir Jantan Sang Pahlawan Flamboyan'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-5147983394403242903</id><published>2010-05-14T09:26:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T09:34:00.440-07:00</updated><title type='text'>Bumi dan Rembulan</title><content type='html'>Bumi tahu pada suatu hari nanti, ia pasti akan berjumpa rembulan lagi. Ia akan selalu tabah menanti. Tidak akan pernah menyerah. Dan tidak akan mau dipaksa kalah. Bumi akan terus berdiri, menanti, sampai tiba saatnya pada suatu  hari nanti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-5147983394403242903?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/5147983394403242903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=5147983394403242903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5147983394403242903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5147983394403242903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2010/05/bumi-dan-rembulan.html' title='Bumi dan Rembulan'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-2790256005319104494</id><published>2009-07-30T05:00:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T05:02:33.975-07:00</updated><title type='text'>Yok Bikin Lead Yang Asyik</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa itu Lead? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lead=kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lead lebih bervariasi, Jangan Monoton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih provokatif&lt;br /&gt;Lebih lembut, jangan terlalu keras dan langsung&lt;br /&gt;Tidak mengulang informasi sebelumnya&lt;br /&gt;Sedikit bermain-main, tapi yang kreatif, bukan berlebihan atau kurang ajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tentu tidak semua berita bisa dibuat main-main. misalnya kasus bom meledak , pesawat jatuh dll (berita pertama) tentu lebih baik berita keras dan langsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lead Yang Asyik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/07/30/164506/1174572/10/wanita-shopaholic-ditemukan-meninggal-di-bawah-gunungan-baju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana Joan Cunnane adalah seorang shopaholic. Koleksi belanjaannya yang banyaknya hingga setinggi atap baru ketahuan setelah dia meninggal dunia secara wajar, di bawah gunungan pakaian dan barang-barang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/07/30/114540/1174245/10/noordin-m-top-padukan-seleb-hipnotis-ideologi-agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat Noordin M Top begitu dipuja pengikutnya? Mengapa para pengikutnya begitu setia melindungi gembong teroris buronan nomor satu ini sehingga selalu lolos dari sergapan polisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/07/30/120902/1174280/10/hilang-13-jam-dua-anak-ditemukan-selamat-di-kotak-sampah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahagianya wanita ini. Dua buah hatinya yang sempat hilang telah ditemukan. Kedua anaknya ditemukan di dalam kotak sampah besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lead Yang kurang Sip&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/07/30/110521/1174198/10/mantan-ji-abu-rusdan-nikahi-wanita-wanita-bukan-bagian-pengkaderan-noordin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buronan nomor satu di Indonesia, Noordin M Top, selalu mampu merekrut orang-orang baru untuk melancarkan aksi terorisme. Namun perekrutan orang-orang baru tersebut dilakukan Noordin tidak dengan cara pengkaderan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/07/30/003152/1173991/10/diingatkan-untuk-tidak-merokok-pria-tembak-mati-pegawai-restoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diingatkan untuk Tidak Merokok, Pria Tembak Mati Pegawai Restoran&lt;br /&gt;Anwar Khumaini - detikNews&lt;br /&gt;Turki - Seorang perokok menembak mati pria serta melukai salah seorang lainnya setelah dilarang merokok di sebuah restoran di Turki. Usai menembak, pria yang belum diketahui identitasnya tersebut langsung kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria main tembak membabi buta. Gara-garanya hanya diingatkan untuk tidak merokok. bla...bla..bla....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-2790256005319104494?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/2790256005319104494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=2790256005319104494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2790256005319104494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2790256005319104494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2009/07/yok-bikin-lead-yang-asyik.html' title='Yok Bikin Lead Yang Asyik'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-8737864514176053577</id><published>2008-08-24T08:33:00.000-07:00</published><updated>2008-08-24T08:36:09.374-07:00</updated><title type='text'>Pada Suatu Pagi Hari</title><content type='html'>Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan taka ada orang bertanya kenapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin mambakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi Sapardi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-8737864514176053577?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/8737864514176053577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=8737864514176053577' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/8737864514176053577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/8737864514176053577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/08/pada-suatu-pagi-hari.html' title='Pada Suatu Pagi Hari'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-836000144509742259</id><published>2008-08-07T21:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T23:53:29.167-07:00</updated><title type='text'>Persoalan 3 Presiden (Jangan Serius)</title><content type='html'>Ketika Tuhan memanggil para presiden dari tiga negara, AS, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218171196_0"&gt;Cina&lt;/span&gt;, dan  Indonesia untuk dimarahi. Dari Amerika muncul George Bush. Dari Cina datang Presiden Hu Jintao. Dari Indonesia diutus &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218171196_1" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed"&gt;Jusuf Kalla&lt;/span&gt;. SBY nggak berani soalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah habis-habisan mencela tindakan pemimpin dunia ini, Tuhan menyampaikan bahwa Ia sudah muak dan memutuskan dalam tiga hari dunia akan kiamat. Tiga pemimpin ini disuruh kembali ke negaranya untuk menyampaikan keputusan Tuhan kepada rakyat mereka masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga pemimpin pulang ke negara masing-masing sambil putar otak, bagaimana menyampaikan kabar buruk ini kepada rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan Kongres Amerika dan disiarkan langsung di TV, presiden Bush mencoba, "Congressmen, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu ya. Tuhan itu benar-benar ada, seperti yang kita yakini. Kabar buruk: Tuhan akan memusnahkan dunia ini dalam tiga hari".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya payah, terjadi kerusuhan dan penjarahan di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan Kongres Partai Komunis Cina, Hu Jintao memodifikasi taktik Bush, "Kamerad, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu ya. Ternyata Marx, Stalin, Ketua Mao dan para pendahulu kita  salah, Tuhan itu benar-benar ada. Kabar buruk: Tiga hari lagi Tuhan&lt;br /&gt;akan mengkiamatkan dunia ini.".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya lumayan, orang-orang Cina lari, heboh dan menangis ketakutan dan membanjiri tempat ibadah, mau bertobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling sukses Jusuf Kalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan sidang paripurna DPR yang disiarkan langsung, ia tersenyum sumringah. "Saudara sebangsa dan setanah air, saya membawa dua kabar baik. Kabar baik pertama: Sila pertama Pancasila kita sudah benar, Tuhan itu benar-benar ada. Kabar baik kedua: dalam tiga hari semua  masalah energi, pangan, kemiskinan, terorisme, dan penderitaan di Indonesia akan segera berakhir!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses besar, seluruh rakyat larut dalam pesta dangdutan dan pawai di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:posting seorang teman di milis mediacare&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-836000144509742259?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/836000144509742259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=836000144509742259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/836000144509742259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/836000144509742259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/08/persoalan-3-presiden-jangan-serius.html' title='Persoalan 3 Presiden (Jangan Serius)'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-5023200780270429309</id><published>2008-08-01T01:10:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T23:01:21.941-08:00</updated><title type='text'>Ayu Utami: RI dalam Hal Apapun Medioker</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SJLFMlGN01I/AAAAAAAAACs/p-FIqpF_y8Q/s1600-h/ayu2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SJLFMlGN01I/AAAAAAAAACs/p-FIqpF_y8Q/s320/ayu2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229458937237853010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di dunia internasional, sastra Indonesia kurang begitu diakui. Pernah sempat satu kali muncul nama sastrawan Pramudya Ananta Toer dalam nominasi penerima Nobel sastra. Tapi akhirnya Pram pun tersingkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Dewan Kesenian Jakarta Ayu Utami membenarkan kondisi memprihatinkan sastra Indonesia tersebut. Ia mengakui dari segi kualitas, sastra Indonesia memang masih rendah. Bahkan tidak hanya sastra, dalam segala hal bangsa ini memang masih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semuanya di negeri kita memang masih rendah dibandingkan dunia. Ini harus diakui sajalah dengan legawa," kata si penulis novel Saman yang fenomenal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela jumpa pengarang di Istora, Senayan, Jakarta belum lama ini, Ayu Utami membeberkan pandangannya tentang sastra Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menjawab semua tudingan miring terhadap dirinya. Ia tidak peduli dengan semua tudingan miring tersebut. Lalu seperti apa Ayu mendefinisikan dirinya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sastrawan yang gigih. Hahahaha," kata Ayu setelah terdiam cukup lama. Berikut wawancara Iin Yumiyanti dari detikcom dengan Ayu Utami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bila membandingkan karya sastra Indonesia dengan sastra dunia, bagaimana penilaian anda?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak usah memberi ukuran sastra Indonesia dengan sastra dunia. Karena persoalan Indonesia itu beda dengan persoalan internasional. Harus diketahui, Nobel bukan soal mutu. Tapi juga soal persaingan identitas. Nobel bagaimanapun ada urusan politik, ia akan memberi perhartian pada apa yang sedang jadi perhatian politik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus misalnya kenapa sastra kita tidak laku di Amerika? Kalau di Amerika Serikat dan Inggris, sastra Indonesia kurang bunyi karena kita tidak ada hubungan dengan mereka. Tapi kalau di Belanda, karya sastra kita cukup mendapat tempat, itu karena Belanda mempunyai pertalian dengan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tapi kalau secara obyektif, karya yang mendapatkan Nobel dibandingkan karya sastra kita kan memang jauh kualitasnya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju. Memang seperti itu. Indonesia dalam hal apapun memang medioker. Jadi kita tidak bisa menuntut sastra kita bisa tinggi. Wong di bidang lain juga rendah kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya di negeri kita memang masih rendah dibandingkan dunia. Ini harus diakui sajalah dengan legawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagimana anda menyikapi kontroversi yang menerpa anda? Misalnya masih ada anggapan bahwa Saman itu bukan karya anda?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saman bukan karya saya? Setelah 10 tahun saya berkarya dan melahirkan karya-karya lainnya, kalau masih muncul anggapan seperti itu ya saya nggak bisa menjawab. Ya sudah mau diapain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak harus bertanggung jawab pada tuduhan orang. Yang menuduh mereka, yang harus bertanggung jawab mereka, bukan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dengan sebutan yang diberikan Taufik Ismail bahwa anda sebagai pelopor angkatan Fiksi Alat Kelamin (FAK)? Ada juga yang menyebut anda sebagai pelopor sastra lendir?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal pelopor sastra lendir? Ya gimana ya, persoalannya mereka hanya melihat lendir, ada yang lain selain lendir, di karya saya banyak kok yang kering-kering. Kenapa meliriknya yang lendir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, seks itu harus dibicarakan terutama oleh perempuan. Karena perempuan itu secara seksualitas itu sudah rentan, bisa hamil karena diperkosa. Sudah rentan begitu masih ditambah represi dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tadi banyak yang meminta tanda tangan anda adalah perempuan berkerudung. Apa anda surprise?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk novel, saya tidak begitu surprise. Dulu sih pas buku Parasit Lajang, saya surprise ketika tahu banyak perempuan berjilbab yang menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lalu seperti apa anda melihat diri anda sendiri?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihatnya terbalik,  karena saya melihatnya dari cermin. Saya kan nggak bisa melihatnya secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang terlihat dari cermin?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadi di luar kontroversi itu, seperti apa anda mendefinisikan diri anda sendiri sebagai sastrawan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm. Saya sastrawan yang gigih. Hahahaha. Saya itu sastrawan yang gigih. Bayangkan, untuk menulis novel ini (Bilangan Fu), saya habis-habisan. Saya ikut Sekolah Panjat Tebing. Saya latihan sampai luka-luka. Saya juga menelusuri goa-goa di Kebumen, Citatar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan upaya saya yang keras ini, belum tentu saya berhasil. Jadi saya satrawan yang gigih, pantang mundur. Saya akan mengeluarkan energi banyak sekali meskipun saya belum tentu akan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik tertentu saya merasa ini tidak akan bisa diteruskan. Kalau gagal ya sudah. Yang penting kita telah bersikap sportif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun kalah, ya nggak apa-apa. Kita senang karena telah berusaha sampai titik yang penghabisan. Kita senang karena dikalahkan orang lain yang lebih baik dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap sportif ini semestinya juga diterapkan dalam hal beragama dan berpolitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang paling mengerikan bagi seorang penulis katanya adalah gagal menulis, menurut anda?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak takut kegagalan termasuk gagal menulis. Saya akan melihatnya sebagai sesuatu yang alami. Saya tidak takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang anda takutkan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya takut kehilangan orang yang saya kasihi karena mati. Kalau harus kehilangan karena berpaling pada orang lain atau menyeleweng, saya tidak takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kelemahan saya, melihat orang yang kita cintai mati. Kalau kematian saya sendiri, saya tidak takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketakutan itu untuk diakui dan diatasi. Bukan untuk dihindari. Itu moto saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biodata:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lengkap: Justina Ayu Utami&lt;br /&gt;Lahir: Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968&lt;br /&gt;Pendidikan: S-1 Sastra Rusia Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang ditulis:&lt;br /&gt;Saman (memenangkan Sayembara Mengarang Dewan Kesenian Jakarta 1998)&lt;br /&gt;Larung&lt;br /&gt;Parasit Lajang&lt;br /&gt;Sidang Susila&lt;br /&gt;Bilangan Fu&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keterangan foto: &lt;/strong&gt;Ayu Utami berfoto memberikan tandatangan untuk penggemarnya. (Iin Y/detikcom)&lt;/em&gt;&lt;b&gt;(iy/nrl)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-5023200780270429309?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/5023200780270429309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=5023200780270429309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5023200780270429309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5023200780270429309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/08/ayu-utami-ri-dalam-hal-apapun-medioker.html' title='Ayu Utami: RI dalam Hal Apapun Medioker'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SJLFMlGN01I/AAAAAAAAACs/p-FIqpF_y8Q/s72-c/ayu2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-3256386778450270868</id><published>2008-08-01T00:30:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T23:01:22.131-08:00</updated><title type='text'>Ayu Utami: Taufik Ismail Seperti PKI Saja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SJLESDMRA1I/AAAAAAAAACk/ZKEncfvtH8c/s1600-h/ayu3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SJLESDMRA1I/AAAAAAAAACk/ZKEncfvtH8c/s320/ayu3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229457931704009554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Penyair Taufik Ismail belum lama ini kembali menegaskan keresahannya akan Gerakan Syahwat Merdeka. Gerakan ini salah satunya muncul lewat sastra. Mereka yang masuk dalam barisan yang dituding Taufik adalah para penulis fiksi yang suka mencabul-cabulkan karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya yang kena tuding adalah Ayu Utami, si pemenang Sayembara Roman Dewan Kesenian Jakarta 1998 lewat novel fenomenal 'Saman'. Taufik menyebut si Parasit Lajang ini sebagai pelopor angkatan sastra Fraksi Alat Kelamin (FAK). Itu gara-gara novel 'Saman' yang ditulis Ayu yang menabrak tabu seks menjadi trend dan banyak diikuti penulis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pandangan Ayu atas tudingan yang dilontarkan Taufik Ismail? Di sela-sela memenuhi permintaan penggemar untuk menandatangani novel 'Bilangan Fu' dan foto bersama, Ayu menjawab semua tudingan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan kelahiran Bogor itu mengaku surprise, karena meskipun ia dituding sebagai pelopor angkatan sastra Fraksi Alat Kelamin, ternyata sejumlah penggemarnya yang datang adalah dari kalangan perempuan berkerudung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut wawancara Ayu Utami dengan Iin Yumiyanti dari &lt;strong&gt;detikcom&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Apa pandangan anda terhadap sastra Indonesia kini? Taufik Ismail belum lama ini kembali menegaskan munculnya Gerakan Syahwat Merdeka. Apa pendapat anda?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Pak Taufik Ismail itu kurang baik karena ia suka memberi stigma. Itu sama seperti orang-orang PKI saja. Cara-cara seperti itu kurang sehat. Menurut saya itu terjadi karena pemikiran Pak Taufik terlalu sederhana, picik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa Pak Taufik seperti ini, seumpama melihat perempuan, dia kan punya mata, tangan, kaki, tapi Pak Taufik melihatnya kok hanya dari alat kelaminnya saja. Mengapa yang dia pikir hanya itu? Fokus dia hanya melihat pada syahwat dan kelamin. Saya pikir ada masalah dengan fokus Pak Taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, kita boleh saja tidak setuju dengan sesuatu, tapi tidak boleh dengan memberikan stigma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tapi kalau diamati, setelah novel Saman yang anda buat, di dunia sastra memang seperti kebanjiran tema yang mengangkat masalah seks secara berani dan kebanyakan ini dilakukan para penulis perempuan. Tanggapan anda? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang soal sastra, atau baiklah soal novel. Kalau kita lihat setelah Saman atau tepatnya setelah reformasi, tiba-tiba novel atau fiksi yang mengangkat masalah seks meningkat. Ini kita harus melihatnya secara menyeluruh dan rileks. Jangan dilihat hanya sepotong-sepotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diketahui masa itu kita baru saja mendobrak zaman yang represif. Situasi chaos dan terjadi euforia kebebasan setelah rezim Orba yang represif tumbang. Pada masa itu memang terjadi euforia kebebasan, termasuk masalah seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Euforia seks tidak hanya dilakukan sastrawan perempuan, ada juga laki-laki, Moammar Emka yang membuat Jakarta Undercover, itu kan laris luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang, setelah 10 tahun, pendulum beralih lagi. Sekarang pendulumnya pada agama. Setelah masa chaos, orang rindu pada hal-hal yang berbau spiritual, maka novel seperti Ayat Ayat Cinta pun laris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apapun sebenarnya bisa jadi pasar bagi industri, penerbit juga film. Seks bisa jadi pasar, agama juga bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadi menurut anda tidak ada Gerakan Syahwat Merdeka dalam sastra?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak setuju dengan tudingan soal Gerakan Syahwat Merdeka. Yang dituduh itu kan salah satunya saya. Itu pandangan yang picik. Ada banyak hal dalam tulisan-tulisan saya, mengapa yang dilihat kok hanya seksnya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya kalau ada syahwat merdeka, lawannya apa sih? Syahwat terikat? Itu sadomasokis namanya. Kalau mau menyalurkan syahwat harus diikat-ikat dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menurut anda, sebaiknya bagaimana memandang seks?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks harus diakui sebagai bagian dari kekuatan manusia. Maka harus diregulasi dengan baik. Diberi tempat aman, diberi ruang untuk berfantasi. Silakan mau syahwat merdeka, syahwat terikat, tapi jangan memberi gembok pada tukang pijat. Silakan saja liar dalam berfantasi, tapi dalam bertindak tetap dibatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebetulnya mengajak orang untuk terbuka. Jangan membuat peraturan karena ketakutan. Kita takut begini lantas kita larang. Di negeri yang banyak VCD porno tidak semua terjadi perkosaan. Tidak ada relevansi antara pornografi dengan perkosaan. Kita ambil contoh di Jepang. Di sana, di restoran yang juga dikunjungi anak-anak , banyak disediakan komik yang isinya mengerikan sekali, seksnya kasar. Tapi di sana, jumlah perkosaan tidak tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat perkosaan tinggi, justru di mana perempuan sebagai individu tidak dihargai, dimana perempuan dianggap sebagai obyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira banyak kok laki-laki beradab yang merasa gengsi untuk memerkosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulannya sastra masih aman-aman saja dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu takut dengan seks. Aku heran, kenapa sih takut pada seks? Kalau mau tahu, data IKAPI justru memperlihatkan buku yang laku itu adalah buku pendidikan dan buku agama. Jadi tidak usah takut atau takut berlebih-lebihan pada seks. Nanti malah jadi neurotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biodata:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lengkap: Justina Ayu Utami&lt;br /&gt;Lahir: Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968&lt;br /&gt;Pendidikan: S-1 Sastra Rusia Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang ditulis:&lt;br /&gt;Saman (memenangkan Sayembara Mengarang Dewan Kesenian Jakarta 1998)&lt;br /&gt;Larung&lt;br /&gt;Parasit Lajang&lt;br /&gt;Sidang Susila&lt;br /&gt;Bilangan Fu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keterangan foto:&lt;/strong&gt; Ayu Utami berfoto bersama penggemar-penggemar ciliknya. (Iin Y/detikcom)&lt;/em&gt;&lt;b&gt;(iy/nrl)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-3256386778450270868?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/3256386778450270868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=3256386778450270868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/3256386778450270868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/3256386778450270868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/08/ayu-utami-taufik-ismail-seperti-pki.html' title='Ayu Utami: Taufik Ismail Seperti PKI Saja'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SJLESDMRA1I/AAAAAAAAACk/ZKEncfvtH8c/s72-c/ayu3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-5402862408023747540</id><published>2008-07-31T23:38:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T23:01:22.363-08:00</updated><title type='text'>Ayu Utami: Saya Tak Pernah Nulis Buku untuk Laris</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SJKv_f1BcSI/AAAAAAAAACc/XhfkpzhZqEs/s1600-h/ayu2njero.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SJKv_f1BcSI/AAAAAAAAACc/XhfkpzhZqEs/s320/ayu2njero.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229435622741078306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Justina Ayu Utami. Perempuan ini rupanya sedang ditunggu-tunggu. Siang itu, puluhan orang datang khusus untuk bertemu dengannya dan meminta tanda tangan penulis novel fenomenal 'Saman' tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu, siang itu hadir di Pameran Buku Ikapi, Istora, Senayan, dalam acara jumpa pengarang. Acara itu terkait dengan peluncuran novel teranyar Ayu, 'Bilangan Fu'. Ini merupakan novel ketiga perempuan yang memenangkan sayembara menulis roman Dewan Kesenian Jakarta 1998 tersebut, setelah novelnya 'Larung' yang terbit tujuh tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka siang itu, tidak heran jika penggemar perempuan langsing ini berdatangan. Dalam hitungan tidak ada satu jam, Bilangan Fu pun laku 70 eksemplar lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan Fu berkisah tentang cinta segitiga antara dua laki-laki pemanjat dinding beranama Yudha dan Parangjati dengan seorang perempuan bernama Marja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat "Bilangan Fu", Ayu mengangkat tema yang disebutnya sebagai 'spiritualisme kritis'. Ini merupakan keprihatinan Ayu atas banyaknya sikap intoleran dan beragama secara formalitis setelah reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela melayani permintaan tanda tangan dan foto bersama dengan penggemarnya, Ayu membeberkan proses penulisan Bilangan Fu. Seperti apa? Lalu apa maksud Ayu mengaku tidak ingin menyenangkan orang? Berikut petikan wawancara Iin Yumiyanti dari &lt;strong&gt;detikcom&lt;/strong&gt; dengan Ayu Utami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bisa anda ceritakan proses pembuatan novel Bilangan Fu. Idenya dari mana?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesnya agak panjang. Idenya? Saya punya pacar, namanya Erik Prasetya. Ia dulu seorang pemanjat tebing. Tapi ia berhenti memanjat karena sahabatnya meninggal dunia. Teman pacar saya ini namanya Sandy Febijanto. Ia salah satu dari pemanjat tebing terbaik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman ini (kematian Sandy) mungkin membuat trauma atau sedih yang terlalu berat sehingga pacar saya lantas meninggalkan dunia panjat tebing. Ia tidak mau lagi ke Bandung untuk latihan ataupun melihat tebing-tebing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ia selalu bercerita masalah ini kepada saya. Saya sampai pada titik sudah penuh dengan ceritanya. Akhirnya saya putuskan, oke saya akan menulis novel dengan tokoh pemanjat tebing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang ingin anda sampaikan lewat Bilangan Fu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, kalau Saman, keprihatinan saya itu kan kerasnya represi pada masa Orde Baru. Bilangan Fu ini keprihatinan saya setelah reformasi. Saya melihat setelah reformasi , marak sikap intoleran dan cara beragama yang terlalu formalistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan Fu bercerita tentang cinta antara dua pemanjat tebing dengan seorang perempuan. Nah saya ingin memadukan kedua hal ini, kisah cinta pemanjat tebing dan persoalan religiositas bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, ada kesamaan antara memanjat tebing dan beragama. (Ayu lantas tersenyum). Nanti kalau kamu baca novel ini akan ada kesamaannya. Kesamaannya gini, pemanjat dan orang beragama sama-sama ingin mencapai puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanjat tebing ada yang kotor atau dirty climbing. Mereka ini pemanjat yang merusak tebing. Mereka memasangi berbagai macam alat, bor, paku dan sebagainya untuk mencapai tujuannya mencapai puncak. Yang penting bagi mereka bisa sampai atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula agama. Dalam mensiarkan kebenaran agamanya, ada yang mamakai cara seperti cara-cara pemanjat tebing kotor. Misalnya dengan main paksa saja, semua dihajar saja, kebudayaan setempat dihajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga pemanjat tebing yang bersih, mencapai puncak dengan cara-cara terpuji, dengan cara-cara berdialog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam mencapai tujuan apapun kita bisa melakukan dua jalan, jalan yang kotor, yang memaksa, yang merusak atau jalan yang bersih yang tidak memaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Inspirasi novel ini adalah pacar anda, Erick. Apakah tokoh utama dalam novel ini yaitu Yudha sebagai pelukisan pribadi Erick?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Yudha sebetulnya adalah saya juga. Yudha itu bagian diri saya yang skeptis dan sinis. Kalau Parangjati bagian diri saya yang bijaksana (Ayu lantas tertawa). Tapi saya lebih suka tokoh Yudha, karena tanpa tokoh sinis kita melihat dunia terlalu lempeng, terlalu biasa.Yudha tokoh yang mengacaukan banyak hal, memandang dunia dengan cara berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hubungan Anda dengan Erick masih sampai sekarang?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa anda bukan sebagai Marjanya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah salahnya, orang selalu mencari saya mewakili tokoh perempuan. Padahal belum tentu. Di Saman, banyak yang mengira saya sebagai Lailanya. Padahal sebenarnya saya sebagai Samannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Marja terinspirasi dari beberapa teman-teman perempuan saya yang orangnya baik. Ia sederhana, tidak usah pakai teori macam-macam, tapi hatinya memang baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Novel kedua anda, Larung, tidak sesukses Saman, bahkan ada yang menyebut gagal karena kurang laku di pasaran. Lalu dibandingkan Saman dan Larung, Bilangan Fu ini, apa istimewanya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya tidak pernah menulis buku untuk laris. Saya selalu mencadangkan kalau buku saya tidak disukai orang karena memang saya tidak pengin menyenangkan orang. Saya ingin menyampaikan apa yang menurut saya perlu. Saya ingin menyampaikan ide pergulatan saya. Jadi saya selalu siap jika novel saya tidak laris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Larung, orang yang suka sastra mengatakan bab I Larung bagus sekali. Tapi memang tidak ringan bagi banyak orang. Tidak semanis Saman. Tapi ya gak papa. Kalau disebut gagal ya tidak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa istimewanya Bilangan Fu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saman dan Larung dengan Bilangan Fu memiliki banyak perbedaan tapi ada banyak persamaan. Beda utama Bilangan Fu dengan Saman dan Larung, adalah zaman yang menjadi settingnya. Saman settingnya zaman Orba, dimana represi pemerintah masih keras sekali di semua bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin membongkar paradigma itu. Karena itu Saman dan Larung sebagai sebuah novel strukturnya tidak rapi. Ia seperti mozaik, fragmen yang terpisah-pisah. Tidak memakai plot yang lurus. Tapi itu merupakan salah satu cara yang saya ambil sebagai reaksi saya dari terlalu tertibnya nilai-nilai dan terlalu tertibnya kaidah menulis yang saya rasakan di zaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang justru saya merasa terlalu banyak akrobat dalam penulisan. Maka saya ingin kembali ke plot yang sederhana dan linear. Karena itu Bilangan Fu, dari segi plot dan cerita jauh lebih sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dari segi plot lebih sederhana. Tapi tetap mengandung banyak perdebatan. Lebih banyak perdebatannya dibandingkan dengan Saman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bilangan Fu masih mengangkat tema cinta yang sering menjadi cara klasik untuk menarik pembaca. Mengapa?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, cinta itu selalu menakjubkan. Di novel ini, tokohnya sangat dingin, sinis dan mengejek masyarakat. Tapi di sini kisah cinta bukan tempelan. Dihadirkan bukan hanya sebagai bumbu agar seru ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu bisa melihat perbedaan bagaimana seks digarap dalam film Hollywood dengan film Prancis. Di Hollywood, seks sering hadir sebagai bumbu pembungkus, dibikin erotis. Di film Prancis, seks dihadirkan sebagai persoalan manusia, misalnya laki-lakinya tidak bisa ereksi. Jadi cinta atau seks bukan sekadar bumbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadi Bilangan Fu lebih ringan dibaca dibandingkan Saman dan Larung?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, susah menjawabnya. Mungkin lebih berat, kan lebih tebal (halamannya). Novel ini banyak sekali perdebatannya. Tapi perdebatannya tangkas. Saya menawarkan kata kunci baru yaitu spiritualisme kritis. Yang saya maksud adalah, orang tetap percaya sesuatu, apakah itu Tuhan atau nilai yang lain tapi ia tetap kritis pada apa yang dia percayai. Ia tidak buru-buru menerapkan kebenarannya pada orang lain. Karena kebenaran hakiki tetap jadi misteri. Yang lebih baik pada hari ini adalah kebaikan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa sampai butuh waktu sangat lama untuk menyelesaikan novel ini?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui detail dunia panjat tebing, saya ikut latihan panjat tebing pada akhir 2003. Saya masuk sekolah Panjat Tebing Skygers. Lalu saya mulai menulisnya tahun 2004. Selama empat tahun saya melakukan pencarian yang tepat untuk menuliskan kisah ini. Tapi saya selalu tidak puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru September 2007 lalu saya menemukan cara menulis yang saya merasa puas. Setelah itu saya menulis nonstop. Jadi 4 tahun pencariannya, 9 bulan penulisan bentuk terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Biodata:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lengkap: Justina Ayu Utami&lt;br /&gt;Lahir: Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968&lt;br /&gt;Pendidikan: S-1 Sastra Rusia Universitas Indonesia&lt;br /&gt;Buku yang ditulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saman (memenangkan Sayembara Mengarang Dewan Kesenian Jakarta 1998)&lt;br /&gt;Larung&lt;br /&gt;Parasit Lajang&lt;br /&gt;Sidang Susila&lt;br /&gt;Bilangan Fu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keterangan foto:&lt;/strong&gt; Ayu Utami berfoto dengan penggemarnya. (Iin Y/detikcom)&lt;/em&gt;&lt;b&gt;(iy/nrl)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-5402862408023747540?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/5402862408023747540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=5402862408023747540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5402862408023747540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5402862408023747540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/07/ayu-utami-saya-tak-pernah-nulis-buku.html' title='Ayu Utami: Saya Tak Pernah Nulis Buku untuk Laris'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SJKv_f1BcSI/AAAAAAAAACc/XhfkpzhZqEs/s72-c/ayu2njero.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-8484554951449411631</id><published>2008-07-18T03:29:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T23:01:22.471-08:00</updated><title type='text'>Merasa Seperti Si Tolol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SIBxSVtJ2CI/AAAAAAAAACU/djWzX5I3h18/s1600-h/ayudalam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SIBxSVtJ2CI/AAAAAAAAACU/djWzX5I3h18/s320/ayudalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224300127627892770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa seperti orang yang ingin pacarnya pindah agama. Aku merasa seperti si tolol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:Bilangan Fu, Ayu Utami&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-8484554951449411631?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/8484554951449411631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=8484554951449411631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/8484554951449411631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/8484554951449411631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/07/merasa-seperti-si-tolol.html' title='Merasa Seperti Si Tolol'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SIBxSVtJ2CI/AAAAAAAAACU/djWzX5I3h18/s72-c/ayudalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-5219984233337183484</id><published>2008-07-18T01:13:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T23:01:22.736-08:00</updated><title type='text'>Apa Kabar Malaysia?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SIBRBZ_QETI/AAAAAAAAACM/uVYA1nPRH2w/s1600-h/malaysia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SIBRBZ_QETI/AAAAAAAAACM/uVYA1nPRH2w/s320/malaysia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224264652347674930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bersama peneliti ISIS dan peserta Malaysia International Visitor Program di Langkawi, Malaysia 16 Februari 2008. (Assistant Director-General ISIS Philip Methews, aku, bos Sonora Ibu Susan Masmir, peneliti ISIS ibu Zaenab, bos RCTI Atmadji Sumarkidjo, reporter RCTI Alexander Zulkarnaen, Mas Rizal Yussac) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Malaysia kembali menuding Anwar Ibrahim dengan kasus sodomi, lagu lama. Semoga demokrasi di Malaysia bisa lebih baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-5219984233337183484?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/5219984233337183484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=5219984233337183484' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5219984233337183484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5219984233337183484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/07/bersama-peneliti-isis-dan-peserta.html' title='Apa Kabar Malaysia?'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SIBRBZ_QETI/AAAAAAAAACM/uVYA1nPRH2w/s72-c/malaysia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-5444848439837184967</id><published>2008-07-01T21:40:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T23:01:22.872-08:00</updated><title type='text'>Ibu negara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SGsHbCa8nwI/AAAAAAAAAB8/kWYHSxPwyk4/s1600-h/ibu+ani.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SGsHbCa8nwI/AAAAAAAAAB8/kWYHSxPwyk4/s320/ibu+ani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218272754326609666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bertemu dan mewawancarai Ibu Negara Ani Yudhoyono, aku jadi tahu ibu negara ini perempuan yang pintar. (Ya iyalah, sebagai anak Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Alm) tentu dia dididik dengan baik, dan tentu saja Presiden SBY pun berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan Ibu Ani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Ibu Ani (ini menurut aku loh) kurang begitu paham tentang penderitaan perempuan miskin. Tanggapannya soal kasus perempuan sangat datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Foto: Saat&lt;/span&gt; mewawancarai Ibu Negara Ani Yudhoyono.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-5444848439837184967?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/5444848439837184967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=5444848439837184967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5444848439837184967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5444848439837184967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/07/ibunegara.html' title='Ibu negara'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/SGsHbCa8nwI/AAAAAAAAAB8/kWYHSxPwyk4/s72-c/ibu+ani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-3107430500374748084</id><published>2008-05-15T02:13:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T02:48:11.798-07:00</updated><title type='text'>sajak kecil tentang cinta</title><content type='html'>mencintai angin harus menjadi siut&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;mencintai air harus menjadi ricik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencintai gunung harus menjadi terjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencintai api harus menjadi jilat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencintai cakrawala harus menebas jarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencintaiMu harus menjadi aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: puisi Sapardi Djoko Damono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-3107430500374748084?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/3107430500374748084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=3107430500374748084' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/3107430500374748084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/3107430500374748084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/05/sajak-kecil-tentang-cinta.html' title='sajak kecil tentang cinta'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-2696782665982468065</id><published>2008-05-05T02:51:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T03:30:13.700-07:00</updated><title type='text'>Mimpi Ani SBY &amp; Mimpi Kita Sama?</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a name="2"&gt;&lt;/a&gt;Ibu Negara Ani Yudhoyono mempunyai mimpi yang sungguh mulia. "Mimpi saya Indonesia sejahtera," kata Ibu Ani. Jeng Jeni teringat mimpi ibu negara saat ia bergelantungan di bus kota. Perempuan yang setiap hari naik bus kota itu tersenyum senang. Ia membayangkan, jika Indonesia sejahtera, ia tidak perlu lagi berdesak-desakan di buskota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bisakah Indonesia menjadi negara sejahtera? Pikir Jeng Jeni. Maka sepanjang perjalanan ke kantor sambil bergelantungan, Jeng Jeni sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia lalu ingat sejumlah prediksi penuh optimisme tentang masa depan Indonesia. Ada prediksi Kepala Unit Makroekonomi PricewaterhouseCoopers (PWC) John Hawksworth, Goldman Sach Economic Research juga visi Indonesia 2030.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawksworth memprediksikan Indonesia akan menjadi salah satu negara terkaya di dunia. Tapi&lt;br /&gt;waktunya masih lama, yakni pada 2050. Menurut Hawkswort, pada 2050 itu perekonomian Indonesia akan menjadi perekonomian keenam terbesar dunia setelah Amerika Serikat (AS), Cina, India, Jepang, dan Brasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Goldman Sachs Economic Research memasukkan Indonesia dalam kelompok N-11 atau 11 negara berkembang yang diperkirakan akan segera menyusul empat negara BRIC (Brasil, China, India, dan China). Kemudian juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun lalu menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia bisa masuk dalam jajaran ekonomi lima besar dunia mulai 2030.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang bekerja di sebuah toko buku itu lantas mengkalkulasi modal yang dimiliki&lt;br /&gt;Indonesia untuk menjadi negara kaya. Indonesia, negeri yang saya cintai ini, pikir Jeng Jeni, memiliki potensi kekayaan alam yang demikian besarnya. Indonesia merupakan penghasil bahan tambang terbesar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data PwC, yang sempat dibaca Jeng Jeni di internet, Indonesia merupakan penghasil timah nomor satu di dunia. Penghasil batu bara nomor tiga di dunia. Penghasil tembaga nomor empat di dunia. Penghasil 80% minyak di Asia Tenggara dan penghasil 35 % gas alam cair di dunia. Selain kekayaan alam, Indonesia dilimpahi jumlah penduduk yang besar yakni menempati urutan keempat dunia, setelah China, India, dan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Indonesia sebenarnya mempunyai modal besar untuk menjadi negara sejahtera dan kaya&lt;br /&gt;raya. Kalau disertai usaha keras dari semua elemem bangsa, dari kawula alit sampai penguasa, semua bersatu padu, satu visi, satu tujuan, bersikap jujur, lurus dan profesional mewujudkan Indonesia sejahtera, pasti prediksi itu akan menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Prediksi itu pasti bukan sekadar mimpi indah, tapi takdir bagi Indonesia," batin Jeng Jeni yakin. Maklum, setelah membaca The Alchemist karya Paulo Coelho, Jeng Jeni menjadi sangat percaya akan takdir. Novel itu menginspirasi Jeng Jeni untuk menemukan takdirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takdir akan terwujud bila seseorang mempercayai mimpinya dan tidak pernah berhenti mengejarnya. "Janganlah berhenti bermimpi. Kalau kau menginginkan sesuatu, seisi jagat raya akan bekerjasama membantumu memperolehnya." Itulah salah satu kalimat indah di Alchemist yang menjadi favorit Jeng Jeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu terlalu banyak baca fiksi Jeng. Bacalah buku-buku teori ekonomi, manajemen, politik&lt;br /&gt;dan sejarah. Kamu akan tahu tidaklah gampang untuk mewujudkan kesejahteraan suatu bangsa.&lt;br /&gt;Butuh waktu panjang. Rasionallah! Ini dunia nyata bukan fiksi," Jeng Jeniterngiang-ngiang omongan Mas Hari, suaminya&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;। &lt;/span&gt;Padahal saat ini Jeng Jeni sedang tidak bersama Mas Dosen itu. "Ya aku tahu. Tapi mimpi, apalagi mimpi yang baik, itu penting karena akan selalu menerbitkan harapan dan menjaga orang untuk tidak berputus asa." sergah Jeng Jeni kesal dengan suara-suara sang suami yang terus mendatanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bangunlah Jeng. Jangan mimpi terus. Lihat realitas. Kamu bilang jumlah penduduk yang besar menjadi modal. Tidak tahukah kamu, pada tahun 2000, sebanyak 70 % penduduk Indonesia hanya lulus SD? Dengan kondisi seperti itu, penduduk bukanlah modal tapi justru menjadi beban," kata Mas Hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu tidak tahukah kamu, kendati kaya sumber alam, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar tingkat korupsinya. Negaramu ini, menurut Transparency International, menempati urutan nomor 6 terkorup di dunia," ujar Mas Dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian kamu menghayal pemerintah, DPR, rakyat dan semua elemen bangsa mau bersatu padu dan bersama-sama mewujudkan Indonesia sejahtera? Ha haha ha , yang benar saja! Yang ada hanya mereka cakar-cakaran sendiri. Lah kok bisa Indonesia masuk menjadi negara terkaya dunia? Iya jadi negara kaya, yang kaya pejabatnya saja," suara sinis Mas Hari terngiang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeng Jeni kesal, kemanapun dia pergi suara sang suami selalu mengikutinya. Ya apa boleh buat, sang suami sudah menjadi separuh nafas Jeng Jeni. Dan sayangnya, bukan optimisme, tapi omongan sinis dan pesimisme sang suami yang sering terngiang-ngiang. Jeng Jeni tahu ia harus berpijak pada realitas dan bersikap rasional. Tapi ia tidak ingin sikap rasional justru membunuh optimismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudahlah Mas, diam sebentar. Suatu hari nanti negeri ini pasti akan berubah. Akan tiba waktunya seorang pemimpin yang tegas dan cerdas memimpin negeri ini, tidak akan ada lagi korupsi, dan semua rakyat dan pejabat seia sekata bekerjasama untuk kepentingan bangsa. Jadi biarkan saja aku tetap optimis. Optimisme itu membuat hidup lebih bersemangat dan indah." batin Jeng Jeni. Kali ini Jeng Jeni yakin, ia tidak salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah nyaris mau pingsan bergelantungan di bus kota, Jeng Jeni akhirnya mendapatkan kursi yang kosong. Ia segera duduk. Tak lama kemudian perempuan itu bermimpi. Dalam mimpi itu, Jeng Jeni mau menangis ketika akan membeli susu, minyak goreng dan beras. Jeng Jeni tidak mampu lagi membeli kebutuhan pokok itu karena harganya yang melambung sangat tinggi. Jeng Jeni buru-buru terbangun. "Sialan! Ini mah kenyataan," rungut Jeng Jeni kesal. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-2696782665982468065?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/2696782665982468065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=2696782665982468065' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2696782665982468065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2696782665982468065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/05/mimpi-ani-sby-mimpi-kita-sama.html' title='Mimpi Ani SBY &amp; Mimpi Kita Sama?'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-5913111533429996319</id><published>2008-04-29T22:26:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T22:53:27.279-07:00</updated><title type='text'>Makhluk Tuhan Paling Tolol</title><content type='html'>Saya tahu banyak orang yang menganggap saya tolol. Ada yang mengatakannya langsung, bahkan menghardikkannya di muka saya. Ada juga yang hanya membatinnya ketika bertemu saya. Saya kadang sadar juga, saya memang tolol, hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu curhat Jeng Jeni dalam blog pribadinya. Di blog itu, perempuan yang setiap hari naik buskota itu, juga mengaku ia sebenarnya stres menghadapi ketololannya, apalagi saat sadar banyak sekali orang yang pintar dan hebat-hebat. "Tapi ketika saya amat-amati lagi, di sekeliling saya, ternyata ada juga loh orang tolol. Jadi saya pikir, saya tidak perlu terlalu stres atau jadi sangat minder, karena saya tidak sendirian menjadi orang tolol," bela Jeng Jeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sadar dirinya tolol, Jeng Jeni masih saja sewot bila dikatai tolol. Terlebih kalau hatinya sedang tidak bolong. Saat bersantai, Jeng Jeni menyinggung soal ketololannya dengan sang suami tercinta. Hiroku, putra pasangan ini, sedang asyik membaca komik Digimon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baguslah kamu sebagai orang tolol menyadari ketololannya," kata Mas Hari, suami Jeng Jeni. Mendengar jawaban itu, Jeng Jeni mendelik. Tapi kemudian tersenyum karena tahu sang suami sedang meledek. Ia lalu mengambil novel 'Snow" karya Orhan Pamuk dari rak buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang paling tolol adalah orang tolol yang tidak mau menyadari ketololannya. Mereka inilah makluk Tuhan paling tolol,” lanjut Mas Hari asal. "Apa sebenarnya yang membuat negara ini terpuruk dan kacau balau, Jeng?" tanya Mas Hari sambil menata koleksi kaset VCD dan DVD bajakan miliknya. "Pemimpin yang tidak tegas dan tidak cerdas," jawab Jeng Jeni ogah-ogahan. Perempuan ini sedang tidak tertarik mengobrol lagi karena tengah terhanyut membaca Snow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang membuat negeri ini makin terpuruk dan kacau balau adalah banyaknya orang-orang tolol berbicara," kata Mas Hari. Jeng Jeni paham apa yang dimaksud suaminya. Di halaman awal 'Snow', Pamuk yang menerima nobel sastra pada 2006 mengutip tulisan Fyodor Dostoevsky, "jika begitu singkirkan saja manusia, batasi tindakan mereka, paksa mereka untuk diam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeng Jeni ingin mengutip kata-kata itu dan mengubah kata 'manusia' dengan kata 'orang tolol'. Tapi ia mengurungkannya karena ia ingat, ia juga mengaku sebagai orang tolol. Ia lantas berkata, "Namanya juga demokrasi Mas. Semua orang ya bebas ngomong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang sih demokrasi. Sebenarnya tidak terlalu jadi masalah kalau orang-orang tolol itu bukan seorang tokoh atau orang yang punya kekuasaan. Tapi masalahnya mereka tokoh, dan omongannya diperhatikan pengikutnya, bahkan disorot TV dan dimuat media massa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya memang. Aku juga gemas sekali kalau lihat orang-orang tolol ini berkomentar di TV. Mereka mengira diri mereka pintar dan bisa membodohi masyarakat. Padahal komentarnya justru menunjukkan ketololannya." Jeng Jeni mulai bersemangat. Snow yang dibacanya lantas ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misalnya ada pejabat yang diduga korupsi ditangkap. Ia lantas mengklaim uang yang disita sebagai barang bukti itu bukan uang suap, tapi uang untuk bisnis. Ada juga yang beralasan uang puluhan juta ditenteng-tenteng hingga tengah malam itu uang pinjaman. Emangnya kita bisa apa dibodohi dengan alasan tolol seperti itu?" ketus Jeng Jeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus ada juga tokoh yang sudah kakek-kakek, dibenci masyarakat, bahkan orang-orang bersuka cita ketika dia tidak lagi menjabat, tiba-tiba saja muncul dan dengan pedenya ingin tampil kembali di dunia politik. Apa masyarakat tolol sehingga lupa dengan semua omong kosongnya? Hari gini gitu loh masih mau omong kosong," cerocos Jeng Jeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang menyebalkan tokoh tolol ini tidak mau menyadari ketololannya suka ngotot dan ngeyel saja bahkan melakukan pemaksaan sehingga jadi arogan. Mereka marah jika dikritik. Padahal jelas-jelas mengeluarkan pendapat atau kebijakan yang tolol dan merugikan rakyat. Saking arogannya mereka malah balik menyalahkan dan mengancam pengkritiknya," ulas Mas Hari, si dosen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arogan itu apa sih bu?" tanya Hiroku yang masih TK. Jeng Jeni mikir-mikir dan lantas menjawab sebisanya. "Arogan itu maunya menang sendiri, tidak mau mengalah, merasa paling benar, tidak mau disalahkan, bahkan sukanya menyalahkan orang lain," jawab Jeng Jeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah kalau itu mah ayah," celetuk Hiroku. "Iya, kalau di rumah ini memang ayahlah makhluk Tuhan paling arogan," jawab Jeng Jeni tersenyum senang. "Aku sih belum ada apa-apanya. Tuh di Senayan parah habis arogannya. Anggotanya banyak ditangkap karena korupsi kok malah ingin membubarkan lembaga pemberantasan korupsi. Kuwalik-walik tenan," balas Mas Hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:detikcom &lt;span class="tanggal"&gt;28/04/2008 13:11&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-5913111533429996319?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/5913111533429996319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=5913111533429996319' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5913111533429996319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5913111533429996319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/04/makhluk-tuhan-paling-tolol_29.html' title='Makhluk Tuhan Paling Tolol'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-6963591960080893087</id><published>2008-04-04T02:50:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T02:26:47.674-07:00</updated><title type='text'>Orang Tanpa Harga Diri</title><content type='html'>Setiap hari, Jeng Sari selalu berangkat dan pulang kerja naik bus kota. Nyaris tidak ada yang istimewa dari perjalanan Jeng Sari yang selalu melalui rute yang sama itu. Tapi kalau sedang kumat narsisnya, Jeng Sari dengan sok filosofisnya, akan berkata, dari bus kota aku belajar banyak tentang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Jeng Sari, dari bus kota, ia bisa melihat dan mempelajari dunia. Semua serba ada di bus kota, anggap guru TK itu. Gadis modis penuh percaya diri, ibu-ibu gemuk baik hati, gadis berjilbab yang kadang berwajah murung atau kadang penuh senyum, laki-laki bermata jalang, pria berwajah tanpa dosa, anak-anak kecil menangis, pedagang, karyawan, pengamen, sampai pencopetnya, ada. Dengan hanya duduk di bus kota pun bisa membeli dan mendapat 'apa saja', dompet handphone, buku, tisu sampai obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak ada yang istimewa, Jeng Sari selalu menemukan hal-hal yang menarik di bus kota. Akhir-akhir ini yang menarik perhatian Jeng Sari adalah orang-orang tanpa harga diri. Waduh serius banget julukannya ya! Tapi memang begitulah, dengan seenak udelnya saja, Jeng Sari akan memberi julukan pada apa-apa yang menurutnya menarik. Siapakah orang tanpa harga diri ini? Versi Jeng Sari, mereka, salah satunya, adalah seorang pria gagah, maksudnya orang yang badannya tinggi dan besar. Wajahnya pun garang dengan kulit tampak hitam terbakar, jadi kesannya ia sangar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria gagah ini biasanya naik bus kota, di seberang Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di atas bus kota, dia lalu berbicara. Si Pria gagah itu memaparkan betapa kerasnya hidup di Jakarta. Betapa susahnya untuk mencari pekerjaan. Maka dari pada, ia menjadi kriminal, lebih baiklah ia menjadi peminta-minta di bus kota. Begitulah alasan yang selalu diulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolonglah saya, hanya untuk sekadar membeli makan pagi ini saja," pinta si pria gagah itu memelas sambil membungkukkan badannya dalam-dalam. Si pria itu  kembali membungkuk sambil berkata terimakasih kepada setiap orang yang memberinya uang. Mengapa orang sampai bisa kehilangan harga diri seperti itu? Gagah-gagah kok mau membungkuk-bungkuk, hanya demi angsuran recehan! Dasar orang males, gerutu Jeng Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, Jeng Sari membicarakan masalah 'orang tanpa harga diri' itu   dengan Mas Thoyib, suaminya. Mas Thoyib yang sehari-hari berjualan buku itu mesam-mesem mendengarkan cerita Jeng Sari. Setelah menyeruput kopi instan, Mas Thoyib berkata, "Itu mah masih lumayan Jeng! Kan banyak tuh perempuan melacur, itu apa bukan orang yang kehilangan harga diri?" kata Mas Thoyib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi masalahnya adalah, apakah orang-orang itu menjadi tidak mempunyai harga diri karena bawaan atau karena memang dipaksa tidak memiliki harga diri?" ulas Mas Thoyib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud Mas, ada orang yang tidak memiliki harga diri karena memang dibuat seperti itu? Mereka dipaksa tidak memiliki harga diri atau membuang harga dirinya karena tidak punya pilihan lain? Mereka tidak akan seperti itu kalau pekerjaan bisa mudah didapat? Mereka tidak akan membuang harga dirinya kalau mereka mendapatkan pendidikan yang baik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lah iyalah Jeng! Kalau sebuah negara mengurus kesejahteraan warganya dengan baik, pekerjaan bisa gampang didapat, pendidikan tidak mahal sehingga bisa diraih semua orang, ya nggak mungkin to, atau setidaknya ya sedikitlah, orang mau membuang harga dirinya. Masa ada sih orang yang dengan sukarela mau kehilangan harga dirinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, jangan apa-apa pemerintah dong! Kalau apa-apa pemerintah yang disalahin, ya nggak selesai-selesai to Mas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jeng, Jeng! Saat semua harga pada naik, apa coba yang turun? Harga dirilah yang kemudian turun atau terpaksa diturunkan. Kalau sebagai warga, apalagi serba terbatas seperti kita ini, masih syukur bisa menjaga agar tidak kehilangan harga diri. Syukur-syukur lagi bisa membantu saudara, sahabat, atau orang dekat kita agar jangan sampai membuang harga dirinya. Tapi kalau semuanya, lagi-lagi harus warga juga, warga juga, lalu apa tugas pemerintah? Bukannya memang para pejabat, yang bekerja di pemerintahan itu kita bayar untuk mengurus warganya agar sejahtera?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeng Sari lalu diam. Kalah seri rupanya. Ia mengangguk-angguk sambil mencomot donat. "Iya  mas. Seharusnya memang seperti itu. Sayangnya mas, sebagian dari pejabat itu, orang-orang yang berkuasa itu juga tidak memiliki harga diri. Mereka memang tidak merunduk-runduk dan tetap berkepala tegak, tapi sebenarnya mereka hanya pura-pura saja memiliki harga diri. Nah karena mereka tidak memiliki harga diri, mereka lantas membuat atau memaksa orang lain agar kehilangan harga diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya begitulah Jeng. Orang tanpa harga diri itu bukan hanya karena miskin dan tidak mempunyai pekerjaan. Memiliki pekerjaan tapi berselingkuh, alias mengkhianati pekerjaannya, sama saja juga dengan tidak punya harga diri," kata Mas Thoyib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bener Mas, bener itu. Ada tuh jaksa, yang pekerjaannya jelas-jelas terhormat, ditangkap karena minta suap. Apa bisa dia disebut sebagai orang yang punya harga diri? Lalu ada pejabat yang tidur saat mengikuti seminar Presiden," kata Jeng Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat pembicaraan serius itu terhenti. Hiro, anak pasangan Jeng Sari dan Mas Thoyib baru pulang dari ngaji. "Yah boleh nggak nonton TV?" tanya Hiro setelah masuk rumah dan mendekati ayah ibunya.  Mas Thoyib mengangguk, dan lantas memencet remot control. Di televisi sedang ada berita seorang anggota DPR ditangkap KPK. Namanya Al Amin Nasution."Tuh Jeng. Nabi kan pernah mendapat gelar Al Amin, artinya orang yang bisa dipercaya. Ini anggota DPR, namanya Al Amin, kok malah tingkahnya seperti itu. Alamak," sinis Mas Thoyib.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-6963591960080893087?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/6963591960080893087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=6963591960080893087' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/6963591960080893087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/6963591960080893087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/04/orang-tanpa-harga-diri.html' title='Orang Tanpa Harga Diri'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-601566530256253267</id><published>2008-04-03T22:02:00.000-07:00</published><updated>2008-04-03T22:04:23.502-07:00</updated><title type='text'>Selingkuh Dulu, Hancur Kemudian</title><content type='html'>Hidup selalu berkonspirasi untuk menghancurkan siapa pun, kata John Grisham. Tapi bagi Jeng Sari, bukan hidup, melainkan selingkuh yang menghancurkan siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan malam itu sambil bersantai-santai, Mbak Tika dan Risma akhirnya ikut latah membicarakan masalah selingkuh. Gara-garanya televisi sudah berhari-hari memberitakan isu selingkuh pasangan selebritis dengan politisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risma orang yang lugu dan sumeleh. Umur 25 tahun, hidung mancung dan &lt;i&gt;cute&lt;/i&gt;, kulit coklat gelap tapi manis habis. Sayang karena hanya lulus SLTP dan tidak punya bakat akting, ia tidak jadi artis. Risma sejak 4 tahun lalu jadi asisten Jeng Sari. Ia menjaga Hiro, anak Jeng Sari dan mengerjakan semua tetek bengek urusan rumah jika editor berita itu tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai sekarang aku juga tak bisa mengerti bagaimana bapakku selingkuh. Ibuku cantik, sabar dan baik," kata Risma pelan. Ayah Risma mengaku berselingkuh kemudian kawin siri dengan perempuan lain setelah istrinya melahirkan 11 anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Risma, keluarganya dulu merupakan orang terkaya di kampungnya. Mereka memiliki rumah yang bagus dan kebun yang sangat luas. "Tapi sekarang tanah kami yang luas telah habis, tinggal rumah dan tanah hanya sejengkal. Kami anak-anaknya tidak ada yang dikuliahkan. Kata ibu harta kami habis dipakai ayah untuk selingkuhannya," cerita Risma sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Tika sepakat dengan Risma, selingkuh hanya menimbulkan penderitaan. Guru TK yang mengikuti bisnis multi level marketing (MLM) itu mendapatkan ajaran, selingkuh alias tidak setia tidak akan membuat orang menjadi sukses. Kunci sukses, kata Mbak Tika, yaitu yakin dan setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama harus yakin kalau usaha yang dilakukan itu akan sukses. Kedua setia dengan bisnis yang dijalaninya. Kalau tidak setia, bisa gonta-ganti bisnis hanya karena tersandung masalah sedikit. Kalau gonta-ganti terus ya kapan suksesnya," jelas Mbak Tika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeng Sari yang sejak tadi asyik membaca novel The Street Lawyer-nya John Gisham tiba-tiba ikut nimbrung. "Jangan salah Tik, selingkuh itu justru banyak dilakukan orang-orang yang sudah sukses. Anggota DPR dan pejabat yang gajinya sudah puluhan juta lebih banyak yang selingkuh dibandingkan rakyat biasa," kata Jeng Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anggota DPR berselingkuh dengan pemerintah, hasilnya kenaikan harga BBM. Pemerintah berselingkuh dengan pengusaha, hasilnya revisi UU Tenaga Kerja. Semoga revisi itu diubah lagi karena ribuan buruh telah berdemo," tambah Jeng Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Tika membatin, sebentar lagi kakaknya pasti akan menunjukkan koran untuk mendukung ucapannya. Dan benar saja, editor berita itu menaruh novel dan bergegas mengambil koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nih baca," sodor Jeng Sari pada Mbak Tika. Guru TK itu kemudian membaca judul yang disodorkan Jeng Sari. "Kemiskinan, Mereka Sering Tidak Makan," baca Mbak Tika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita itu menceritakan seorang nenek pembuat sapu di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Si nenek, dua orang cucunya dan suaminya yang lumpuh sudah terlalu sering tidak makan sejak harga beras mencapai Rp 4.500 per kilo gram. Kata berita itu, tidak hanya nenek itu saja yang bernasib tragis, masih banyak penduduk kampung itu yang juga tidak bisa makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeng Sari lantas kembali menyodorkan koran kemarin. Headline koran itu berjudul "Orang Miskin Naik 50 Persen". Berita berbunyi, dampak buruk kenaikan BBM 6 bulan lalu ternyata sangat parah. Jumlah penduduk miskin bertambah drastis. Hingga Maret 2006, jumlahnya meningkat 50 persen dibandingkan tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah itu bukti selingkuh anggota DPR dengan pemerintah selalu menyengsarakan rakyat," kata Jeng Sari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa sih bu, serius amat. Selingkuh itu katanya indah lho," goda Mas Toyib, suami Jeng Sari. Si editor berita tidak menjawab godaan itu. Ia malah menuju deretan kaset dan mengambil album Opick lalu menghidupkan tape recorder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu terdengarlah, ....nafsu jiwa yang membuncah, menutupi mata hati, seperti terlupa bahwa nafaskan terhenti. Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, aladzim .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: dimuat di detikportal &lt;span class="tanggal"&gt;12/04/2006 13:32&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-601566530256253267?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/601566530256253267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=601566530256253267' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/601566530256253267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/601566530256253267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/04/selingkuh-dulu-hancur-kemudian.html' title='Selingkuh Dulu, Hancur Kemudian'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-4107276339160762219</id><published>2008-04-03T21:56:00.000-07:00</published><updated>2008-04-03T21:58:04.154-07:00</updated><title type='text'>Subhanallah Hingga Nauzubillah</title><content type='html'>Akhir-akhir ini ada kecenderungan elit politik memakai idiom-idiom yang membawa-bawa nama Tuhan. Terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengucapkan kata &lt;i&gt;subhanallah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;nauzubillah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kawan saya yang non muslim dan tinggal di Bali menanyakan apakah arti &lt;i&gt;nauzubillah&lt;/i&gt; sebenarnya. Ia menebak-nebak kata &lt;i&gt;nauzubillah&lt;/i&gt; sama arti dengan kata &lt;i&gt;amit-amit jabang bayi&lt;/i&gt;. Saya pun tergelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim, saya memang sudah akrab dengan kata-kata &lt;i&gt;nauzubillah&lt;/i&gt;. Kata itu biasanya diucapkan seseorang jika kaget atau tidak terima dengan sesuatu yang dikatakan buruk atau tidak benar tentang dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata &lt;i&gt;nauzubillah&lt;/i&gt; berasal dari bahasa Arab. Tapi kata itu telah diserap dalam bahasa Indonesia. Dalam kamus besar bahasa Indonesia terbitan 1991, disebutkan &lt;i&gt;nauzubillah&lt;/i&gt; merupakan kata seru untuk menyatakan rasa kaget atau terkejut. Makna sebenarnya kata &lt;i&gt;nauzubillah&lt;/i&gt; adalah kami berlindung kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY seperti dikutip Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi misalnya mengucapkan kata &lt;i&gt;nauzubillah&lt;/i&gt; karena tidak terima diberitakan telah menolak bertemu dengan Amien Rais cs. Selain mengucapkan kata &lt;i&gt;nauzubillah&lt;/i&gt;, SBY juga mengucapkan &lt;i&gt;subhanallah&lt;/i&gt; yang artinya maha suci Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kata &lt;i&gt;nauzubillah&lt;/i&gt; juga diintrodusir Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir. SB, sapaan akrab Soetrisno, mengambil kata itu untuk menanggapi tuduhan dirinya menghamili penyanyi Pradnya Paramitha, istri Gustiranda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang ingin ditampilkan oleh para elit politik dengan menyitir bahasa Arab itu? Teman saya beranggapan dengan menyitir bahasa Arab (terlebih mayoritas warga Indonesia adalah muslim), para elit itu terlihat lebih religius, sehingga ungkapannya akan lebih gampang dipercaya masyarakat dan tidak dikritisi lagi. Apakah benar demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Mochtar Pabottingi, bahasa bukanlah semata-mata alat komunikasi antara penguasa dengan rakyatnya. Tapi juga sarana strategis untuk berkuasa. Bahasa adalah ekspresi kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit menengok sejarah, Soeharto pernah dengan "pandainya" memanfaatkan bahasa menjadi ruang bagi pagelaran kekuasaanya. Lewat bahasa, penguasa Orba itu memproduksi simbol-simbol sebagai upaya mengkonsolidasi kekuasaaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto mempopulerkan kata seperti subversif, OTB, PKI, ekstrim kanan, ekstrim kiri yang dikesankan sebagai "kejahatan" sehingga masyarakat pun menjadi takut mendengar kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto juga mengembangkan bahasa topeng, dengan melakukan penghalusan semantik sehingga meski terasa enak dan baik tampaknya, tapi kebenaran yang sesungguhnya tertutupi. Soeharto misalnya menyebut pelacur sebagai tuna susila, orang yang tidak memiliki rumah sebagai tuna wisma dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya topeng ini telah mengakibatkan pembusukan moralitas. KKN merupakan salah satu akibat paling kongkret dari gaya topeng ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa agenda SBY mengintrodusir kata-kata yang membawa-bawa nama Tuhan? Apakah SBY ingin mengadopsi gaya topeng Soeharto, membawa-bawa nama Tuhan untuk menumpulkan kekritisan atas tindakan dan kebijakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian agenda SBY, tentu penyitiran kata-kata yang berbau religius tidak bisa dianggap remeh. Jangan sampai, seperti kritikan Sigmun Freud, agama hanya dijadikan pelarian dari realitas bangsa yang serba kesusahan. Karena yang namanya pelarian, sekalipun ke surga, tetaplah pelarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:dimuat di detikportal &lt;span class="tanggal"&gt;26/04/2006 17:58&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-4107276339160762219?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/4107276339160762219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=4107276339160762219' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/4107276339160762219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/4107276339160762219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/04/subhanallah-hingga-nauzubillah.html' title='Subhanallah Hingga Nauzubillah'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-2698284743923373436</id><published>2008-03-25T01:44:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T01:45:21.886-07:00</updated><title type='text'>Ayu Utami Soal Ayat Ayat Cinta</title><content type='html'>Film Ayat Ayat Cinta (AAC) kini telah tembus 3 juta penonton. Sebelum sukses filmnya, novel dengan judul ang sama juga laris manis. Setelah film rilis, novel AAC juga kembali diserbu pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang meski laris manis, novel ini kurang mendapat apresiasi dari sastrawan atau kritikus sastra lainnya. Hanya sastrawan yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP), tempat bernaung penulis AAC Habiburrahman El Shirazy, yang memuji-muji novel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di luar FLP, jarang kritikus sastra ataupun sastrawan yang tertarik atau telah membaca novel ini. Mayoritas sastrawan dan kritikus sastra yang dihubungi detikcom mengaku belum membaca, bahkan menyatakan tidak berminat membaca AAC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sedikit sastrawan yang telah membaca karya Kang Abik, panggilan Habiburrahman adalah Ayu Utami. Apa pendapat si penulis novel fenomenal 'Saman' ini? Berikut petikan wawancara detikcom dengan Ayu Utami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda sudah membaca novel atau menonton film Ayat-Ayat Cinta?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah membaca novelnya. Tapi belum menonton filmnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beberapa sastrawan dan pengamat sastra menyatakan tidak berminat membaca Ayat-Ayat Cinta. Mengapa anda membaca novel Ayat-Ayat Cinta?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya kan memang harus mengikuti perkembangan perbukuan. Saya bagaimana pun bergerak di bidang penulisan, saya anggota Komunitas Sastra Jakarta, saya harus sering baca sastra, saya sering menjadi juri omba cerpen. Jadi membaca novel baru yang menjadi perbincangan wajib bagi saya. Senang atau tidak senang, saya harus membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setelah membaca, apa kritik anda?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Cinta itu novel Hollywood, novel yang akan membuat senang pembacanya. Cara membuat senang itu dengan memakai resep cerita pop, misalnya berita happy ending, katakan yang orang ingin dengar, jangan katakan yang tidak ingin didengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sekarang ingin mendengar petuah bijak, seperti ada sesuatu yang optimis, ada kebaikan di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat Ayat Cinta ini, dari segi struktur cerita seperti cerita Hollywood tahun 1950-an. Bedanya, kalau Hollywood Kristen, ini islam. Endingnya mirip, yakni agama menang. Kalau di Hollywood, misalnya Winnetou masuk Kristen, kalau di Ayat-Ayat Cinta, yang perempuan (Maria, seorang Kristen Koptik) masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samalah plotnya dengan cerita Hollywood tahun 1950. Laki-lakinya (Fahri, tokoh utama novel Ayat-Ayat Cinta) sangat jagoan, ia miskin, tapi bisa sampai Mesir dan tiba-tiba di Mesir, empat perempuan jatuh cinta semua. Hero banget, hebat dia bisa menaklukkan banyak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karakterisasi tokoh Fahri dalam novel itu, apakah cukup kuat untuk membuat para perempuan jatuh cinta padanya?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya nggak tahu. Kenapa laki-laki ini bisa bikin perempuan jatuh cinta. Kalau yang Aisha (perempuan Turki yang kemudian menikah dengan Fahri) mungkinlah, karena ada konflik saat bertemu di metro, tapi bagaimana dengan tetangganya (Maria) bisa jatuh cinta habis-habisan, ini yang tidak tergarap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita novel ini sangat laki-laki, memenuhi keinginan dan impian semua laki-laki untuk dicintai banyak perempuan, yang perempuan istri pertama menyuruh dia kawin lagi. Lalu penyelesaiannya untuk kompromi simpel, perempuan yang istri kedua mati. Hollywood tahun 1950-an juga seperti itu. Kristen itu kan mengagungkan tidak menikah, jadi begitu tokoh utamanya punya pacar dimatikan. Nah di Hollywood itu tahun 1950-an, Indonesia baru tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kemudian Ayat-Ayat Cinta ini sangat laris? Karena masyarakat kita masih di situ tahapnya, inginnya kisah-kisah yang hitam putih dan penuh optimisme seperti itu. Mungkin karena kita habis reformasi, lalu ada chaos, jadi kita ingin kisah yang menghibur seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di novel ini ada cerita tentang pindah agama, dan ini yang menjadi salah satu kontroversi. Menurut anda, apakah cukup kuat pelukisan sehingga ada alasan pindah agamanya Maria masuk akal?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nggak tahu. Buat saya nggak penting kuat atau nggak. Orang pindah agama, dalam hidup sehari-hari, banyak sekali alasannya, ada yang terancam maut, lalu pindah agama . Ada yang karena kawin lalu pindah agama. Ada yang secara revolusioner, ada yang pelan-pelan atau evolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ada yang keberatan dengan kisah pindah agama ini diangkat ke novel yang dikonsumsi publik, karena itu menunjukkan dakwah agar masuk Islam sehingga dikhawatirkan bisa mengganggu toleransi antar umat beragama di Indonesia. Pendapat anda?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kan novel dakwah, jadi nggak apa-apa. Saya Katolik, menurut saya nggak apa-apa orang berdakwah. Memang kenapa kalau berdakwah? Kecuali penulisnya bilang, ini bukan novel dakwah. Dia mengaku ini novel dakwah, jadi sah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga berdakwah, saya mendakwahkan ide-ide saya. Nggak papa ngajak masuk Islam. Kita mau ngajak masuk agama lain, nggak masalah. Namanya, rebutan pengikut agama itu biasa saja. Itu sebuah proses yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan agama itu merupakan hal yang baik, dengan adanya persaingan itu akan menghindarkan kekejaman atau represi dalam agama. Orang yang mengalami represi sebuah agama bisa pindah ke agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelompok yang berkeberatan dengan kisah masuk Islam ini menuding ada hegemoni soal kebenaran agama. Mereka mengandaikan bila yang sebaliknya yang dijadikan film?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan kita, negara ini kan mayoritas muslim, sebagian besar kurang berpendidikan. Saya kira melihatnya, soal kelompok garis keras menyerang kelompok non muslim itu harus dilihat dengan kaca mata yang lebih luas. Ini bukan persoalan agama, tapi persoalan sosial politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira hal yang sama juga terjadi, jika mayoritas negara ini Kristen misalnya dan ada orang Islam menghujat Kristen. Jadi nggak bisa dilihat dari kaca mata agama. Harus dari sosial politik, bahwa mayoritas cenderung akan cenderung akan berperilaku nggak bener. Kita harus pandai memisahkan hal-hal yang beruhubungan antara gama dengan sosial .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong soal film ya film. Nggak usah pakai film untuk menilai persoalan lain di masyarakat. Jangan campur adukkan kacamata. Pakai kacamata yang pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Soal poligami, bagaimana pandangan anda?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar novel itu, bagi saya, poligami tidak layak diteruskan. Itu sistem di masa lalu, tidak cocok untuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam novel ini, kasus poligami disikapi dengan pengecut. Dalam arti, sebagian besar perempuan tidak mau dipoligami. Bila pun ada, perempuan yang mau dipoligami itu, biasanya mereka sebagai istri kedua, ketiga, atau keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya kita bisa lihat kasus Aa Gym, dia kehilangan pendukung begitu dia melakukan poligami. Jadi jelas sekali poligami tidak disukai perempuan. Novel ini kompromistis sekali. Ia tidak berani ekstrim, dia mengangkat wacana atau ideologi poligami, tapi lalu akhirnya buru-buru dimatikan. Dia hanya kembali ke titik yang happy ending, inilah resep cerita pop.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Apa kekuatan Ayat-Ayat Cinta sendiri sehingga bisa laris?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judulnya kuat, ini mengingatkan pada Ayat-Ayat Setan, atau lagu Laskar Cinta. Kemudian enak dibaca, dia punya keterampilan menulis. Tapi saya kira kekuatan Ayat-Ayat Cinta ini adalah kemampuannya untuk menyenangkan, untuk mengkonfirmasi apa yang dipercaya&lt;br /&gt;kebanyakan orang. Mental masyarakat itu merindukan orang untuk masuk ke agamanya, kita senang bila ada yang masuk agama kita. Di sini, masuk Islam, di Hollywood masuk Kristen.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Soal beberapa kalangan yang berpendapat Ayat-Ayat Cinta ini bukanlah sastra?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1920 an sampai belakangan ini, saya kira batas sastra pop dan serius tidak ada lagi. Batasnya tidak terlalu ketat. Sebuah karya novel, apapun itu adalah kerajinan kata-kata. Tidak perlu dia ditempatkan sebagai sastra atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Apa kelemahan Ayat-Ayat Cinta?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling lemah, kalau menurut saya, adalah nafsunya pada kebenaran. Begitu bernafsu untuk menunjukkan kebenaran. Tapi dia mengakui ini novel dakwah, jadi nggak masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi saya, kalau sastrawan bernafsu untuk menyampaikan kebenaran itu tidak menarik. Sastra bukan untuk alat berdakwa, tapi untuk mempergulatkan nilai-nilai. Sastra itu selalu menghargai membuka persoalan. Bukan berakhir dengan kata amin seperti bila kita berada di masjid atau di gereja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-2698284743923373436?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/2698284743923373436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=2698284743923373436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2698284743923373436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2698284743923373436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/03/ayu-utami-soal-ayat-ayat-cinta.html' title='Ayu Utami Soal Ayat Ayat Cinta'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-6569689095308186310</id><published>2008-03-25T01:26:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T01:35:54.728-07:00</updated><title type='text'>Ayat Ayat Setan di Balik Ayat Ayat Cinta</title><content type='html'>Film Ayat Ayat Cinta (AAC) memikat 3 juta penonton. Novelnya terjual lebih dari 400 ribu eksemplar. Sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda menyebut AAC sebagai puncak karya fiksi Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadun yang adalah redaktur sastra Raepublika merupakan orang yang menawari novel itu untuk dijadikan cerita bersambung di Republika. Habiburrahman El Shirazy, si penulis novel, menjadi salah satu 'murid' saat Ahmadun memberikan pelatihan menulis dalam diklat penulisan di Al Azhar, Kairo Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kisah AAC diterbitkan menjadi sebuah novel? Apa pendapat Ahmadun yang juga seorang sastrawan itu tentang AAC? Berikut wawancaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Bisa diceritakan bagaimana Ayat Ayat Cinta kemudian diterbitkan Republika? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib (Habiburrahman El Shirazy) itu salah seorang peserta diklat penulisan fiksi yang diadakan mahasiswa Mesir Al Azhar. Saya menjadi salah satu pembicara yang diundang ke sana. Terus dia pulang ke Indonesia bikin novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya dia mau menerbitkan sendiri lewat Basmala, penerbit milik Habib. Dia menelepon saya minta diberikan pengantar. Datanglah ke rumah saya di Pamulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu ditunjukkan naskahnya, saya lihat judulnya menarik. Mengingatkan pada Ayat-Ayat Setan. Kok ada Ayat-Ayat Cinta? Orang pasti ingin tahu apa isinya. Nah lalu saya tawari agar dimuat sebagai cerita bersambung dulu di Republika. Saat itu saya belum membacanya, tapi sangat tertarik dengan judulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saya niatnya menolong. Dia (Habib) itu kan korban kecelakaan. Ia ingin merintis pesantren dan penerbitan. Nah saya ingin meringankan. Dia setuju untuk dimuat di Republika maka jadilah cerbung di Republika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kemudian banyak yang tertarik dan mengirim SMS minta novel itu dibukukan. Ada beberapa penerbit yang juga menelepon ingin menerbitkannya. Tapi Republika kan punya penerbit buku sendiri dan setelah saya sampaikan penerbit tertarik dan lantas minta Habib untuk diterbitkan di Republika.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Apa kekuatan Ayat Ayat Cinta sehingga bisa laris?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan pertama ya judulnya, seperti yang saya jelaskan tadi. Kedua, pada keteladanan tokoh Fahri. Menurut saya, ini merupakan puncak idealisasi fenomena fiksi islam. Saat itu kan lagi fiksi Islami berkembang sebagai sebuah fenomena. Kita belum menemukan puncaknya seperti apa. Kemudian muncullah Ayat-Ayat Cinta dengan mengangkat teladan tokoh yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teladan tokoh ini penting bagi pembaca muda maupun pembaca perempuan dan keluarga yang memang merindukan bacaan yang mencerahkan. Fahri ini mengandung keteladaan, bisa jadi teladan perjuangan, sikap keislaman. Dan itu ternyata pas untuk kebutuhan pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan ketiga, romantismenya. Ini novel romantis yang Islami. Jarang kisah cinta segiempat didekati secara Islami. Di novel itu kan, pergaulan mereka sangat Islami.Ternyata masyarakat kita masih terpikat atau terpesona kisah yang romantis. Yang namanya novel romantis selalu laris. Misalnya novelnya Hamka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adakah faktor dari luar yang menyebabkan novel ini laris?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saat itu masyarakat jenuh dengan novel yang mengumbar seks. Saya berpikir ini bisa jadi novel alternatif. Ini puncak fiksi Islami yang memberikan pencerahan, jadi banyak dicari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah saat menawari untuk jadi cerbung di Republika, anda sudah membayangkan AAC akan meledak? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini di luar bayangan saya. Saya memang membayangkan novel ini akan laris. Tapi kalau sampai &lt;em&gt;best seller &lt;/em&gt;bahkan &lt;em&gt;mega best seller &lt;/em&gt;itu di luar dugaan. Saya membayangkannya selaris buku Islami lainnya. Tapi kan ternyata bisa selaris bahkan mungkin lebih laris dari Saman Ayu Utami, ini luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa kelemahan novel AAC?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan? Pendekatan sastra murni belum masuk ke sana. Nilai sastra agak kurang. Tapi sebabagi novel pop yang Islami cukup kuat. Dalam pengkajian forum sastra yang akademis, novel ini dianggap novel pop saja, seperti karya La Rose dan Marga T, cuma Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Soal tokoh Fahri bagaimana?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai novel pop yang romantis, tokohnya memang tidak beda jauh dengan dongeng, di mana yang dihadirkan tokoh impian. Ya laki-laki ideal menurut penulisnya ya seperti Fahri. Dalam realitasnya nggak ada. Namanya dongeng kan tidak membumi seperti cverita pangeran katak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anda sudah melihat filmnya? &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah. Untuk filmnya punya logika hiburan tersendiri. Di film sepertinya mengekploitasi romantisme, jadi betul-betul diekploitasi agar bisa nangis. Karakterisasi dan keteladanan Fahri kurang malah ada tambahan soal poligami sebagai pengembangan naskah. Tentu saya kecewa juga. Tapi di sisi lain saya mencoba memahami logika dunia hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak sekuat novelnya. Tapi tetap ada manfaatnya, aspek pencerahan masih ada, misalnya sikap keilslaman Fahri yang membela perempuan dan tetap membawa Islam yang damai dan ramah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-6569689095308186310?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/6569689095308186310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=6569689095308186310' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/6569689095308186310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/6569689095308186310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/03/ayat-ayat-setan-di-balik-ayat-ayat.html' title='Ayat Ayat Setan di Balik Ayat Ayat Cinta'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-1818374571115244489</id><published>2008-03-12T23:34:00.000-07:00</published><updated>2008-03-13T00:02:15.901-07:00</updated><title type='text'>Ayat-Ayat Cinta, Kampanye Poligami &amp; Perlawanan Atas Hantu</title><content type='html'>Film 'Ayat-ayat Cinta' (AAC) menjadi buah bibir akhir-akhir  ini. Orang berbondong-bondong&lt;br /&gt;mendatangi bioskop untuk menonton film  ini. Tidak hanya anak gaul yang datang, tapi kelompok 'religius' yang  dikenal 'mengharamkan' bioskop pun ikut pula antre untuk membeli tiket film  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih menariknya Ayat-Ayat Cinta? Seorang ibu-ibu pengajian  sampai dua kali menonton film besutan Hanung Bramanto tersebut. Kata si ibu  itu, film yang bertutur kisah cinta Fahri dengan empat perempuan itu,  sangat bagus. Ia sampai terhanyut dan meneteskan air mata saat  menontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya seorang lelaki yang suka dugem, memuji habis film  ini. Katanya, dengan menonton&lt;br /&gt;film itu ia bisa belajar tentang agama dan  bisa mengerti indahnya Islam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, seorang teman saya lainnya,  perempuan berjilbab menyatakan, AAC sebagai film buruk. Saya tersenyum. Saya bisa menerka alasan teman saya ini.  Ia adalah pelahab karya-karya&lt;br /&gt;'serius'. Ia pembaca karya-karya Karen Amstrong  dan Martin Lings. Ia tidak suka karya pop. AAC bagi teman saya itu,  barangkali terlalu ringan dan kurang 'berisi'. AAC, katanya, kisah cinta yang  tidak masuk akal yang dibungkus 'agama'. "Saya nggak mau dibodohi dengan  karya seperti itu," ketus teman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa menariknya AAC? Kalau  saya tertarik AAC karena kontroversinya. Seorang ulama berpendapat,  film ini lebih berbahaya  daripada film maksiat. Menonton film ini lebih  banyak mudaratnya daripada manfaatnya bagi umat Islam. Mengantre film ini  misalnya, membuat&lt;br /&gt;seorang muslim sampai melupakan kewajiban  utamanya, yakni salat. Saking banyaknya dampak negatif film ini, Ayat-Ayat  Cinta pun diplesetkan menjadi Ayat-Ayat Setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang peduli  soal gender, mengkritisi film ini sebagai ajang kampanye poligami  terselubung. Pasalnya Fahri, tokoh utama AAC, yang digandrungi empat  orang perempuan (Aisha, Maria, Nurul dan Noura), akhirnya menikah untuk  kedua kalinya. Padahal ia telah&lt;br /&gt;sepakat dengan syarat Aisha, istrinya  untuk hanya mempunyai satu istri. Dalam AAC, memang akhirnya Maria, si  istri kedua  dimatikan. Namun, empat perempuan pemuja Fahri itu, dikisahkan  semua setuju dan ikhlas  dipoligami. AAC memberikan kesan bahwa poligami  bukanlah kemauan laki-laki, melainkan desakan perempuan kepada laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi kontroversinya adalah soal pindah agama. Maria, yang  seorang Kristen Koptik, istri kedua Fahri akhirnya masuk Islam. Adegan ini dikritik tidak peka atas kerukunan beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu serius kontroversi tersebut? Ha ha  ha ha, bisa saja. Tapi juga bukan tidak mungkin kontroversi itu bukanlah  persoalan yang bisa dianggap 'hanya dilebih-lebihkan'. Soal kontroversi ini,  silakan saja bagaimana anda menyikapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, terlepas dari  kontroversi yang makin melambungkan film ini,  AAC adalah sebuah  fenomena. Saya senang film ini disukai dan laris. AAC, menurut saya adalah  kisah sukses perlawanan atas hegemoni rumus film laris.  Selama ini, seperti  ada rumusan tidak tertulis bahwa film yang laris adalah fim horor dan  kisah cinta ABG. Maka film-film hantu dan cinta&lt;br /&gt;ABG bertaburan di  bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata Ayat-Ayat Cinta yang tidak mengangkat kedua  tema tersebut, justru meledak. Hanya dalam waktu kurang 2 minggu diluncurkan,  menurut humas MD Picture&lt;br /&gt;yang memproduksi film ini, 2,5 juta orang  telah menonton film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap fenomena AAC akan menjadi  trend baru bagi perfilman Indonesia. Setelah film Fatahillah yang sempat  menggemparkan itu, film 'agamis' nyaris hilang dari perfilman Indonesia. Saya  berharap lahirnya AAC akan diikuti munculnya film-film agamis  lainnya. Harapan saya ini semoga tidak berlebihan, apalagi Hanung  menjanjikan setelah AAC ini, ia akan menggarap&lt;br /&gt;film KH Ahmad Dahlan. Jadi  selamat datang film-film agamis!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-1818374571115244489?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/1818374571115244489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=1818374571115244489' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1818374571115244489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1818374571115244489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/03/ayat-ayat-cinta-kampanye-poligami.html' title='Ayat-Ayat Cinta, Kampanye Poligami &amp; Perlawanan Atas Hantu'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-6821569520890569675</id><published>2008-03-10T23:35:00.000-07:00</published><updated>2008-12-12T23:01:23.220-08:00</updated><title type='text'>Cepat Pintar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R9Yo_Kxh64I/AAAAAAAAABw/USLmwNrZxq0/s1600-h/uwen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R9Yo_Kxh64I/AAAAAAAAABw/USLmwNrZxq0/s320/uwen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176369887397931906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Duh sayang, nggak kerasa kamu sudah gede. Sudah bisa jalan dan pintar. Padahal selalu ibu tinggal kerja. Pagi hanya sebentar menemanimu. Malam juga sekejap menggendongmu sebelum kau tidur. Maafkan ibu ya sayang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-6821569520890569675?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/6821569520890569675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=6821569520890569675' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/6821569520890569675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/6821569520890569675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/03/cepat-pintar.html' title='Cepat Pintar'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R9Yo_Kxh64I/AAAAAAAAABw/USLmwNrZxq0/s72-c/uwen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-7143371893243572298</id><published>2008-03-10T23:12:00.001-07:00</published><updated>2008-12-12T23:01:23.392-08:00</updated><title type='text'>di Langkawi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R9Yk5Kxh63I/AAAAAAAAABo/OBcthN5Gwao/s1600-h/akunkapal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R9Yk5Kxh63I/AAAAAAAAABo/OBcthN5Gwao/s320/akunkapal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176365386272205682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto sebentar di Langkawi, Malaysia, sebelum makan siang usai naik cable car. Sayang aku lupa nama tempat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-7143371893243572298?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/7143371893243572298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=7143371893243572298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/7143371893243572298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/7143371893243572298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/03/di-langkawi.html' title='di Langkawi'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R9Yk5Kxh63I/AAAAAAAAABo/OBcthN5Gwao/s72-c/akunkapal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-1301832814536876256</id><published>2008-02-27T22:42:00.001-08:00</published><updated>2008-03-10T22:49:48.798-07:00</updated><title type='text'>Kepemimpinan 'Partnership' Suami</title><content type='html'>oleh: Zaim Uchrowi           &lt;div class="blog"&gt;          &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Selama juli kemarin, saya dan anak-anak empat kali ditinggal istri. Mula-mula ia pergi ke Singapura. dua hari disana. Senin berikutnya, ia terbang ke Kamboja dan baru pulang Jum'at malam. Seninnya lagi, ia berangkat ke Srilangka.lagi-lagi pulang jumat. Dua hari kemudian ahad, ia terbang ke San Fransisco, hingga ahad berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi itu tak lazim bagi kebanyakan keluarga kita. Bagi keluarga saya yang demikian itu sudah semakin menjadi biasa. Ira istri saya, belakangan ini semakin sering pergi. Dalam sebulan, rata-rata ia tiga kali keluar negeri. terutama sejak ia ditunjuk sebagai manajer Divisi Vendor Compliance untuk wilaya Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu Ira hanya menangani 80 pabrik di Indonesia. mulai dari Medan, Batam-Bintan hingga Pasuruan. Dengan pekerjaaanya itu, Ira harus memastikan bahwa 80.000 buruh yang bekerja untuk pabrik-pabrik suplier perusahaanya-sebuah industri garmen Amerika dan kini terbesar sedunia-mendapat perlakuan secara memadai. Setidaknya agar mereka tidak diperas pabrik, mendapat haknya secara wajar, mendapat lingkungan kerja yang memadai untuk ukuran industri, serta keselamatan kerjanya pun terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini jangkauan Ira diperluas. Kini ia harus bertanggung jawab atas kondisi pekerja sekitar 350 pabrik di Asia Tenggara. Indonesia tentu saja Singapura, Malaysia Kambojadan Brunei. Ia harus memonitor secara detil iklim kerja diseluruh pabrik tersebut, sekaligus mempelajari undang-undang tentang ketenagakerjaan setiap negara. Ia harus berdebat dan 'menaklukan' para pengusaha yang nakal, sekaligus meyakinkan kawannya dari divisi lain yang berkepentingan menjalin bisnis dengan pengusaha tersebut. Hampir semua mereka beretnis Tionghoa dari berbagai negara. Tak satupun Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya Insya Allah, tidak terganggu sama sekali dengan kesibukan Ira yang sangat padat tersebut. Setidaknya sejak saya memutuskan untuk memperistri Ira, 1987 lalu. Sedari kecil ia bukan sosok yang "baik-baik" tinggal di rumah. Mungkin karena kehilangan figur ayahnya yang meninggal , ia mencari lewat berbagai kegiatan. Drama di waktu SD, pramuka dan kegiatan Masjid di waktu SMP, serta Osis (ia salah seorang ketua) di SMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menikah, ia baru kuliah tingkat satu. Saya harus hijrah kembali ke Jakarta (dari Surabaya) sedangkan ia berada di Malang, sambil harus membesarkan anak seorang diri. Ira dapat menyelesaikan kuliahnya tepat waktu di Universitas Brawijaya bahkan menjadi salah satu lulusan terbaik di fakultasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, tujuh tahun digerakan konsumen memberinya akses yang luas pada jaringan Internasional. Para aktifis gerakana yang mempromosikan ASI-dan menentang penggunaan susu formula bagi bayi-dunia terutama dari kalangan IBFAN (International Baby Food Action Network) mengenalnya dengan baik. Desember lalu ia bahkan diminta oleh IBFAN untuk mewakili Asia-kemudian bahkan Dunia-untuk menerima penghargaan Right Liverhood Award yang di Swedia diisitilahkan sebagai "Nobel Alternatif".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ira di usianya kini 31 tahun-berpidato di depan parlemen Swedia. Lengkap dengan jilbabnya pula. Esoknya, fotonya pun muncul dibeberapa surat kabar setempat. Juli, di tahun yang sama Ira juga memberi pidato puncak pada sekitar 500-an manajer perusahaanya dari seluruh dunia di San Fransisco. "Dari sepuluh ribu karyawan di seluruh dunia, kurang dari sepuluh yang&lt;br /&gt;muslim. Itu pun hanya saya yang berjilab", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terpilih untuk mewakili sebagai Vendor Compliance Officer terbaik di seluruh dunia. Haruskan saya, sebagai pimpinan rumah tangga, membunuh seluruh potensi itu dengan memaksanya untuk tinggal di rumah? sedangkan ia terbukti mampu berbuat banyak untuk masyarakat, menyelamatkan banyak generasi mendatang dengan mempromosikan ASI, memperjuangkan nasib puluhan ribu buruh pabrik (termasuk memperjuangkan hak buruh-buruh etnis Champa untuk memperoleh Mushalla di Kamboja), juga menjadi "PR Islam" untuk lingkungannya, yakni bahwa seorang muslim, baik laki-laki atau perempuan dapat menjadi seorang yang terbaik, intelektualitas maupun profesionalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan begitu kepemimpinan saya sebagai suami goyah?. Apakah saya tak mampu menghidupi keluarga saya bila Ira menghentikan kariernya? Insya Allah tidak. Saya tidak menyoal sama sekali ayat populer "Arrijalu qowwamuna' alannisa," meskipun banyak tafsir yang berkembang soal ayat itu.Saya bertanggung jawab sepenuhnya terhadap 'arah dan 'warna' keluarga saya. Hanya barangkali pola kepemimpinan saya sedikit berbeda dengan pola kepemimpinan kebanyakan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang pun, jika mau saya dapat menggunakan otoritas saya sebagai pemimpin keluarga tanpa Ira dapat menolaknya. Tapi saya merasa , cara kepemimpinan demikian tidaklah benar. Di masa sekarang, apalagi mendatang, gaya kepemimpinan 'partnership' lebih sesuai dibandingkan dengan gaya kepemimpinan 'otortier' (maaf sebenarnya ini bukan istilah yang&lt;br /&gt;tepat), dalam keluarga sekali pun. Dalam gaya kepemimpinan ini, yang menjadi kunci bukan lagi dominasi sikap, pemikiran ataupun tindakan suami. Baik itu disampaikan secara tegas, maupun dengan sangat halus dan lembut. Dalam kepemimpinan 'prtnership' yang lebih diperlukan adalah diskusi, dialog untuk mendapatkan format yang terbaik dalam keluarga. Dialog tersebut harus terus dikembangkan karena setiap hari kita menghadapi situasi baru. Indikator sederhana tingkat dialog tersebut adalah seberapa sering suami istri mendiskusikan situasi, keadaan, pola, hingga posisi yang dikuasai masing-masing dalam berhubungan intim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pola kepemimpinan ini, pemimpin tidak menempatkan diri untuk "menggurui" atau mendikte. Walaupun dilakukan secara halus. Pemimpin perlu menempatkan diri sebagai moderator yang cerdas, yang mampu mengeksplorasi seluruh gagasan dan pikiran anggota keluarga, lalu membuat sintesa yang paling baik dan diterima semua pihak. Acapkali suami 'takut' untuk berdiskusi. Banyak suami tidak siap bila sang istri mengambil peran yang cukup besar di rumah tangga dan merasa "kehilangan harga diri". seolah tugas suami selalu mencari nafkah, sedangkan adalah tugas istri adalah menangani seluruh tugas domestik atau pekerjaan rumah tangga.padahal cukup banyak variasi yang dimungkinkan dalam pola hubungan suami-istri. Semuanya tergantung dari karakter masing-masing pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola hubungan Muhammad-Khadijah sangat berbeda dengan pola hubungan Muhammad-Aisyah. Karakter keluarga saya, kebetulan lebih dekat dengan pola pertama dibanding kedua. Tanpa banyak diskusi, saya khawatir, kebahagiaan keluarga yang diidamkan hanya akan dicapai secara semu. Perempuan dan anak-anak akan cenderung menajdi 'korban'. Acapkali istri terpaksa menerima 'kodrat-nya', mengubur dalam-dalam potensinya untuk dapat berperan langsung dalam masyarakat, sepenuhnya menjadi 'mahluk domestik', sekedar menjalankan fungsi reproduksi (yang tidak mungkin tak merasakan kenikmatannya sebagaimana yang dirasakan sang suami), serta kehilangan identitas dirinya karena ia telah menjadi "ummu....atau umminya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan penganjur wanita untuk berkarier dan saya juga bukan saya juga bukan penganjur wanita untuk dirumah saja...setiap orang punya kecenderungan masing-masing. Biarkan kecenderungan itu tumbuh tanpa dipatahkan . Tinggal bagaimana mengelolanya secar baik, sesuai dengan keadaan masing-masing. Khadijah adalah insvestor bisnis perdagangan antar bangsa pada zamannya. Barangkali sekelas George Soros atau Rupert Murdoch sekarang. Sedangkan Aisyah mewarnai rumah tangga dengan kemanjaannya. Muhammad saw tidak memukul rata mereka untuk menjadi seragam: istri adalah penunggu dan pekerja domestik bagi suami dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi suami dengan pola kepemimpinan 'partnership' istri di rumah atau berkarier sama baik. asalkan pilihan itu sudah dipertimbangkan secara cermatdan benar-benar menjadi pilihan hati sang istri. Pemaksaan apakah untuk tinggal di rumah atau untuk bekerja, pada dasarnya mengingkari prinsip islam agar setiap umatnya kritis, berhati tulus dan berfikir merdeka hanya dengan mengilahkan-Nya. Sayang banyak suami yang lebih banyak mengikuti naluri primitifnya male chauvinistic ketimbang menengok teladan Muhammad terutama dalam berkeluarga denagn ummul mukminin, Khadijah) meskipun sambil mengutip hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja pendapat saya ini keliru karena keterbatasan ilmu agama saya. tapi saya berdoa, mudah-mudahan Allah memberi jalan yang baik bagi keluarga saya. jalan baik itu , Insya Allah hanya akan diberikan bila suami istri saling respek. Secara lahiriah , itu kami wujudkan setiap habis sholat berjama'ah. Ira selalu mencium tangan saya dan saya ganti mencium tangan Ira. Saya akan memijat kaki Ira, bila ia capek. ia pun akan memijat kaki saya bila saya capek. bagi saya Ira bukan hanya istri, ia juga sahabat terbaik saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-1301832814536876256?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/1301832814536876256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=1301832814536876256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1301832814536876256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1301832814536876256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/02/kepemimpinan-partnership-suami.html' title='Kepemimpinan &apos;Partnership&apos; Suami'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-1119875212961318527</id><published>2008-02-23T19:49:00.001-08:00</published><updated>2008-02-23T19:51:44.169-08:00</updated><title type='text'>Hantu Makan di Malaysia</title><content type='html'>Setelah berputar-putar mengunjungi sejumlah obyek wisata di Langkawi, Malaysia, akhirnya kami mampir di sebuah restoran di pinggir jalan. Namanya restoran Nelayan, berdiri di Jalan Bukit Malut, Langkawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski namanya restoran, jangan bayangkan tempat itu merupakan sebuah restoran besar nan mewah seperti umumnya restoran di Jakarta. Tampilan restoran Nelayan hampir mirip sebuah warung Tegal (warteg) atau kafe tenda di pinggiran jalan di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bedanya, jika warteg dan kafe tenda Jakarta, bising oleh lalu lalang lalu lintas dan asap kendaraan bermotor, Restoran Nelayan sungguh berbeda. Udaranya sejuk, sebab ada sebuah hutan kecil di samping restoran. Sambil makan, pengunjung pun bisa melihat sejumlah kera bermain-main di ranting pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menu yang disajikan di restoran ini, sesuai namanya, adalah masakan seafood, aneka ikan, cumi-cumi dan lalapan. Pengunjung bisa memilih sendiri menu yang akan dimasak. Kami meminta ikan untuk dibakar, sementara cumi-cumi digoreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat disajikan, aroma ikan bakar sungguh menggoda. Lalapan dari daun jambu mede, timun dan selada sudah kami siapkan di meja. Dan tidak lupa sambalnya, yang wow pedasnya sungguh berasa.Kami, empat wartawan dari Indonesia dan dua peneliti ISIS Malaysia, Ibu Wan Portia Hamzah dan Ibu Zainab dengan bersemangat langsung menyantap hidangan tersebut. Makan di restoran Nelayan seolah menebus keluhan kami yang belum menemukan makanan yang 'nendang' selama empat hari berada di Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Malaysia, Restoran Nelayan, meski kecil dan sederhana, cukup di kenal namanya. Sejumlah menteri Malaysia yang datang ke Langkawi, banyak yang sudah mencicipi makanan olahan Bapak Abdul Rasyid Hasyim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal rasa, menurut saya sih, hampir sama dengan masakan seafood yang tersebar di sejumlah pinggir jalan di Jakarta. Tapi tempatnya yang sungguh berbeda dengan pemandangan alami hutan lengkap dengan kera-kera berlompatan, sungguh menimbulkan atmosfir yang berbeda . Maka jangan heran jika di Restoran Nelayan, kami pun jadi "hantu makan". Ini sebutan orang Malaysia untuk seseorang yang sangat suka makan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-1119875212961318527?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/1119875212961318527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=1119875212961318527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1119875212961318527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1119875212961318527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/02/hantu-makan-di-malaysia.html' title='Hantu Makan di Malaysia'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-4434029265486335271</id><published>2008-02-19T22:54:00.001-08:00</published><updated>2008-12-12T23:01:23.794-08:00</updated><title type='text'>Polisi Malaysia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R7vPYKmdnvI/AAAAAAAAABI/zigJp2HW1Wk/s1600-h/fotodgwakilpolisi1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R7vPYKmdnvI/AAAAAAAAABI/zigJp2HW1Wk/s320/fotodgwakilpolisi1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168953011407265522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibu Suzanna Masmir, Wakil Kepala Polisi Diraja Malaysia &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dato Ismail Haji Omar dan aku di Markas Besar Polisi Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi Malaysia digaji besar. Mereka juga diwajibkan memakai pin bertuliskan "Saya Anti Rasuah". Rasuah artinya korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi beberapa orang di Malaysia memplesetkan "Saya Anti Rasuah" dengan "Saya Nanti Rasuah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi tetap banyak dilakukan oleh polisi Malaysia. Menurut salah seorang aktivis TKI, TKI biasanya menyuap polisi Malaysia dengan menyatakan, ini uang untuk minum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-4434029265486335271?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/4434029265486335271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=4434029265486335271' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/4434029265486335271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/4434029265486335271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/02/polisi-malaysia.html' title='Polisi Malaysia'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R7vPYKmdnvI/AAAAAAAAABI/zigJp2HW1Wk/s72-c/fotodgwakilpolisi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-7817457594048674500</id><published>2008-02-19T22:36:00.001-08:00</published><updated>2008-12-12T23:01:23.963-08:00</updated><title type='text'>Perempuan Malaysia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R7vK6KmdnuI/AAAAAAAAABA/rzwkjSAcGDo/s1600-h/iindandirjenperempuan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R7vK6KmdnuI/AAAAAAAAABA/rzwkjSAcGDo/s320/iindandirjenperempuan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168948097964678882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku dan Dirjen Kementerian Pembangunan, Keluarga dan Masyarakat Malaysia. Perempuan Malaysia juga membenci poligami. "Di dunia bagian mana pun tidak ada perempuan yang mau dipoligami," kata Menteri Perempuan Malaysia Shahrizat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-7817457594048674500?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/7817457594048674500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=7817457594048674500' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/7817457594048674500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/7817457594048674500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/02/perempuan-malaysia.html' title='Perempuan Malaysia'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R7vK6KmdnuI/AAAAAAAAABA/rzwkjSAcGDo/s72-c/iindandirjenperempuan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-2878135563483106898</id><published>2008-01-17T01:47:00.000-08:00</published><updated>2008-01-17T01:55:46.261-08:00</updated><title type='text'>Soeharto: Die Hard 1</title><content type='html'>&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto: Die Hard &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:20;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:18;"&gt;1.Hari-Hari Akhir Jenderal Besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Januari 2008 &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mantan presiden Soeharto kritis. Untuk kesekian kalinya, Soeharto yang setelah lengser sejak 1998 berkali-kali jatuh sakit, kembali harus dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Tapi kali ini, kesehatan Soeharto benar-benar memburuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pria yang memimpin Indonesia selama 32 tahun ini harus menginap di rumah sakit sampai belasan hari. Selama di rawat itu pun ia berkali-kali mengalami kritis. Sejak masuk RS pada 4 Januari 2008, kondisinya terus naik turun. Membaik. Menurun. Gawat. Kritis. Masih kritis. Sangat kritis. Membaik. Begiru kata yang sering dilansir tim dokter kepresidenan untuk menggambarkan kondisi kesehatan Soeharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sepanjang tahun 1999-2007, Soeharto berkali-kali masuk rumah sakit. Awalnya ia mengalami stroke ringan pada 20 Juli 1999. Akibat stroke itu, mulut Soeharto menjadi miring, ia pun harus dirawat selama 10 hari di RSPP sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Namun sebulan berselang, Soeharto harus dirawat lagi karena mengalami pendarahan di usus saat hendak mengambil air wudu untuk salat subuh di kediamannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tahun 2000, mantan presiden ini tercatat 3 kali dibawa ke rumah sakit. 2001, Soeharto menjalani operasi usus buntu dan untuk pertama kalinya dipasang alat pacu jantung permanen. Akhir tahun ia dinyatakan kritis dan dibawa kembali ke RSPP. Namun meski kritis Soeharto selamat. Bahkan tahun 2002, Soeharto berziarah ke makam Tien Soeharto di Astana Giribangun, Mangadeg, Karanganyar. Dia tampak sehat dan segar serta mampu berjalan sendiri tanpa dipapah maupun menggunakan tongkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Selanjutnya tahun 2003, kesehatan Soeharto kembali memburuk dan dilarikan ke RSPP karena mengalami pendarahan di saluran pencernaan. Tahun 2004, p&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;endarahan saluran pencernaan kembali menyerang Soeharto.Tahun ini Soeharto dibawa ke RSCM dan diperiksa tim dokter independen. Tiga kali memeriksa, tim dokter RSCM&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyatakan, Soeharto menderita cacat psikologi permanen.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tahun 2005, Soeharto masuk RSPP lagi dengan sakit yang sama, pendarahan usus. Namun, tim dokter menilai kondisi Soeharto relatif cukup aman sehingga ia pun boleh pulang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemudian tahun 2006, setelah tampil di muka publik dalam beberapa kesempatan seperti pernikahan cucu dan pertemuan dengan mantan PM Singapura Lee Kuan Yew, Soeharto lagi-lagi dirawat di RSP Pertamina. Kali ini Soeharto kritis. Keluarga Cendana menyatakan pasrah jika Soeharto dipanggil Tuhan sewaktu-waktu.Namun ternyata Soeharto membaik. Bahkan tahun berikutnya 2007, tidak ada kabar Soeharto masuk rumah sakit lagi. Hingga kemudian tahun 2008 ini ia kembali masuk rumah sakit dan dinyatakan kritis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bila merunut riwayat sakitnya, terlihat Soeharto sungguh tangguh. Berkali-kali sakit selama bertahun-tahun, ia selalu lolos dari maut. Ia sakit, sembuh. Sakit lagi, membaik. Kritis, membaik dan selamat. Begitu kejadian berulang-ulang, selalu lolos dari maut. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Orang yang kagum dengan Soeharto, bilang, mantan presiden ini sungguh sakti. Banyak orang yang percaya Soeharto memiliki kesakten alias kesaktian sehingga bisa selalu lolos dari maut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto sebagai orang Jawa, diyakini melakukan laku atau ritual mistis sehingga ia memiliki kesaktian. Orang-orang dekat Soeharto pun membenarkan. Pria kelahiran Desa Kemusuk, Argomulyo, Godean, Yogyakarta itu pernah berguru spiritual kepada Romo Marto Pangarso. Menurut cicit Romo Marto, Lia Hermin Putri, Soeharto baru bisa meninggal bila &lt;i style=""&gt;pulung&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;ageman&lt;/i&gt; atau jimat pusaka yang dipakainya dicabut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tapi lepas dari sisi mistis yang mengelilinginya, sosok Soeharto benar-benar tangguh. Ia tak ubahnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;polisi John McClane. Dalam film Die Hard, polisi yang diperankan Bruce Willis ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;nggak&lt;/i&gt; ada &lt;i style=""&gt;matinye&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;Lagi-Lagi Kembali ke Kiai Maja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jumat, 4 Januari 2008&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt; Hari sudah siang. Jalan Cendana seperti hari-hari biasanya, sepi. Mantan presiden Soeharto berada di rumahnya. Sudah lima hari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia tidak sehat. Pria sepuh ini merasa lemas. Tubuhnya bengkak-bengkak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tim dokter sudah berusaha memberikan tindakan medis di rumah tetapi rupanya tidak memadai. Akhirnya dengan diantar putri tertuanya, Siti Hardiyanti Rukmana, s&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;ekitar pukul 13.00 WIB, pria sepuh itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Rumah Sakit di Jalan Kiai Maja, Jakarta Selatan itu sudah menjadi langganan Soeharto bila sakit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Pukul 14.30 WIB, Soeharto sampai di Rumah Sakit dan dirawat di &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;lantai 5B Belida, president suite I-II nomor 536&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; untuk menjalani rawat inap. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;M Assegaf, pengacara Soeharto, menyatakan tidak ada yang serius dengan penyakit &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pria berumur 87 tahun itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketua tim dokter Soeharto, Dr Mardjo Soebandono juga menyatakan hal senada. Menurut Soebandono, Seoharto hanya menjalani check up biasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Meski dinyatakan tidak ada yang serius, perawatan yang dilakukan terhadap Soeharto tidak main-main. Mantan presiden itu harus menjalani USG dan CT Scan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia juga dipasangi infus dan alat pengontrol cairan tubah (CVC).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pjs Direktur RSPP Djoko Sanjoto dalam jumpa pers menyatakan, Soeharto dibawa ke rumah sakit setelah merasa lemas akibat kadar hemoglobinnya rendah. Ia juga mengalami penimbunan cairan di seluruh tubuhnya. Meski mengalami penimbunan cairan di seluruh tubuhnya, Soeharto masih sadar 100 persen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menyusul masuknya Soeharto, seperti biasa penjagaan RSPP diperketat. Tiga satpam tampak berjaga-jaga di depan kamar Soeharto. Lorong yang mengarah ke ruang &lt;i style=""&gt;president suite&lt;/i&gt;, tempat Soeharto dirawat, dipasangi sekat kayu setinggi 1 meter yang dilapisi kain warna putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya, anak-anak Soeharto telah berkumpul di RSPP. Tutut, Titik, Mamik, Bambang dan Sigit menemani mantan presiden tersebut. Mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto yang merupakan mantan menantu Soeharto, konglomerat Sudwikatmono dan mantan KSAD Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar dan mantan Mensesneg Moerdiono juga datang. Hanya Hutomo Mandala Putra alias Tommy yang belum muncul. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;Presiden dan Wapres Membesuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;5 Januari 2008&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memasuki hari kedua dirawat, kondisi kesehatan Soeharto semakin menurun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Keadaan umumnya masih lemah, tekanan darah 80/50, mmHg jantung dan paru-paru masih belum membaik dengan obat-obatan yang diberikan. Penumpukan cairan di seluruh tubuh makin bertambah, terutama di paru-paru. Pemeriksaan di laboratorium memperlihatkan Hb Soeharto menurun 8,3 gr% dan fungsi ginjal juga makin turun.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Tim dokter berhasil mengurangi cairan yang menumpuk di bagian tangan dan kaki Soeharto. Namun cairan yang berkumpul di perut belum bisa diatasi. Ketua Tim Dokter Kepresidenan Dr Mardjo Soebiandono. menyatakan, sakit Soeharto sangat komplek. Fungsi jantung, paru-paru dan ginjalnya, menurun. Kesaksian Fuad Bawazier dan Haryono Suyono, yang datang menjenguk mantan penguasa 32 tahun Indonesia itu, Soeharto dalam keadaan kritis. Menurut Haryono, ada 40 dokter yang menangani Soeharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada hari ini, Presiden SBY menjenguk Soeharto. SBY datang sekitar pukul 11.00 WIB dan kunjungan itu berlangsung sekitar 12 menit.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut Haryono, Pak Harto masih bisa bicara. Dia bahkan mengucapkan terima kasih telah dijenguk Presiden SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY yang hanya diam saat membesuk Soeharto di RSPP. Tapi ternyata SBY kemudian menggelar jumpa pers di Kantor Presiden . SBY menyampaikan kondisi Soeharto yang kritis dan mengimbau memanjatkan doa. "Setelah menjenguk kondisi Pak Harto, saya mendapat laporan dari tim dokter, beliau dalam kondisi yang kritis," kata SBY yang didampingi Wapres JK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turut hadir di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Sabtu, 5 Januari 2008, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;antara lain 3 Menko, Seskab Sudi Silalahi, Mensesneg Hatta Rajasa, Menag Maftuh Basyuni, dan Ketua Wantimpres Ali Alatas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;SBY menyatakan, pemerintah memberikan bantuan medis kepada Pak Harto,&lt;br /&gt;seperti dilakukan kepada mantan presiden sebelumnya. Tim dokter kepresiden dan tim dokter RSPP bekerja sama melakukan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berdoa saja. Semoga langkah-langkah yang kita ambil ini dapat berjalan baik," ujar SBY yang mengenakan batik lengan panjang warna hijau.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Setelah SBY, berturut-turut datang Mantan Menhankam/Pangab 1998 Kabinet Pembangunan VII Wiranto, Menkes Siti Fadillah Supari dan Gubernur DKI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jakarta Fauzi Bowo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Kemudian pukul 14.15 WIB, usai mendampingi jumpa pers SBY, Wapres Jusuf Kalla bersama Menag Maftuh Basyuni , Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, salah satu Ketua MUI Amidhan dan pimpinan MUI menengok Soeharto.Rombongan Wapres ini memanjatkan doa bagi kesembuhan Soeharto. Penguasa Orba itu meresponsnya dengan menggerakkan kepala. Pembacaan doa untuk Pak Harto dipimpin Ketua MUI Maruf Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Sore harinya sekitar pukul 15.50 WIB, giliran Ketua DPR Agung Laksono yang datang. Selang satu menit, datang mantan Menteri Koperasi era Soeharto Bustanil Arifin bersama istri. Usai menjenguk, Agung meminta pemerintah mengantisipasi jika sesuatu terjadi dengan penguasa orde baru itu. Ia juga meminta agar masalah hukum Soeharto tidak diutak-atik dulu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Malam harinya, Soeharto berangsur mambaik tapi belum melewati masa kritis. Bengkak-bengkak di tangan dan muka penguasa Indonesia selama 32 tahun itu sudah mulai berkurang. Dokter berhasil mengeluarkan 250 cc cairan dari tubuh mantan Presiden Soeharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Malam hari, Pak Harto tertidur didampingi oleh adiknya Probosutedjo dan putrinya, Mbak Tutut. Tommy yang pada hari pertama belum muncul, pada malam hari kedua dirawat itu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;juga sudah ikut menunggui ayahnya. Malam itu Soeharto bisa tidur dengan tenang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;6 Januari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;2008. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Hari ketiga dirawat, kondisi Soeharto lebih menggembirakan. Soeharto sudah bisa tertawa dan wajahnya terlihat cerah&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;. P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;embengkakan di sekujur tubuh Soeharto sudah hilang,  terutama pembengkakan di kakinya. Pak Harto juga sudah mencoba makan bubur. Ia pun masih bisa mengenali orang-orang yang datang menjenguk.  &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;"Bapak sudah bisa tertawa kok. Sudah bisa salaman serta mukanya sudah memerah tidak pucat lagi kayak kemarin," kata mantan Menteri Peranan Wanita Mien Sugandhi seusai menjenguk Soeharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Sementara itu mantan pejabat terus berdatangan menjenguk Soeharto. Seperti mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mantan Menaker Theo L Sambuaga, mantan Menteri Kehakiman Oetojo Oesman, dan mantan menteri Peranan Wanita Tuti Alawiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;7 Januari 2008. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Hari keempat. Soeharto dinyatakan sudah lepas dari masa kritis. Nafsu makannya juga membaik. Namun kondisinya masih lemah. Tekanan darah penguasa Orde Baru itu stabil pada angka 110-120 mmhg. Jantung dan paru-paru Pak Harto juga memperlihatkan perbaikan. Penumpukan cairan di seluruh tubuh berkurang&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Satu lagi kemajuan kondisi kesehatan Pak Harto. Dia sudah bisa pipis sendiri ke WC. Namun saat berjalan ke kamar mandi, penguasa Orde Baru itu tetap ditemani. Soeharto juga sudah diperbolehkan menyantap makanan yang lunak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Pada hari keempat sakit ini, polemik soal kasus hukum Soeharto kembali muncul. Ketua MPR Hidayat Nurwahid meminta agar kasus Soeharto segera diselesaikan. Sementara Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Priyo Budi Santoso meminta agar Soeharto dimaafkan dan kasus hukumnya dihentikan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Sementara Jaksa Agung Hendarman Supandji menyatakan Presiden SBY tidak bisa memberikan pengampunan terhadap Soeharto. Penguasa Orde Baru itu sama sekali tidak memenuhi kriteria untuk menerima pengampunan dari Kepala Negara atas kasus hukum yang melibatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengampunan itu hanya grasi, abolisi, amnesti dan rehabilitasi. Empat alasan itu tidak bisa dipergunakan (pada Soeharto)," kata Jaksa Agung Hendarman Supandji, di Kantor Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;Keluarga Soekarno Memaafkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;8 Januari 2008&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Kesehatan Soeharto menurun memasuki hari kelima dirawat. Produksi urin menurun dan terjadi penumpukan cairan pada paru-paru. Ada tanda-tanda adanya pendarahan melalui urin dan feses sehingga HB turun hingga 7,6 gram persen. Dokter membantah Soeharto koma. Namun dokter melarang &lt;span class="judulberita"&gt;Soeharto menerima tamu. &lt;/span&gt;  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;"Tidak betul (Soeharto koma). Kesadaran beliau baik. Beliau dalam keadaan sadar, tidak koma," kata kata Ketua Tim Dokter Kepresidenan, Dr Mardjo Soebiandono. Sebanyak 25 dokter ahli dikerahkan untuk menangani Soeharto. Saat malam hampir larut, Menkes datang menengok Soeharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Sementara itu polemik soal kelanjutan kasus Soeharto terus berlanjut. Di antara polemik itu, ada tanggapan dari pihak Megawati Soekarnoputri. Pada akhir hidupnya, ayah Mega, mantan Presiden Soekarno tidak mendapat perawatan yang layak saat sakit. Namun Mega menyatakan tidak dendam terhadap Soeharto. Mega mengaku sudah memaafkan kesalahan Soeharto terhadap ayahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;"Katanya (Mega), saya tidak ada dendam sama sekali. Bahkan saya sudah maafkan dari dulu," kata Sekjen PDIP Pramono Anung mengutip pernyataan Mega di Kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Megawati memutuskan tidak menjenguk Soeharto. Tapi anak Soekarno lainnya, Guruh Soekarno pada 12 Januari datang membesuk. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Putra proklamator itu menyatakan tidak pernah mempermasalahkan perlakukan Soeharto terhadap ayahnya. "Tidak mas. Itu tidak pernah kami permasalahkan," kata Guruh di RSPP usai menjenguk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;Diisukan Wafat, Malah Makan Pizza&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;9 Januari 2008&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Hari keenam kondisi mantan Presiden Soeharto membaik berkat mesin. Mantan penguasa Orba ini bahkan meminta minum dan makan kepada putri bungsunya, Siti Hutami Endang Adiningsih alias Mamiek. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Meski kondisinya masih lemah, Pak Harto sudah bisa makan. Menurut pengacara keluarga Cendana, OC Kaligis, penguasa Orba itu memakan pizza. "Bapak makan Pizza Hut. Isinya tomat dan keju. Makannya sedikit-sedikit di antara anak-anaknya," kata OC.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut OC, Pak Harto diperbolehkan makanan asal Italia itu karena HB-nya sudah di atas 10. "Kalau orang sakit, mau makan apa saja kan dikasih," ujar pengacara beken itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Namun pada hari keenam ini, Soeharto justru diisukan meninggal. Isu berhembus kencang setelah beredar kabar Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, pukul 16.00 WIB sudah ditutup guna melancarkan prosesi. Tapi petugas informasi bandara Adi Sumarmo membantahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono kemudian membantah isu meninggalnya Soeharto. Jenderal besar ini masih sadar penuh. Saat itu transfusi darah untuk Soeharto masih terus berlangsung. Tekanan darah Soeharto mencapai 110/50 mm hg. "Secara umum stabil. Masih sadar tapi lemah," tandas Mardjo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Namun sementara itu sejumlah lembaga sudah melakukan antisipasi bila Soeharto meninggal. TNI, misalnya, sudah menyiapkan dua skenario pemakaman. Dua skenario pemakaman Soeharto bersandi CB1 dan CB2. Skenario pertama (CB1), proses pemakaman Soeharto akan melalui rute RSPP-Halim-Adi Sumarmo-Mangadeg. Skenario kedua (CB2), proses pemakaman Soeharto akan melalui rute RSPP-Cendana-Halim-Adi Sumarmo-Mangadeg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua skenario pemakaman bila Soeharto meninggal ini tercantum dalam radiogram dari Mabes TNI. Radiogram ini berkop Markas Besar TNI Staf Operasi Rencana Kegiatan Alpha yang ditandatangani Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen Zamroni, SE.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Dalam salinan radiogram tertanggal 5 Januari 2008 yang didapatkan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;detikcom&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;, dijelaskan secara rinci upacara-upacara penerimaan jenazah. Dalam dua skenario itu, Presiden SBY dijadwalkan menjadi inspektur upacara (irup) di Astana Giri Bangun, Mangadeg, Karanganyar. Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjadi irup di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Malamnya, Wapres Jusuf Kalla menggelar zikir bersama di kediamannya Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Dzikir diikuti oleh 125 santri dari Majelis Dakwah Islamiah Indonesia dan salah satu isinya untuk mendoakan Soeharto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;10 Januari 2008.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hari ketujuh, kondisi fisik Soeharto masih labil. Pernafasan penguasa Orde Baru ini belum sepenuhnya baik, disertai dengan keluhan sesak nafas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;Mengalami Kehidupan Palsu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;11 Januari 2008,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hari kedelapan dirawat di RSPP, kondisi Pak Harto kian gawat. Dokter menyebut kondisinya kritis sekali. Kesadarannya menurun. Pernafasannya memburuk, cepat dan dangkal. Beredar kabar Jenderal Besar ini sudah koma. Wapres Jusuf Kalla (JK) dan Mensesneg Hatta Rajasa datang membesuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada sore hari terjadi penurunan tekanan darah dan tingkat kesadaran. Ketua tim dokter kepresidenan Mardjo Soebiandono menjelaskan, penurunan kesadaran yang dialami Soeharto akibat kegagalan multiorgan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dokter melakukan pertolongan bantuan napas dan pemberian obat-obat untuk mengatasi kegawatan. Beberapa peralatan medis kembali dipasang demi kelangsungan hidup Soeharto.Yang terbaru adalah alat bantu nafas ventilator. Alat itu dipasang karena kondisi Soeharto gawat. "Kondisinya sangat kritis sekali sehingga beliau terpaksa ditidurkan dengan alat bantu nafas ventilator," kata dr Mardjo Soebiandono.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menyusul kondisi kritis itu, adik tiri Soeharto, Probosutedjo, yang tengah dipenjara pun mendapat izin keluar dari LP Sukamiskin selama 24 jam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sekitar pukul 21.30 WIB, Menkes Siti Fadillah Supari membuat pernyataan yang mengagetkan. Ia menyatakan kondisi Soeharto sangat gawat . Tubuh Soeharto sudah dipasangi alat bantu ginjal, alat bantu jantung dan didukung berbagai jenis obat-obatan. Menurut Menkes, dengan pemasangan peralatan itu sama saja menciptakan kehidupan palsu bagi Soeharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menkes menjelaskan, kehidupan palsu adalah kondisi dimana organ-organ tubuh berfungsi. Namun itu karena menggunakan alat bantu. "Orangnya bernafas dengan mesin, bisa kencing karena ginjalnya berfungsi, jantung dibantu obat. Tapi penderitanya koma. Kalau sudah begitu kasihan," jelas Siti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Banyak pihak yang menduga hari kedelapan dirawat ini akan menjadi hari terakhir Soeharto. Semua pihak pun sibuk melakukan persiapan. Seluruh keluarga Soeharto sudah berkumpul di RSPP. Mantan istri Tommy Soeharto, Pramesti Regita Cahyani atau Tata yang tinggal di Singapura setelah mengajukan gugatan cerai, juga sudah hadir di RSPP. Demikian pula mantan menantu Soeharto, Prabowo. Keluarga berkumpul dan membacakan surat Yasin. Keluarga pun sudah mengikhlaskan semuanya kepada Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sementara di Solo, rumah keluarga Cendana di Dalem Kalitan, mempersiapkan antisipasi untuk menghadapi keadaan terburuk. Komandan Kodim (Dandim) Solo Letnan Kolonel Inf Adi Nugroho datang menemui Kepala Rumah Tangga Dalem Kalitan Sriyanto di Dalem Kalitan, Jl Kalitan 146, di Desa Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo, pukul 22.30 WIB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pertemuan kedua orang itu berlangsung sekitar tiga puluh menit. Adi mengaku dirinya diminta untuk melakukan persiapan. "Ya diminta untuk melakukan persiapan. Apa pun yang terjadi kita tetap mendoakan Pak Harto agar baik-baik saja," jawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Guna memempersiapkan keamanan, bahkan menurut Adi, rencananya KSAD Letjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo akan datang ke Solo, Sabtu keesokan harinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di Yogayakarta, keluarga Soeharto melakukan doa bersama dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membaca surat Yasin. Yasinan juga dilakukan sekitar 50 warga di rumah tokoh masyarakat Kemusuk, Haji Dasiman. Tujuannya meminta mantan presiden ini diberi kekuatan dan kesehatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.00 WIB, dokter memastikan, Soeharto belum meninggal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Bapak belum meninggal," kata ketua tim dokter kepresidenan Mardjo Soebiandono. Tengah malam para dokter pulang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;Sempat Berhenti Bernafas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;12 Januari 2008&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;. Hari Kesembilan,&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;kondisi Soeharto masih gawat.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seluruh peralatan medis masih terpasang di tubuh dan alat bantu pernafasan atau ventilator masih terpasang di tubuh Soeharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menkes Siti Fadilah Supari terus memantau kesehatan Pak Harto. Menurut menteri yang bertitel dokter itu, Pak Harto sempat berhenti bernafas. "Saya sempat dilapori pukul 18.00 WIB, dia (Soeharto) sempat berhenti bernafas," kata Siti saat dihubungi wartawan via ponsel, Sabtu (12/1/2008). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Siti, dia dimintai pendapat apakah perlu dipasangi ventilator. Menkes tidak setuju jika Soeharto dipasangi ventilator dengan alasan kasihan melihat kondisi Soeharto. Namun pendapat Bu Menteri tidak diindahkan keluarga Pak Harto. Mbak Tutut tetap minta dipasangi ventilator. "Dia (Mbak Tutut) lebih berhak, kita bisa apalagi? Pukul 21.00 WIB saya mendapat kabar bahwa alat tersebut sudah terpasang di Soeharto," ujarnya lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena dipasangi ventilator Soeharto dibius. Pembiusan dilakukan agar ventilatornya dapat bekerja. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Masalahnya kalau sadar, paru-paru Soeharto akan melawan ventilator yang dipasang dokter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pukul 10.00 WIB,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketua Tim Dokter yang menangani Soeharto, dr Mardjo Soebiandono dalam jumpa pers, menyatakan Pak Harto membaik, ia sudah bangun dan sadar. Pada pukul 05.00 WIB, Pak Harto bisa merespon dokter, ia mengangguk menjawab pertanyaan dokter. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ditegaskan, dibanding kondisi pada Jumat (11 Januari 2008) malam, kondisi Soeharto pada Sabtu jauh membaik. Kesadaran Pak Harto juga sudah mulai menunjukkan respons. Namun mantan Presiden itu masih mengalami pendarahan ringan di lambungnya. Soeharto juga mengalami penimbunan cairan di paru-paru dengan disertai tanda-tanda infeksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sementara itu polemik perdebatan pro kontra atas mantan Presiden Soeharto terus berkembang di masyarakat. Presiden SBY turun tangan dan menyerukan agar polemik itu dihentikan. "Saya mengajak hentikan komentar dan debat yang tidak tepat apalagi kalau ada kata-kata yang terlontar jauh dari kearifan kita sebagai bangsa," kata SBY di kediamannya di Cikeas, Bogor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Minggu, 13 Januari 2008&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hari kesepuluh dirawat. Soeharto masih dirawat di ruang ICCU. Setiap jam kesehatan Soeharto terus dievaluasi oleh dokter. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kondisi kesehatan mantan Presiden RI Soeharto menurun sejak pagi hari. Pak Harto mengalami kemunduran hampir pada seluruh fungsi organ.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Kondisi Pak Harto sangat kritis," ujar Dr Mardjo Soebiandono . Dari lima organ yang ada, cuma tinggal dua organ Soeharto saja yang masih berfungsi, yakni otak dan pencernaan. Selebihnya tidak berfungsi ada tiga, yaitu jantung, ginjal dan pernafasan. Tiga organ Pak Harto yang tidak berfungsi dibantu alat. Jantung dengan alat pacu jantung, pernasafasan dengan ventilator. Sementara 80 Persen suplai oksigen yang dihirupnya dipasok mesin.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Meski kondisi tiga organ tubuh Pak Harto sudah tidak berfungsi sehingga dipasangi alat-alat-alat kedokteran di tubuhnya, dokter membantah Pak Harto dipaksa hidup. "Kalau memaksakan hidup itu artinya sudah mati tapi dipaksa hidup. Ini kan belum," cetus anggota tim dokter kepresidenan Djoko Rahardjo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Siang hari pukul 14.00 WIB, menyusul pernyataan kondisi sangat kritis Soeharto, pengamanan RSPP diperketat. &lt;b&gt;P&lt;/b&gt;uluhan polisi dari Polres Jakarta Selatan tampak berdatangan dan berjaga-jaga di berbagai gedung dan tempat parkir RSPP. Kondisi seperti ini selalu terulang. Setiap kali tim dokter menyatakan Soeharto dalam kondisi kritis, pengamanan rumah sakit diperketat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sementara itu, sore harinya Cendana tiba-tiba disterilkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pukul 16.00 WIB, polisi memerintahkan agar semua kendaraan yang diparkir di jalan yang berada di depan rumah mantan Presiden Soeharto segera dipindahkan. Tidak hanya itu, gerbang rumah Soeharto seketika juga ditutup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kondisi semakin tegang, karena Bupati Karanganyar Rina Iriani datang ke RSPP. Seperti diketahui, Astana Giribangun yang dipersiapkan sebagai tempat memakamkan Soeharto, jika meninggal masuk wilayah Karanganyar. Rina sendiri mengaku jauh-jauh datang dari Karanganyar untuk mendoakan kesembuhan Soeharto. Rina kemudian membantah kalau kedatangannya untuk membicarakan persiapan pemakaman untuk mantan Presiden Soeharto jika meninggal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tim dokter terus berupaya menangani mantan Presiden Soeharto. Namun malam harinya dokter mengatakan harapan hidup Soeharto kecil. Indikasi kecilnya harapan dinilai dari faktor umur dan penyakit. Apalagi hari Minggu ini, kondisi Soeharto lebih buruk dibandingkan saar kritis pada Jumat sebelumnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pernyataan Soeharto kritis ini merupakan pernyataan yang ketiga kali sejak mantan presiden itu dirawat di RS Pusat Pertamina. Pernyataan itu sudah 3 kali muncul dari Tim Dokter Kepresidenan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto pertama kali dinyatakan kritis pada 5 Januari 2008 atau hari kedua sejak dia dirawat di RSPP. Kritis kedua Pak Harto terjadi pada Jumat 11 Januari 2008. Sama dengan dua kali kritis sebelumnya, pada kritis ketiga Soeharto pun kembali membaik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kondisi kritis yang dialami mantan presiden Soeharto membangkitkan empati masyarakat Pacitan, Jawa Timur. Ratusan warga kota Pacitan malam itu menggelar doa bersama di halaman markas Komunitas Masyarakat Pacitan (KMP), Jl. DI Panjaitan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain masyarakat dalam negeri, empati juga ditunjukkan teman-teman Soeharto yang berada di luar negri. Hari ini, sekitar pukul 11.36 WIB, mantan PM Singapura Lee Kuan Yew datang menjenguk Soeharto. Namun Soeharto kehadiran Lee tidak disadari Soeharto. Saat sahabatnya itu datang, Soeharto masih dalam keadaan tidak sadar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Moerdiono, Lee hanya ditemui ketiga putri Pak Harto, yakni Tutut, Mamiek dan Titiek. Kepada mereka, Lee menyatakan keprihatinannya dan mendoakan Pak Harto lekas sembuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Senin, 14 Januari 2008. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hari kesebelas&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kondisi Soeharto naik turun&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Setelah mengalami kondisi sangat kritis karena tiga organ tubuhnya tidak berfungsi, memasuki perawatan hari ke-11, kondisi Pak Harto membaik. Fungsi jantungnya membaik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada hari ini banyak kabar baik untuk Soeharto. Amien Rais yang berjuluk Bapak Reformasi, yang mempelopori tumbangnya Soeharto meminta masyarakat untuk memaafkan Soeharto. Ia menuntut pemerintah agar mencari terobosan istimewa untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyelesaikan kasus Soeharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Siang hari, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Muhammad menjenguk mantan Presiden Soeharto. Kedatangan mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad membuat emosi Pak Harto bergejolak. Memang tiada kata yang terucap, namun penguasa Orba itu sempat meneteskan air mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak hanya Pak Harto yang menangis, Mahathir pun tidak mampu menyembunyikan kesedihannya melihat sahabatnya terkulai lemah. Dia ikut meneteskan air mata. "Tadi pas ketemu Mahathir, dia menangis. Ini cerita Mbak Titiek loh ya, bukan saya. Pak Mahathir juga menangis," tutur ketua tim dokter kepresidenan Mardjo. Sore harinya, giliran Sultan Hassanal Bolkiah membesuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;Para ’Brutus’ Datang Membesuk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selasa, 15 Januari 2008. Hari keduabelas. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto kembali menurun. Pernafasan Pak Harto masih dibantu mesin pernafasan. Fungsi jantung pun belum stabil.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Muncul tanda-tanda infeksi sistemik pada paru-parunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Simpati kepada mantan presiden Soeharto terus bergulir. Seribuan umat Islam wilayah Pantura Cirebon, Jawa Barat, menggelar istighasah yang dipimpin oleh sejumlah kyai dari sejumlah pondok pesantren di wilayah Cirebon. Sakit yang mendera Pak Harto juga membuat ratusan warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, iba. Mereka menggelar doa bersama. Tak sedikit dari mereka yang bertangisan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang istimewa pada hari keduabelas ini, mantan Presiden Habibie untuk pertama kalinya datang membesuk Soeharto. Sejak Soeharto sakit pada 1999, setelah lengser Habibie belum pernah sekalipun menjenguk ataupun bertemu presiden yang digantikannya itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Habibie yang berbatik coklat dan berpeci datang didampingi istrinya Ainun Habibie yang berbatik kuning. Ia tiba di RSPP pukul 21.00 WIB. Menurut Habibie dirinya langsung terbang dari Jerman dengan maskapai Lufthansa. "Kita tadi berdoa dipimpin Pak Quraish Shihab. etika saya tadi datang, Pak harto sedang tidur. Saya ada di kamar sebelahnya," jelas Habibie.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Habibie sepertinya kurang beruntung tidak bertemu langsung Soeharto. Soalnya sehari sebelumnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mantan Malaysia PM Mahathir Mohammad bertemu Pak Harto yang kala itu telah disadarkan dokter. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Habibie, bagi keluarga Soeharto mungkin dianggap sebagai Brutus. Maklum Habibie lah yang kemudian menggantikan Soeharto setelah lengser. Marcus Junius Brutus Caepio (85-42 SM), &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;atau yang lebih dikenal sebagai Brutus, adalah seorang Senator Kota Roma pada akhir Republik Roma. Ia merupakan salah seorang pembunuh Julius Caesar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Brutus kemudian diadili oleh Senatus sebagai “pengkhianat” kerajaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah dilengserkan pada tahun 1998, hubungan Soeharto dengan Habibie yang sebelumnya sudah seperti biasa menjadi renggang. Menurut Habibie, Soeharto mulai tak mau menyapanya sejak 21 Mei 1998, beberapa saat sebelum Soeharto berpidato mengumumkan pengunduran dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Saya sangat tegang melihat Pak Harto melewati saya, terus melangkah ke ruang upacara dan "melecehkan" keberadaan saya di depan semua yang hadir. Betapa sedih dan perih perasaan saya ketika itu," tulis Habibie dalam bukunya yang berjudul &lt;em&gt;Detik-detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 9 Juni 1998, Habibie menelepon Pak Harto untuk mengucapkan ulang tahun. Pak Harto berulang tahun 8 Juni. Dalam percakapan itu Pak Harto meminta Habibie tidak menghubunginya lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sas-sus yang beredar, Pak Harto ogah bertemu dengan Habibie setelah profesor itu memulai mengusut dugaan korupsi Pak Harto, sebagai upaya untuk melaksanakan Tap MPR XI/MPR/1998.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rabu, 16 Januari 2008.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hari ketigabelas. Kondisi Soeharto masih kritis. Deplu mengaku sudah menyiapkan standard operation procedur (SOP) bagi tamu negara yang akan melayat Soeharto. Maklum hari-hari sebelumnya sejumlah tamu asing &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;seperti Lee Kuan Yew, Mahathir Mohammad dan Sultan Hassanal Bolkiah datang menjenguk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada hari ketiga belas dirawat ini, tidak ada tamu asing yang datang. Yang datang membesuk justru orang dekat Soeharto yang sempat menjadi ’brutus’ menjelang akhir kekuasaannya yakni mantan Ketua MPR Harmoko. Seperti diketahui, MPR yang dipimpin Harmoko meminta Soeharto mengundurkan diri pada tahun 1998, sehubungan krisis moneter yang melanda Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain Harmoko datang pula mantan Ketua DPA Sudomo. Kedua orang ini awalnya menyatakan tidak akan menjenguk Soeharto langsung. Mereka mengaku cukup mendoakan kesembuhan mantan bosnya itu dengan menggelar doa di kediamannya masing-masing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saat membesuk, Harmoko yang tiba di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;RSPP pukul 21.00 WIB tidak bisa bertemu Soeharto maupun putra putrinya.Ia hanya ditemui kerabat Soeharto yakni, Widodo, Sudwikatmono dan istri Probosutedjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kamis, 17 Januari 2008. &lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;Hari keempat belas. &lt;/span&gt;Soeharto masih kritis. Tubuh Pak Harto masih dipasangi 6 alat. Namun meski kondisinya kritis, Pak Harto masih memberikan respons. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketua tim dokter kepresidenan Dr Mardjo Soebiandono menyatakan, semangat hidup Pak Harto masih tinggi. "Ya. Kalau dipanggil, merespons. Semangat hidup Pak Harto masih tinggi. Kayaknya pengen bangun," kata Mardjo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:24;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto: Die Hard (1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:24;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:24;"&gt;2. Mistis VS Medis Umur Soeharto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:24;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Minggu tengah malam, percikan api yang berbentuk lafal Allah muncul di langit Jalan Cendana. Seorang lelaki berambut gimbal menghembuskan api tersebut setelah membakar kertas koran yang ditusuknya dengan sebatang ranting yang dipungutnya dari halaman kediaman mantan presiden Soeharto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Laki-laki berambut gimbal itu adalah Mbah Lim. Tengah malam pada 13 Januari 2008 itu, paranormal yang namanya tengah naik daun itu tiba di kediaman Soeharto bersama dua asistennya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;Ia lantas meminta izin pada pengamanan rumah untuk melakukan ritual di halaman rumah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah mendapat izin, Mbah Lim yang mengenakan kemeja berwarna putih dan dibalut jas hitam itu memungut sebatang ranting pohon yang tergeletak di halaman. Ia &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kemudian bersila dan menusukkan ranting itu pada sehelai kertas koran. Di atas kertas itu juga terdapat kapur berwarna putih. Lalu mulut paranormal asal Tegal itu pun komat-kamit membaca mantra, sementara tangannya memegang ranting tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 5 menit, Mbah Lim berdiri dan menarik ranting pohon itu. Tiba-tiba keluarlah api dari koran itu. Setelah ditiup api yang memercik dari kertas koran itu memunculkan tulisan yang mirip dengan lafal Allah. Untuk apa atraksi itu? "Yang jelas saya ke sini berdoa untuk kesembuhan Pak Harto," beber Mbah Lim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selama Soeharto dinyatakan sangat kritis, sejumlah aksi mistik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terjadi baik di Cendana maupun di RSPP. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bila di Cendana ada Mbah Lim, di RSPP ada &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;seorang perempuan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang mengaku sebagai keturunan Prabu Siliwangi, ingin mengunjungi Soeharto. Perempuan 30-an tahun bernama Nadia itu meramalkan Soeharto akan sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya jauh-jauh dari Srilanka ingin berdoa untuk Pak Harto. Dengan ridho Allah, Pak Harto akan sembuh," kata perempuan yang mengenakan kerudung dan pakaian serba hitam itu saat datang ke RSPP Minggu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Nadia, ada perempuan lainnya yang dengan penuh misteri juga datang ke RSPP. Perempuan itu mengaku baru saja mendapat ilham dari Bung Karno. Ia datang tiba-tiba dengan mengejutkan wartawan dengan berteriak, "Innalillahi." "Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Bung Karno sangat mengetahui keadaan. Saya mewakili beliau," teriak dia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tak hanya di Jakarta, ritual mistik juga digelar di Yogyakarta. Tepatnya di Pantai Parangkusumo, Parangtritis pada malam1 Syuro alias 1 Muharam. Ritual ini digelar pemimpin sanggar spiritual Songgo Buwono, Lia Hermin Putri. Perempuan ini adalah cicit Romo Marto Pangarso, guru spiritual Soeharto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto dikenalkan dengan Romo Marto oleh Soedjono Hoemardani, staf pribadi Soeharto untuk urusan kebatinan. Lia melakukan ritual untuk mencabut &lt;i&gt;pulung keprabon&lt;/i&gt; Soeharto. Soalnya jika &lt;i&gt;pulung&lt;/i&gt; atau wahyu kepemimpinan ini tidak dicabut, bapak mantan presiden ini akan menderita dalam sakit panjang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam perspektif Jawa, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak ada orang kuat, tidak ada pemimpin hebat, tanpa &lt;i&gt;kasekten&lt;/i&gt; atau kesaktian yang kuat. Kesaktian ini, dalam tradisi Jawa, merupakan hasil dari laku prihatin, misalnya lewat puasa dan bertapa, yang mewujud dalam bentuk benda-benda, seperti cincin, ikat kepala, keris yang dimiliki bahkan merasuk dalam tubuh yang empunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto adalah orang Jawa. &lt;i&gt;Kasekten&lt;/i&gt; inilah yang diyakini merupakan rahasia kekuatan dan umur panjang Soeharto. Sumber-sumber dekat pria sepuh kelahiran 8 Juni 1921 ini mengungkapkan, selama hidupnya, Soeharto sering melakukan &lt;i&gt;laku &lt;/i&gt;alias ritual&lt;i&gt; &lt;/i&gt;mistik untuk memperoleh kesaktian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;Kungkum Sampai Semedi di Gunung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jumat 9 Juni 2006. Hari belum terlalu siang. Masih sekitar pukul sebelasan. Tapi sebuah SMS membuat kantor &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt; geger. Isi SMS mengabarkan Soeharto meninggal. Setelah dicek kebenarannya, kabar itu seperti biasa hanyalah isu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Presiden Soeharto sehari sebelumnya merayakan ulang tahun ke-85. Dari pesta yang berlangsung tertutup itu diperoleh kabar pria sepuh itu baik-baik saja. Menurut Des Alwi, Soeharto terlihat sehat dan mampu mengenali tamu-tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kabar meninggal itu beredar, Soeharto ternyata sedang istirahat di rumahnya, di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta. Menurut salah satu petugas keamanan kediaman Soeharto, pria sepuh itu tengah tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu Soeharto meninggal bukan kali itu saja terjadi. Isu itu telah berulangkali menimpa pria kelahiran Desa Kemusuk, Argomulyo, Godean, Yogyakarta itu. Bagi orang dekatnya, isu Soeharto meninggal dianggap sebagai doa agar mantan presiden itu panjang umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan faktanya Soeharto masih berumur panjang. Ia memang sakit-sakitan setelah lengser dari presiden. Berkali-kali ia harus keluar masuk rumah sakit. Tapi purnawirawan Jenderal Besar ini selalu kembali pulih dan pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang usia panjang Soeharto menerbitkan tanya. Apalagi teman-teman seperjuangannya telah banyak yang dipanggil yang maha kuasa. Dua orang yang pernah menjadi wakil presiden Soeharto seperti Umar Wirahadikusumah dan Sudharmono, telah meninggal dunia. Bahkan Notosuwito, adik Soeharto juga telah meninggal mendahului kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di negeri ini, di mana klenikisme masih hidup subur, orang pun mulai membuat penghubungan. Sebagai orang Jawa yang budayanya kental dengan mitos, rahasia umur Soeharto pun lantas dihubungkan dengan hal-hal mistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mempercayai Soeharto panjang umur karena memiliki kesaktian dari ritual mistis yang dilakoninya. Banyak juga yang menyatakan meski sakit-sakitan, Soeharto akan sulit meninggal karena belum melepas jimat yang dipakainya selama berkuasa. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber orang dekat dan yang pernah mengenal Soeharto membenarkan Soeharto dekat dengan dunia mistis. Ia melakoni ritual mistis, mengoleksi pusaka dan jimat untuk menambah kekuatan serta mempunyai pendamping roh halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedekatan dengan dunia mistis itu, mungkin diwarisi Soeharto dari ibunya, Sukirah. Dikisahkan, setelah Soeharto lahir, Sukirah menghilang selama 40 hari lamanya. Tak seorang pun yang tahu ke mana dia pergi. Setelah pulang ia mengaku bertapa untuk masa depan anaknya yang baru dilahirkannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pendalaman Soeharto pada dunia mistis diperoleh dari Kiai Daryatmo, seorang guru agama dan mistik Jawa. Dari kiai ini, Soeharto muda mendapat pengetahuan tentang pengobatan, tentang laku, dan tentang semedi. Dalam bukunya, Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya, nama Daryatmo disebut-sebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto mengakui Daryatmo banyak memberi inspirasi dalam perjalanan hidupnya. Bahkan sampai menjadi presiden. Mantan Menteri Penerangan Mashuri bahkan pernah menuturkan, setiap bulan sedikitnya satu kali, Soeharto datang menemui Daryatmo untuk minta petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual mistis yang dijalani Soeharto adalah bersemedi atau bertapa di tempat-tempat keramat atau &lt;i&gt;wingit&lt;/i&gt;. Sumber yang pernah mendampingi pria berjuluk The Smiling General itu melakukan laku mistis mengungkapkan, Gunung Lawu jadi tempat favorit Soeharto. Gunung Lawu memang merupakan salah satu pusat kekuatan mistik di Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pernah mengiringi beliau naik ke puncak Lawu. Ketika yang muda-muda sudah ngos-ngosan kelelahan, beliau yang saat itu juga sudah cukup berumur sama sekali tidak terlihat lelah hingga sampai puncak," ujar sumber yang tinggal di Tawangmangu, Solo itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Lawu, tempat favorit Soeharto bersemedi adalah tempat keramat di Gunung Srandil, Dieng, danau Pacitan, dan sebuah gua di Cilacap. Paranormal Permadi,Adjikosoemo, dan sejarawan MT Arifin membenarkan tempat-tempat itu merupakan tempat yang sering dipakai semedi Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya bertapa di tempat keramat, Soeharto sering melakukan ritual berendam diri dalam air atau dalam kepercayaan Jawa disebut &lt;i&gt;tapa kungkum&lt;/i&gt;. Tapa kungkum itu dilakukan Soeharto sejak muda bahkan ketika sudah menjabat presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat-tempat yang sering digunakan &lt;i&gt;kungkum&lt;/i&gt; Soeharto adalah Petilasan Panembahan Senopati di Dlepih, Tirtomoyo, Wonogiri. Pelaku kebatinan yang cukup akrab dengan almarhum Ny Tien Soeharto menuturkan, tempat tersebut sering dikunjungi Soeharto sejak muda hingga menjelang menjabat presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di saat menjadi Pangdam Diponegoro, tempat &lt;i&gt;kungkum&lt;/i&gt; Soeharto adalah di Kaligarang, Semarang. Di tempat Soeharto dulu sering &lt;i&gt;kungkum&lt;/i&gt; itu, sekarang dibangun sebuah monumen yang disebut Tugu Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjadi presiden, Soeharto masih sering menjalani ritual itu. Lokasi yang dipilih adalah sebuah tempat di Bogor. Tempat itu bukan lagi lokasi terbuka karena sudah didirikan sebuah bangunan rumah. Rumah ini dimiliki Almarhum Pak Sudjono Humardani, salah satu penasehat spiritual Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapa kungkum&lt;/i&gt; dipercaya tidak hanya berefek secara mistis. Namun juga membangun kekuatan fisik agar lebih kuat dan tahan terhadap serangan penyakit. Seseorang yang rajin melakoninya akan menjadi lebih sehat. Ia akan memiliki kesehatan organ pernapasan yang tangguh serta tidak mudah lelah meskipun sudah dalam kondisi tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain laku mistis, putra Sukirah dan Kertorejo itu juga senang mengoleksi pusaka untuk menambah kekuatannya. Salah satu pusaka yang dipinjam Soeharto untuk menambah kekuatannya adalah pusaka andalan Kraton Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak hanya itu, Soeharto juga dipercayai memiliki "pendamping". Pendamping ini adalah salah satu Raja perempuan alam bawah laut. Dia adalah kakak seperguruan Nyai Roro Kidul. Menurut sejarawan yang juga mempelajari dunia mistis MT Arifin, nama muda perempuan itu adalah Retno Yuwati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah panjang umur Soeharto akibat menggunakan kekuatan mistik itu? Anda bebas untuk bersikap. Yang jelas, teori tradisional menyatakan orang yang menguasai ilmu mistis tertentu memiliki kecenderungan usia lebih panjang. Tapi, tentu saja masalah umur dan kematian tetap otoritas Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;Kisah Tutut dan Keris Kraton Solo &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Suatu hari di Bandara Adi Sumarmo, Surakarta. Putra-putri Paku Buwono (PB) XII, Raja Surakarta, bertangisan. Saat itu, mereka mengantar kepergian pusaka andalan kraton. Pusaka itu akan dibawa ke Jakarta karena akan dipinjam Presiden Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu masih membekas betul dalam ingatan KGPH Puspo Hadikusumo, putra ketiga PB XII. Kapan persisnya peristiwa itu terjadi dia memang kesulitan lagi mengingatnya. Salah satu pangeran yang mendapat kepercayaan memelihara pusaka kraton Solo itu, memperkirakan kejadian itu terjadi saat Soeharto baru saja menjabat presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan catatan sejarah, MPRS menunjuk Soeharto sebagai pejabat presiden pada 12 Maret 1967. Kemudian baru 27 Maret 1968, ia dilantik menjadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjabat presiden, Soeharto memiliki penasihat spiritual yaitu Soedjono Hoemardi. Di masa awal menjabat presiden, Soedjono menyarankan Soeharto agar mencari kekuatan pendukung secara magis. Kekuatan pendukung itu berupa pusaka andalan para raja di Jawa yang tersimpan di Kraton Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Soeharto setuju, lalu Soedjono menemui PB XII mengutarakan maksud tersebut. PB XII mengizinkan lalu mengajak Ki Panji Mloyo Hamiluhur mengambil dan menyerahkannya kepada Soedjono. Apa pusaka kraton yang dipinjam itu, hingga kini belum jelas. Puspo hanya menyebut pusaka itu merupakan pusaka sangat penting bagi kraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejumlah sumber, di antara sejumlah pusaka yang dimiliki Kraton Solo, ada satu pusaka utama yang kedudukannya jauh di atas pusaka-pusaka tersebut. Pusaka itu berupa keris bernama Kanjeng Kiai Ageng. Apakah keris itu yang dipinjam, Puspo enggan membeberkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat itu semua menangis karena yang dibawa itu adalah pusaka andalan kraton. Tapi apa boleh buat, Sinuhun sudah mengijinkannya," tutur Puspo kepada &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belasan tahun kemudian atau pada tahun 1985, Soeharto kembali menyampaikan niat untuk meminjam pusaka Kraton Solo. Perantara saat itu tetap penasihat spiritualnya, Soedjono. Sementara yang diminta mengambil adalah almarhum Panji Mloyo Hamiluhur, tokoh spiritual Kraton Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PB XII telah mempersilakan Ki Panji Mloyo untuk memilih sendiri pusaka yang akan dipinjam Pak Harto. PB XII telah menetapkan sebuah malam untuk mengambil pusaka itu. Namun pada malam yang ditentukan itu ternyata terjadi kebakaran hebat di kraton. Akibatnya pemilihan dan pengambilan pusaka itu dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya apakah proses peminjaman itu benar-benar terjadi, hingga kini masih menjadi teka-teki. GPH Puger, putra PB XII yang mengetahui rencana peminjaman itu mengaku tidak tahu. "Sebaiknya hal itu tidak ditanyakan kepada saya," kata Puger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini puluhan tahun telah berlalu. Soeharto telah berumur 85 tahun. Ia telah lengser dari kursi presiden. Sejumlah kasus hukum dan penyakit membelit Soeharto. Berkali-kali mantan presiden itu masuk rumah sakit namun kemudian ia pulih kembali. Masuk rumah sakit lagi dan pulih lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang meyakini penguasa RI 32 tahun itu memiliki kesaktian dan jimat yang memberati kehidupannya. Sejumlah tokoh spiritual yang menggeluti dunia mistis&lt;br /&gt;menyarankan Soeharto agar segera membersihkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membersihkan diri, tak hanya dalam arti meminta ampun dan mendekatkan diri kepada Tuhan, namun juga harus melepaskan diri dari jimat dan pusaka-pusaka yang mendampinginya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara spiritual dia harus melakukan acara-acara ritual guna mencabut semua kekuatan atau ilmu mistik yang telah dimiliki," kata paranormal Ki Joko Bodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beberapa hari terakhir sebuah informasi datang dari sumber di Cendana. Disebutkan putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, akan mengembalikan sebuah pusaka ke Kraton Surakarta. Pusaka itu dipinjam ayahnya ketika masih berkuasa dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sumber itu juga menyebutkan niat Tutut, demikian Hardiyanti biasa dipanggil, tidak terlaksana. Pihak Kraton Surakarta menolak menerima pusaka tersebut. Benarkah? Masih perlu ditelusuri lagi, karena pihak Kraton mengaku tidak pernah menerima kedatangan Tutut dalam beberapa pekan terakhir untuk kepentingan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui hingga saat ini di Kraton Surakarta terdapat dua putera PB XII yang mengangkat diri sebagai raja menggantikan ayahnya. Pertama adalah KGPH Hangabehi, yang mengangkat diri sebagai PB XIII. Ia tetap berada di dalam kompleks Kraton Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kedua, KGPH Tedjowulan juga mengangkat di sebagai PB XIII dengan dukungan para kerabat dan sebagian besar putra PB XII, namun dia 'bertahta' di luar kraton, tepatnya di kediaman keluarga Mooryati Soedibyo di Badran Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Tutut hendak mengembalikan pusaka kraton, nalarnya dia akan datang ke kompleks Kraton Surakarta di Baluwarti, Solo, tanpa mempertimbangkan PB XIII yang mana yang berada di dalam kraton. Namun GPH Puger, adik seibu Hangabehi, mengaku tidak tahu-menahu adanya kedatangan Tutut ke kraton tersebut dalam beberapa pekan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, menurut pengakuan Puger, setiap ada tamu penting yang datang ke kraton dia selalu diminta untuk ikut menyambut. Apalagi jika kedatangan tamu itu berkaitan dengan aspek spiritual. Wajar saja karena Puger selama ini memang dikenal mendalami dunia tersebut. Dia pulalah yang dulu mencarikan 'hari baik' untuk penobatan kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak tahu kalau pengembalian itu dilakukan secara personal kepada seseorang yang mengatasnamakan kraton atau justru Mbak Tutut salah jalan dengan mengembalikannya kepada orang yang salah," ujar Puger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud Puger pengembalian kepada personal adalah pembicaraan itu dilakukan di luar kraton antara Tutut dengan seorang keluarga yang memiliki kewenangan membicarakan hal-ikhwal kraton. Kalau memang hal itu terjadi, biasanya orang tersebut akan langsung dilaporkan ke kraton secara resmi. Dan menurut Puger, hingga saat ini hal itu juga tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang disebutnya sebagai salah jalan adalah pengembalian itu dilakukan kepada pihak Tedjowulan. Puger yang berseberangan, menyebut kubu Tedjo sebagai pihak yang tidak berwenang lagi mengaku-aku sebagai pengelola kraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dugaan Puger itu ternyata juga dibantah oleh pihak GPH Suryo Wicaksono, putra PB XII yang berpihak kepada Tedjowulan. Gusti Nenok, demikian dia akrab disapa, bahkan terkejut mendengar adanya kabar tersebut. "Tidak ada pengembalian pusaka kepada kami. Saya selalu menyertai Sinuhun (PB XIII Tedjowulan) di setiap acaranya," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusti Nenok mengungkapkan, tanggal 28 Mei lalu ikut mendampingi Tedjowulan menjenguk Soeharto yang terbaring sakit di RSPP. Saat itu, mereka diterima Mbak Titik dan Mbak Tutut. "Namun keduanya tidak membicarakan hal tersebut (pengembalian pusaka) kepada kami," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan Puspo dan Puger, Nenok membenarkan ada sejumlah pusaka Kraton Surakarta yang dipinjam Soeharto pada awal-awal dia berkuasa. Nenok juga menyebut perantara peminjaman adalah Soedjono Hoemardani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusaka yang dipinjam itu, menurut Nenok, adalah beberapa pusaka berupa panji-panji dan umbul-umbul peninggalan masa Majapahit, wayang, gamelan. Pusaka itu kata Nenok telah dikembalikan setelah Pak Harto lengser. Ia tidak tahu bila masih ada keris atau tombak yang belum dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan dari Nenok ini dibantah oleh KGPH Puspo Hadikusumo. Putra ketiga PB XII ini termasuk 10 orang dari 35 putra-putri PB XII yang mendapat kepercayaan memelihara pusaka kraton. Saat itu dia dipercaya bersama KGPH Hangabehi (putra pertama PB XII) dan KGPH Hadi Prabowo (putra kedua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pria yang tidak mau terlibat konflik suksesi Raja Solo, yang meminjam pusaka wayang dan gamelan adalah Presiden Soekarno. Yang dipinjam saat itu adalah seperangkat wayang pusaka kraton yang bernama Kiai Kadung dan saat ini sudah dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pusaka yang dipinjam Soeharto, Nenok enggan menjelaskan apakah pusaka itu saat ini telah dikembalikan ke kraton. Namun dia berharap, jika memang ada inisiatif dari keluarga Cendana untuk mengembalikan pusaka, sebaiknya pihak kraton mau menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak tahu pusaka apa yang akan dikembalikan. Namun Jika pihak Cendana merasa pusaka itu telah memberati kehidupan Pak Harto sebaiknya diterima saja. Tidak ada jeleknya membantu kesulitan orang," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dia berpesan pihak kraton memeriksa dengan seksama, sebab bukan tidak mungkin keluarga Cendana salah mengidentifikasi pusaka. Yang mengetahui persis pusaka itu hanya Sinuhun, Pak Djono, Mbah Mloyo, dan Pak Harto sendiri. Yang tiga sudah wafat, sedangkan Pak Harto juga sudah lemah ingatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan-jangan yang pusaka yang akan dikembalikan itu bukan milik Kraton Surakarta. Mungkin Pak Harto juga meminjam dari tempat lain," kata Puspo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajarlah Kraton Solo bersikap hati-hati. Selama berkuasa, Soeharto memang dikenal gemar mengoleksi pusaka. Salah satu pejabat di Setneg yang bertahun-tahun mengikuti Soeharto, pernah berkisah tentang koleksi pusaka itu kepada pengamat politik asal Solo, MT Arifin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, penguasa Orde Baru itu memiliki pusaka dari Bali. Pusaka itu berupa patung yang konon dapat berubah dan bisa memberikan informasi secara tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;Yang Tercecer dari Perang Ambarawa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada sebuah kisah di balik perang mempertahankan kemerdekaan di Ambarawa, Jawa Tengah. Saat itu Soeharto ikut berperang sebagai pihak pejuang. Ternyata dalam perang itu, Soeharto yang banyak dipercaya memiliki "kesaktian" malah melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah itu diceritakan ayah RM Adjikoesoemo, salah seorang paranormal di Yogyakarta. Dari cerita ayahnya itulah, Adjikoesoemo tidak yakin Soeharto yang berumur panjang itu sangat sakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kalau sakti, berarti tidak sakti-sakti banget kan?" kata cucu GBPH Pudjokusumo, adik Sri Sultan Hamengku Buwono IX itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto pada 8 Juni lalu genap berusia 85 tahun. Di masa usia senjanya, usai lengser dari presiden, badan Soeharto mulai sakit-sakitan. Setidaknya selama 7 tahun ia didera penyakit sehingga harus keluar masuk rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tubuh yang sakit-sakitan, Soeharto juga tidak lagi menyaksikan kesuksesan dan nama harum menyertai keluarganya. Justru kehancuran demi kehancuran harus ia lihat. Awalnya adalah Hutomo Mandala Putra alias Tommy. Putra bungsu Soeharto itu masuk penjara karena terlibat pembunuhan hakim agung Syafiudin Kartasasmita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Soeharto melihat kehancuran rumah tangga putra-putrinya. Satu per satu rumah tangga anak-anaknya retak. Terakhir keluarga Bambang Trihatmodjo-Halimah geger gara-gara artis Mayangsari. Bambang bahkan sempat ditempeleng oleh anaknya sendiri, Panji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang mantan presiden, kisah memalukan putra-putrinya tentu merupakan pukulan yang sangat berat. Apalagi Soeharto pernah merasakan pahitnya akibat perceraian ayah-ibunya, Sukirah dengan Kertorejo. Saat itu Soeharto baru berumur 5 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat perceraian itu, Soeharto harus dititipkan kepada bibinya. Soeharto sendiri sepanjang hidupnya dikenal hanya memiliki satu istri, Siti Hartinah yang lebih dulu meninggal dunia. Setelah Ibu Tien meninggal, Soeharto pun tidak menikah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan morat-marit perjalanan hidup putra-putrinya, Soeharto seperti mendapatkan karma di masa tuanya. Paranormal Permadi lebih mempercayai karena karma itulah, mantan presiden kedua Indonesia itu diberi umur panjang oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto bagi Permadi memang memiliki kekuatan mistis. Tapi, sama dengan Adjikoesoemo, Permadi tidak yakin ilmu mistis yang dimiliki Soeharto bisa mendatangkan kesaktian yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak Harto itu kena karma karena telah merugikan rakyat Indonesia. Merugikan&lt;br /&gt;banyak orang dengan perbuatan-perbutannya di masa lalu. Termasuk merugikan Bung Karno dan keluarganya," papar Permadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi umur panjang Soeharto juga tidak memberikan berkah pada negara ini. Umur itu justru membebani negara yang harus menyelesaikan kasus korupsinya karena Soeharto sakit-sakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit Soeharto sendiri tergolong cukup aneh. Dalam tiga tahun terakhir ini, penyakit itu kambuh setiap akhir April dan bulan Mei. Tahun 2006 ini misalnya, Soeharto masuk Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pada 4 Mei dan keluar RSPP pada 31 Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun sebelumnya, ia masuk RS pada 5 Mei 2005. Tahun 2004, mengalami pendarahan saluran pencernaan pada 29 April dan diumumkan membaik pada 2 Mei. Pada 2003, kesehatan Soeharto juga memburuk dan masuk RSPP pada 29 April.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat keanehan itu, tidak sedikit yang mencurigai sakit Soeharto merupakan rekayasa. Apalagi sakit itu sering kali kambuh jika Kejaksaan Agung akan mengutak-atik kasus korupsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kekuasaan yang pernah dipegangnya serta uang banyak yang masih dimilikinya, ibaratnya tidak ada yang tidak mungkin bagi Sang Jenderal Tersenyum itu. "Dengan uang banyak, Soeharto bisa saja mengatur rumah sakit," kata Adjikoesoemo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semua yang ada di dunia ini tidaklah abadi. Kekuasaan, kekayaan, penderitaan, kebohongan, akan ada waktunya untuk berakhir. Demikian pula kasus Soeharto yang terus berlarut-larut selama ini, pada akhirnya pasti akan bertemu endingnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;Mistis VS Medis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hari-hari berlalu sangat monoton. Pria sepuh itu harus kembali menjadi anak balita. Latihan berjalan, latihan duduk, latihan makan, dan latihan berbicara. Semua harus diulang-ulang dan dilakukan hanya di dalam kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah hari-hari Soeharto setelah pulang dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pada 31 Mei 2006. Melalui hari-hari menjemukan itu, remang-remang Soeharto pasti mengingat masa kecilnya. Ia mungkin ingat cerita tentang Mbah Kromo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi Soeharto saat itu belum genap berusia 40 hari saat dititipkan kepada Mbah Kromo. Mbah Kromo adalah dukun bayi dan saudara ibu Soeharto, Sukirah, yang menolong kelahiran Soeharto. Putra kelahiran Desa Kemusuk itu dititipkan kepada Mbah Kromo karena ibunya sakit dan tidak bisa menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Kromolah yang mengajarnya berdiri dan berjalan. Bersama Mbah Kromo, Soeharto kecil dalam gendongan sering diajak ke sawah, membalik-balik tanah, menggaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam otobiografinya, Soeharto : Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Soeharto mengakui, kenangan masa kecil yang tak pernah dilupakannya adalah memberi komando pada kerbau tatkala membajak. Maju, belok kiri atau belok kanan. Ia juga suka bermain air, bermandi lumpur atau mencari belut, ikan kegemarannya sampai usia tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Soeharto juga terkenang masa-masa saat Sekolah Menengah Pertama di Muhammadiyah di Yogya. Ia harus mengayuh sepeda buntut untuk berangkat dan pulang sekolah. Dan tatkala sudah bekerja menjadi klerek bank, Soeharto pun kembali harus berkeliling dengan sepedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenakan pakaian Jawa lengkap, kain blangkon dan baju beskap, Soeharto muda berkeliling menemui para petani, pedagang kecil dan pemilik warung yang akan mengajukan permohonan pinjaman pada bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi Soeharto terkenang pada kegemarannya melakukan tapa kungkum. &lt;i&gt;Tapa kungkum&lt;/i&gt;, dipercaya bisa membangun kekuatan fisik agar lebih kuat dan tahan terhadap serangan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini kondisi Soeharto sangat berbeda. Ia sakit-sakitan. Sejumlah organ pentingnya sudah tidak berfungsi normal. Otaknya mengalami kerusakan permanen baik sel otak kiri maupun kanan. Sementara jantung memakai alat pacu agar tetap berfungsi. Paru-paru dan ginjalnya juga sudah menurun fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi seperti itu, dokter kepresidenan yang merawat Soeharto tidak bisa memastikan peluang lama waktu pria sepuh itu bertahan hidup. Dokter masih berusaha terus mempertahankan para-paru Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi sakit-sakitan itu pun menjadi gunjingan. Banyak yang beranggapan dengan tidak berfungsinya otak ya otomatis, orang disebut meninggal. Dalam ilmu kedokteran memang mengenal kerusakan batang otak atau mati suri. Tapi istilah ini, menurut anggota tim dokter kepresidenan dokter Mardjo Soebiandono, tidak bisa diterapkan pada Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi klinis meninggal dunia, adalah paru-paru berhenti, jantung berhenti dan semua organ tubuh berhenti. Dengan demikian, secara klinis Soeharto tetap masih hidup, hanya saja mengalami penurunan fungsi organ. "Makanya saya juga heran, kok banyak orang yang menyebutkan meninggal dunia, itu dari mana?" protes Mardjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mardjo pun mengaku sering mendengar anggapan Soeharto berumur panjang dan sulit meninggal karena mempunyai kekuatan mistis. Tapi Mardjo tidak mempercayainya. Sama dengan Mardjo, pengacara Soeharto Juan Felix dan Assegaf juga tidak percaya Soeharto punya ilmu mistis. Apalagi Soeharto rajin salat lima waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan sisi mistis, urusan panjang umur Soeharto lebih masuk akal dengan penjelasan secara medis. Kesehatan Soeharto telah terpelihara sejak muda karena&lt;br /&gt;olahraga dan aktivitas fisik yang dilakoninya. Naik sepeda, kungkum, naik gunung adalah aktivitas yang akrab dengan Soeharto muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas fisik juga tidak ditinggalkan Soeharto ketika telah menjadi presiden. Ia sering diberitakan main golf. Orang dekatnya pun menyatakan putra Sukirah-Kertorejo itu tetap rajin tapa kungkum dan naik gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lengser dari presiden, Soeharto pun sangat beruntung bila dibandingkan orang sepuh lainnya. Kesehatannya mendapatkan perawatan maksimal dari dokter profesional. "Pak Harto mempunyai dokter pribadi yang selalu mengawasi kondisinya setiap hari," kata Assegaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dokter pribadi, Soeharto juga masih mendapat perhatian dari dokter kepresidenan. Para dokter ini pula yang mengatur pola makan Soeharto dengan disesuaikan dengan umur dan penyakitnya. Sekarang misalnya, ia dilarang makan makanan yang pedas-pedas. Wajib mengonsumsi vitamin, dan obat-obatan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengawasan dokter yang demikian ketat, tentu keluhan sakit Soeharto sedikit saja langsung bisa terdeteksi. Tanpa ilmu mistis pun, dengan pemantauan ketat itu, sangat masuk akal bila kesehatan Soeharto terjaga sehingga berumur panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;Memburu Ilmu Soeharto&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(kolom&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Didik Supriyanto )&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="sumber"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="sumber"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Banyaknya pejabat yang menjenguk Soeharto yang dirawat di RSPP sejak 4 Januari 2008. Ini sangat bisa dimengerti. Soeharto yang saat ini berusia 87 tahun, pernah menjadi presiden selama 32 tahun sehingga hampir semua pejabat saat ini adalah bekas anak buahnya. Hubungan senior-yunior atau bapak-anak itu mesti dijaga karena tanpa senior/bapak, yunior/anak tak mungkin menjadi seperti sekarang. Inilah mungkin kesempatan terakhir untuk bertemu dan memberi hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif Jawa, menjenguk orang hebat yang hendak menemui ajal, bukanlah sekadar memberi hormat. Lebih dari itu, para penjenguk bisa berharap akan kejatuhan ilmu yang dimiliki orang yang dijenguknya. Sebab, bagi orang Jawa, tidak ada orang kuat, tidak ada pemimpin hebat, tanpa ilmu yang kuat dan hebat pula. Dan ilmu-ilmu itu akan lepas bersamaan dengan lepasnya nyawa dari yang empunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan konsep Barat, ilmu dalam khasanah Jawa adalah sesuatu yang konkret. Jika di Barat ilmu berarti kemampuan otak manusia dalam menampung dan mengolah informasi dan pengetahuan; dalam tradisi Jawa, ilmu adalah hasil dari laku prihatin, misalnya lewat puasa dan bertapa, yang mewujud dalam bentuk benda-benda, seperti cincin, ikat kepala, keris yang memiliki bahkan merasuk dalam tubuh yang empunya. Itulah kasekten. Sesuatu yang membuat orang menjadi sakti, berilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dalam soal kekuasaan. Orang Barat melihat kekuasaan adalah sesuatu yang abstrak: kekuasaan adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi, menggerakkan atau memaksa orang lain. Sementara menurut orang Jawa, kekuasaan adalah sesuatu yang dijatuhkan dari atas kepada orang-orang tertentu. Kekuasaan adalah wahyu, yang hanya diperoleh orang-orang terpilih. Wahyu selalu manjing dalam raga, juga diikuti oleh benda-benda sakti lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dalam konteks demikian, maka bisa dimengerti bila Soeharto sakit dan kritis, maka para pejabat datang berduyun. Ya, mereka hendak memberi penghormatan terakhir, tapi dalam hatinya mungkin juga berharap akan mendapatkan ilmu dan wahyu yang pernah dimiliki Soeharto. Tak ada yang salah, sebab dalam tardisi Jawa tindakan praktis itu juga kerap dilakukan para pendahulu. Artinya, tanpa laku prihatin, tanpa puasa dan pertapa, jika ilmu atau wakhyu itu mau jatuh ke seseorang, ya jatuhlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu pula, siapapun sesungguhnya punya peluang untuk kejatuhan ilmu dan wahyu yang sempat dimiliki Soeharto. Makannya jangan heran, setiap Soeharto sakit, pada radius 500 meter dari RSPP banyak orang pintar berkumpul. Mereka datang dari pelosok Jawa bahkan penjuru tanah air. Mereka berharap bisa menangkap atau kejatuhan ilmu atau wahyunya Soeharto yang hendak terbang dari raga. Mereka punya peluang yang sama dengan para pajabat yang keluar masuk rumah sakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;* Didik Supriyanto adalah wartawan detikcom. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Ia pernah menjadi anggota Panitia Pengawasan Pemilu Panwaslu. Kolom Memburu Ilmu Soeharto muncul di detikcom pada 14 Januari 2008. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto: Die Hard (1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:18;"&gt;3. &lt;span class="judulberita"&gt;Astana Giribangun Menanti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;12 Januari 2008.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ua tank kavaleri berjaga di depan pintu gerbang Astana Giribangun. Dua tank itu didatangkan langsung dari Kodam Diponegoro Semarang ke kompleks pemakaman keluarga Soeharto di Karanganyar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sementara jalan menuju Astana Giribangun dari mulai perempatan Karang Pandan dijaga ketat. Setiap 500 meter ada 2-3 polisi menggunakan mobil patroli. Pendek kata, kondisi Astana Giribangun saat itu benar-benar tegang seperti ada sesuatu yang besar yang akan segera terjadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Suasana semakin mencekam ketika para petinggi militer dan polisi di Jawa Tengah, Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Agus Suyitno, Kapolwil Surakarta Kombes Polisi Yoce Mende dan Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Doddy Sumantyawan, tiba-tiba juga melakukan inspeksi di Astana Giribangun. Tidak hanya mereka, Bupati Karanganyar Rina Iriani dan Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi juga ikut datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada hari itu, Soeharto yang tengah dirawat di RSPP, menurut Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, sempat berhenti bernafas. Maka tidak aneh, jika Astana Giribangun menjadi sibuk melakukan berbagai persiapan. Karena di sinilah keluarga Soeharto di makamkan. Di sini pula sudah disiapkan makam untuk Soeharto jika meninggal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Meski kemudian Soeharto dinyatakan selamat dari kritis dan masih hidup, kesibukan di Astana Giribangun tidak berhenti. Keesokan harinya, ratusan kursi , tenda dan soundsistem yang biasa dipakai saat ada orang yang meninggal, disiapkan di kompleks pemakaman yang terletak di Karanganyar ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hari selanjutnya, sejumlah petugas DLLAJ memasang rambu lalu lintas baru di pertigaan Karang Pandan, jalan yang berjarak sekitar 3 km dari Astana Giribangun itu. Rambu penunjuk arah berwarna biru itu bertuliskan 'Astana Giribangun' dengan tanda panah berwana putih. Selain rambu tersebut, ada juga palang besi yang bertuliskan dilarang melintas. Namun palang tersebut belum dipasang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemudian hari berikutnya lokasi makam keluarga Cendana ini ditutup. Di gerbang depan terlihat penjagaan yang lebih ketat. Di balik gerbang, 2 petugas bersafari tampak berjaga-jaga. Sedang di luar gerbang terlihat 3 petugas Polres Karanganyar turut pula berjaga. Petugas sibuk membersihkan kompleks makam utama.Tidak ada satu pun yang diperkenankan masuk, termasuk para wartawan yang sebelumnya bebas melenggang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;Makam Trah Mangkunegaran Terakhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Astana Giribangun ikut mendapat sorotan besar terkait kondisi kritis Soeharto. Sebenarnya Soeharto sendiri yang meminta agar dimakamkan di komplek pemakaman ini. Wasiat ini termuat dalam otobiografinya yang blak-blakan &lt;em&gt;Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;" lang="SV"&gt;Dalam buku itu, Soeharto menjelaskan, istrinya, Siti Hartinah dan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yayasan Mangadeg Surakarta sudah membangun makam keluarga di Mangadeg, tepatnya di Astana Giribangun. ”Dengan sendirinya saya pun akan minta dimakamkan di Astana Giribangun bersama keluarga. Kami tidak mau menyusahkan anak cucu kami, jika mereka nanti ingin berziarah,” kata Soeharto dalam buku tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto mungkin menyadari wasiat soal pemakamannya itu aneh karena ia saat itu masih hidup. Tapi ia mempunyai alasan sendiri soal wasiat minta dimakamkan di Astana Giribangun itu. Masih dalam &lt;em&gt;Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;jendral besar ini berkata, m&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;emang saya pun mendengar orang bicara, bahwa belum juga saya mati, saya sudah membuat kuburan. Padahal yang sebenarnya, kuburan itu kami buat untuk yang sudah meninggal, antaranya untuk ayah kami (mertua saya). Selain itu, pikiran saya menyebutkan, "Apa salahnya, sebab toh akhirnya kita akan meninggal juga." Kalau mulai sekarang kita sudah memikirkannya, itu berarti kita tidak akan menyulitkan orang lain. Asalkan tidak menggunakan yang macam-macam, apa jeleknya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seperti apa Astana Giribangun sebenarnya? Bagaimana pula sejarahnya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Kompleks Astana Giribangun yang megah dan luas berada di lereng barat Gunung Lawu. Tepatnya terletak di Desa Karang Bangun, Matesih, Karanganyar, sekitar 40 kilometer arah timur kota Solo. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Makam itu dibangun di atas sebuah bukit, tepat di bawah Astana Mangadeg, kompleks pemakaman para penguasa Istana Mangkunegaran, salah satu pecahan dinasti Mataram. Jika Astana Mangadeg berada di ketinggian 750 meter dpl, Giribangun pada 666 meter dpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan posisi berada di bawah Mangadeg itu bukan tanpa alasan; untuk tetap menghormati para penguasa Mangkunegaran, mengingat Ibu Tien Soeharto mengaku keturunan Mangkunegoro III. Bahkan Giribangun disebut sebagai makam yang dikhususkan untuk keluarga Mangkunegaran yang keduabelas atau yang paling akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks makam ini mulai dibangun pada tahun 1974 dan diresmikan penggunaannya para tahun 1976. Peresmian itu ditandai dengan pemindahan abu jenazah Soemaharjomo (ayahanda Tien Soharto) dan Siti Hartini Oudang (kakak tertua Ibu Tien), yang keduanya sebelumnya dimakamkan di Makam Utoroloyo, salah satu makam keluarga besar keturunan Mangkunegaran yang berada di Kota Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astana Giribangun yang luas terdiri dari beberapa bagian. Di antaranya adalah bagian utama yang disebut Cungkup Argosari yang berada di dalam ruangan tengah seluas 81 meter persegi dengan dilindungi cungkup berupa rumah bentuk joglo gaya Surakarta beratap sirap. Dinding rumah terbuat dari kayu berukir gaya Surakarta pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruangan ini hanya direncanakan untuk lima makam. Saat ini paling barat adalah makam Siti Hartini, di tengah terdapat makam pasangan Soemarharjomo (ayah dan ibu Tien) dan paling timur adalah makam Ibu Tien yang meninggal pada 1996. Tepat di sebelah barat makam Ibu Tien terdapat sebuah tempat yang disebut sebagai "cadangan", yang nantinya diperuntukkan bagi Pak Harto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di bagian Argosari, tepatnya di emperan cungkup seluas 243 meter persegi, terdapat tempat yang direncanakan untuk makam 12 badan. Rencananya di tempat inilah anak-anak dan para menantu Soeharto dimakamkan. Namun ketika sekarang ada anak Soeharto yang memilih hidup sendiri setelah mengalami kegagalan berkeluarga, kurang jelas siapakah nanti yang harus memenuhi areal untuk 12 badan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di selasar cungkup seluas 405 meter persegi terdapat areal untuk 48 badan. Yang berhak dimakamkan di tempat itu adalah penasihat, pengurus harian serta anggota pengurus Yayasan Mangadeg yang mengelola pemakaman tersebut. Termasuk yang berhak dimakamkan di tempat itu adalah pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono beserta istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian yang berada di luar lokasi utama adalah Cungkup Argokembang seluas 567 meter persegi. Tempat ini tersedia tempat bagi 116 badan. Yang berhak dimakamkan di lokasi itu adalah para pengurus pleno dan seksi Yayasan Mangadeg ataupun keluarga besar Mangkunegaran lainnya yang dianggap berjasa kepada yayasan yang mengajukan permohonan untuk dimakamkan di astana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling luar adalah Cungkup Argotuwuh seluas 729 meter persegi. Tempat ini tersedia tempat bagi 156 badan. Seperti halnya Cungkup Argokembang, yang berhak dimakamkan di lokasi itu adalah para pengurus Yayasan Mangadeg ataupun keluarga besar Mangkunegaran lainnya yang mengajukan permohonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu utama Astana Giribangun terletak di sisi utara. Sisi selatan berbatasan langsung di jurang yang di bawahnya mengalir Kali Samin yang berkelok-kelok indah dipandang dari areal makam. Terdapat pula pintu di bagian timur kompleks makam yang langsung mengakses ke Astana Mangadeg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bangunan untuk pemakaman, terdapat sembilan bangunan pendukung lainnya. Di antaranya adalah masjid, rumah tempat peristirahatan bagi keluarga Soeharto jika berziarah, kamar mandi bagi peziarah utama, tandon air, gapura utama, dua tempat tunggu atau tempat istirahat bagi para wisatawan, rumah jaga dan tempat parkir khusus bagi mobil keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian bawah, terdapat ruang parkir yang sangat luas. Di masa Soeharto berkuasa, di arel ini terdapat puluhan kios pedagang yang berjualan souvenir maupun makanan untuk melayani peziarah dan wisatawan. Namun semenjak kini tempat itu menjadi sangat sepi, seiring sepinya pendatang dari kalangan umum.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;Petuah untuk Ksatria Utama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut barat daya bangunan megah Cungkup Argosari, terpampang sebuah tulisan yang dipetik dari Serat Wedatama, sebuah karya sastra Jawa klasik karya Mangkunegoro IV. Bunyi kutipan dalam tembang pucung itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;lila lamun kelangan nora gegetun&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;trimah yen ketaman&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;saserik sameng dumadi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;tri legawa nalangsa srahing bathara&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ikhlas, jika kehilangan tiada kan menyesal&lt;br /&gt;menerima dengan lapang jika mendapatkan&lt;br /&gt;kebencian dari sesama&lt;br /&gt;legawa dan menyerahkan segalanya kepada Yang Kuasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bait itu adalah petikan dari sebuah petuah Mangkunegoro IV kepada anak cucunya jika ingin menjadi seorang ksatria utama. Ksatria pilihan harus pantang menghindar dari kewajibannya, menjalankan darma baktinya, dan siap menerima risiko apa pun sebagai konsekuensi sebuah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jelas juga, apakah diamnya Soeharto terhadap segala cercaan dan tudingan setidaknya selama hampir sepuluh tahun terakhir ini adalah bagian dari penerimaannya sebagai ksatria seperti yang dianjurkan leluhur istrinya. Namun yang jelas, hingga kini dia belum pernah melakukan reaksi terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tetap memilih diam ketika nasib hukumnya terus menggantung tanpa kejelasan. Dia tetap memilih diam di saat pihak-pihak yang berbeda pandangan beradu pendapat mengenai solusi yang elegan untuk kasus hukum yang mendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas, jika kehilangan tiada kan menyesal. Dia memang, setidaknya secara de jure telah kehilangan kekuasaan sejak 1998. Mestinya dia telah mematuhi petuah Mangkunegoro IV agar ikhlas jika kehilangan apa pun, karena saat itu mekanisme yang dia pilih adalah mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerima dengan lapang jika mendapatkan kebencian dari sesama. Dengan tetap diam menyungging senyum khasnya, mestinya orang akan meraba bahwa dia telah lapang dada dan memposisikan dirinya sebagai sasaran tembak bagi para pengkritiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pak Harto &amp;amp; Sambernyowo&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Kolom Djoko Suud Sukahar )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pak Harto sangat kritis. Masih terbaring lemah di RSPP Jakarta. Jika dilihat dari usia dan banyaknya organ tubuh yang tidak berfungsi, maka tidak ndisiki kerso, Pak Harto rasanya mendekati hari akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak perlu menipu diri sendiri. Takdir manusia memang seperti itu. Dari tanah kembali ke tanah. Dan tiap yang hidup akan menuju kematian. Itu pula makna kuburan, yang diidentifikasi sebagai rumah masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah masa depan Pak Harto sudah disiapkan. Astana Giri Bangun adalah kompleks pemakaman keluarga Cendana. Terletak di kabupaten Karanganyar, Matesih, Mangadeg, dimana Ibu Tien Soeharto juga dikebumikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Mangadeg bukan area pemakaman tunggal. Di lokasi ini sebelumnya juga berdiri makam, tempat jasad Sambernyowo dikebumikan. Letak kuburan pendiri trah&lt;br /&gt;Mangkunegaran itu tak jauh. Hanya ratusan meter dari astana Giri Bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambernyowo adalah Raden Mas Said. Merupakan pahlawan rakyat Jawa Tengah, khususnya Surakarta dan Kartasura. Itu karena keberaniannya menentang penjajah Belanda, juga kesaktiannya. Sang Hero ini diyakini bisa menghilang, memporak-porandakan lawan tanpa perlu balatentara, dan persenjataan modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep tijitibeh, mati siji mati kabeh, diberlakukan. Merealisasi perang gerilya melalui pengamatan di Gunung Gambar. Dan dengan kejeniusannya, maka Tridharma yang kemudian diadopsi sekarang ini disosialisasikan untuk memotivasi rakyat mencintai dan&lt;br /&gt;loyal terhadap kerajaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan Sambernyowo itu tak sekadar membuat rakyat kagum. Mistisisme Jawa telah membawanya pada tingkat kekaguman yang lebih tinggi. Sang raja terangkat menjadi tokoh mistis, yang dipuji sekaligus secara metafisis ditempatkan sebagai pepunden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang menjadikan pembangunan astana (makam) Giri Bangun pada awalnya disoal. Sebagian rakyat belum bisa menerima pembangunan makam di dekat makam Sambernyowo yang dikultuskan itu. Malah ada sebagian rakyat yang selalu menghubung-hubungkan musibah dan prahara dengan keberadaan Astana Giri Bangun yang baru dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika terjadi musibah longsor baru-baru ini, maka korban jiwa yang banyak disebutnya sebagai tumbal, termasuk tanaman anthurium yang berharga miliaran itu.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan klan Mangkunegaran sendiri? Ternyata, disana juga ada sesal yang tak terucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, hari-hari ini, jika asumsi banyak pihak terhadap kekritisan phisik Pak Harto menjadi kenyataan, maka rasanya, borok lama itu akan kembali terkuak. Adakah di alam metafisis juga sedang terjadi pro-kontra soal nasib Pak Harto? Wallahua'lam bissawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya benar jawaban abdi dalem Mangkunegaran kalau ditanya soal Sambernyowo di Gunung Gambar.  Sedang apakah Sambernyowo? Jawab mereka, "Gusti Pangeran&lt;br /&gt;sedang nggambar negoro."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;* Djoko Suud Sukahar adalah pemerhati budaya. Kolomnya secara rutin menghiasai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;detikcom. Kolom ”Pak Harto dan Sambernyowo” muncul di detikcom 16 Januari 2008.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;h4&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                    &lt;/span&gt;Soeharto: Die Hard (1) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:18;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:18;"&gt;5. Kisah Di Balik Berita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto ibarat keping mata uang. Ada dua wajah pada pria itu yang terus menimbulkan pro kontra. Pesonanya tidak lantas pudar meski tidak lagi berkuasa. Kendati ia telah lengser hampir satu dasawarsa, tidak sedikit orang yang memuja Soeharto. Tapi di sisi lain, banyak pula kelompok yang membencinya . Maklumlah selama 32 tahun ia berkuasa, tentu tidak hanya putih yang ditorehkan untuk negeri ini. Tapi juga warna hitam. Tidak hanya jasa yang ia sumbangkan, tapi juga dosa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang diwariskan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;awal tahun 2008, ia kritis dan harus dirawat berhari-hari di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, banyak kalangan menjadi sibuk. Tidak hanya keluarga Cendana saja yang panik. Sakit Soeharto telah membuat heboh bangsa Indonesia. Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla, anggota DPR, tokoh agama, para cendekia, paranormal tokoh hukum, tentara, polisi, sampai rakyat biasa, semua memberi perhatian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Salah satu pihak yang juga dibuat pontang-panting adalah wartawan. Sakitnya Soeharto, tentu menjadi salah satu moment bersejarah yang tidak boleh dilewatkan. Apalagi tahun 2008 ini, pria sepuh itu akan berusia 87 tahun, usia yang sering kali menjadi akhir dari perjalanan hidup seseorang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Begitu tahu Soeharto sakit pada 4 Januari 2008, wartawan langsung menyanggongi RSPP dan Cendana. Dalem Kalitan Solo dan Astana Giribangun pun tidak luput dari pantauan wartawan. Para kuli disket ini memburu semua sumber yang bisa diminta informasi. Jumpa pers tim dokter yang menangani Soeharto tentunya menjadi menu rutin. Tapi informasi dari dokter saja tidak cukup bisa dijadikan andalan untuk membuat berita yang menarik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semua orang yang datang menjenguk pun menjadi buruan wartawan. Begitu SBY datang misalnya maka wartawan pun berebut mendekat, berdesakan untuk mendapatkan posisi terbaik. Meskipun akhirnya Pak Presiden ternyata tidak mau memberikan satu pernyataan sedikitpun usai membesuk Soeharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Demikian pula ketika tokoh lainnya mengalir berdatangan, para kuli disket ini pun dengan sigap langsung mengerubutinya. Ada yang mengambil gambar, menyodorkan mike, menyodorkan handrecord, megang pensil dan mencoret-coretkan tulisan di notes. Pokoknya semua kegiatan terkait reportase otomatis akan digeber. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk melancarkan tugas, wartawan pun harus pandai-pandai mengatur siasat. Misalnya melakukan deal dengan petugas keamanan RSPP yang melakukan penjagaan ketat. Contohnya saat, mantan Presiden BJ Habibie akan datang membesuk, wartawan membuat deal dengan satpam RSPP. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Banyak kisah seru, unik dan menarik dialami wartawan di balik liputan kritisnya Soeharto. Apa sajakah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;Pak Harto dan Rahasia Lorong Kamar Mayat RSPP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="sumber"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;RSPP meninggalkan banyak cerita soal Soeharto. Sejak sakit setelah lengser pada 1998, berkali-kali penguasa Indonesia 32 tahun itu dirawat di situ. Setiap kali dia masuk RSPP, seperti biasa, tak pernah ada yang tahu. Tidak ada wartawan yang bisa mengabadikan gambarnya saat Soeharto pertama datang. Semua penuh rahasia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keluarga dan kerabat dekat Cendana selalu melakukan berbagai upaya agar kedatangan Soeharto tidak tertangkap wartawan. Bahkan, jika perlu Soeharto dilewatkan di lorong kamar mayat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Inilah salah satu kisah yang tercecer dari sakitnya Soeharto pada 2004. Kisah lorong kamar mayat ini terjadi pada 26 April. Saat itu pada pukul 16.50 WIB, Soeharto tiba di RSPP dengan menggunakan Toyota Alphard warna hitam B 8834 AT. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Soeharto ini seperti biasa, penuh rahasia. Pengunjung RSPP yang ramai itu tak mengetahui kedatangan Soeharto. Lalu lewat pintu mana? Ternyata, ya itu tadi, lewat pintu belakang yang merupakan lorong menuju kamar mayat RSPP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa Orde Baru itu diantar anaknya Tutut, Mamiek, dan Sigit. Kemudian menyusul anaknya Bambang dan istrinya Halimah, serta Ketua Umum Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) R Hartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil yang ditumpangi Soeharto berhenti tepat di depan kamar mayat RSPP. Mantan presiden itu kemudian turun dari mobil, kemudian dibawa melalui pintu belakang, lorong menuju kamar mayat untuk dirawat di lantai 6 RSPP.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;Koran, Sleeping Bag Sampai Anti Nyamuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wartawan biasanya mudah dikenali dengan perlengkapan yang dibawanya. Kamera, tape recorder, notes kecil, ID card, sudah cukuplah untuk menegaskan identitas pemburu berita. Tapi untuk liputan kondisi kritisnya Soeharto, perlengkapan perang wartawan bertambah. Koran, sleeping bag (kantong tidur) dan krim anti nyamuk menjadi barang wajib yang kudu dibawa saat meliput penguasa Orde Baru itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perlengkapan ini setidaknya dibawa para wartawan yang berjaga di kediaman Soeharto di Jalan Cendana No. 8, Menteng, Jakarta Pusat. Puluhan wartawan yang terus menanti di komplek elit tersebut terpaksa harus tidur di trotoar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berbagai peralatan pun disiapkan agar penantian terasa lebih nyaman. Ada yang membawa koran bekas untuk alas duduk atau tidur di trotoar. Lainnya membawa sleeping bag. Sebagian lainnya, memilih hanya mengenakan jaket super tebal. Maklum saja, udara di Jakarta hari-hari terakhir ini memang cukup dingin. Angin yang berhempus pun terasa cukup kencang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Pakai anti nyamuk dulu, biar nggak digigitin," kata salah satu wartawan televisi sambil mengoleskan lotion ke tangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain harus tidur di trotoar, wartawan yang meliput di Cendana juga kesulitan mencari tempat membuang hajat. Untung saja, tak jauh dari rumah Soeharto, ada rumah yang sedang dibangun dan ada kamar mandi yang bisa digunakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;Flu, Tambah Gemuk &amp;amp; Boros&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wajah kusam dan tampak sayup terlihat di sebagian wajah wartawan yang meliput mantan Presiden Soeharto di RS Pusat Pertamina. Maklum, Rabu, 16 Januari 2008, wartawan genap 13 hari menunggu perkembangan Pak Harto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang wartawan elektronik Fadhil (24) mengaku sudah 11 hari menunggui Soeharto di RSPP. Kalaupun istirahat dan pulang hanya kurang dari sehari saja. Setelah itu kembali bertugas hingga lebih dari 10 jam. Bahkan dirinya sering menginap di RSPP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya nih, badan ngedrop juga. Karena disuruh kantor standby terus siaga satu. Istirahat jadi nggak tenang," keluhnya saat berbincang-bincang di sela-sela liputan di RSPP..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadhil juga mengaku sejak ditugaskan di RSPP, biaya yang dikeluarkannya untuk konsumsi juga membengkak dibanding hari-hari biasa. Dia mencontohkan harga nasi goreng yang mencapai Rp 9.000 sepiringnya. "Masa nasi sama udang tahu saja sampai Rp 11.000. Parkir motor 14 jam Rp 9.000," cetusnya sambil mengisap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang sama juga dikatakan Dodo, wartawan sebuah TV. Di hari ke-10 dia terkena flu cukup berat. "Pulang dari rumah sakit malah sakit. Pas terakhir-terakhir ini aja kena flu. Gimana nggak, tidur di luar cuma beralas matras," tutur pria gemuk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi beratku malah tambah lho. Terakhir beratku 84 kg. Belum tahu sekarang. Wong di sini makan terus," celetuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, wartawan peliput Soeharto, termasuk Fadhil dan Dodo, menerima tugas peliputan tersebut dengan gembira. Sebab menurut mereka, meliput Presiden RI kedua tersebut adalah pengalaman bersejarah bagi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;Roti Ny Sudwikatmono &amp;amp; Pijat Mas Gito &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Duka meliput Soeharto adalah kadang tak sempat untuk membeli makanan karena khawatir kehilangan moment. Padahal wartawan harus tetap menjaga stamina untuk bisa meliput kritisnya Soeharto berhari-hari yang merupakan moment yang tidak boleh dilewatkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nyonya Sudwikatmono, yang juga adik ipar almarhum Ibu Tien Soeharto mungkin paham dengan kondisi ratusan wartawan yang ikut berjaga di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP). Pada pukul 22.30 WIB, Sabtu, 12 Januari 2008 malam,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat rasa lapar mulai menerpa, dia membagikan roti gratisan kepada para jurnalis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bisa ditebak, roti pemberian istri adik tiri Soeharto itu, langsung diserbu para wartawan. Padahal saat itu, wartawan tengah bersiap menunggu Guruh Soekarnoputra yang juga ikut membesuk Soeharto. Roti yang dibagikan itu berada di dalam boks, yang berisi 4-5 roti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain sempat tertolong roti gratisan, wartawan juga sedikit berkurang rasa capainya dengan adanya Mas Gito. Laki-laki ini adalah tukang pijat yang ikut mencari rezeki di RSPP dengan membuat lemas otot para wartawan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena sentuhan Mas Gito ini begitu mengena, para wartawan pun langsung informasi berbagi dengan wartawan lain. Alhasil Gito pun laris manis. Saat pria berusia 35-an tahun ini datang dengan tas tuanya, beberapa wartawan segera menggunakan jasanya. Bayarnya cukup Rp 20-25 ribu saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;Misteri Pembagian ID Pemakaman &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Selain RSPP dan Cendana, tempat lain yang diburu wartawan terkait kritisnya Soeharto adalah Dalem Kalitan, rumah keluarga mantan presiden itu di Solo, dan Astana Giribangun, di Karanganyar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wartawan Solo mempunyai kisah dan ketegangan sendiri saat meliput persiapan dua tempat itu sehubungan dengan kritisnya Soeharto. Kisah itu, adalah kisah ID pemakaman. Kisah ini terjadi pada Sabtu, 12 Januari 2008. Sebelumnya pada Jumat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;malam, Soeharto menurut Menkes Siti Fadila Supari, sempat berhenti bernafas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menyusul kabar itu, Sabtu pagi di Astana Giribangun, tempat pemakaman keluarga Soeharto, dua tank kavaleri yang didatangkan langsung dari Kodam Diponegoro Semarang, berjaga di pintu gerbangnya. jalan menuju Astana Giribangun dari mulai perempatan Karang Pandan dijaga ketat polisi dan personel dari Polres Karanganyar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setiap 500 meter ada 2-3 polisi menggunakan mobil patroli. Namun tidak ada aktivitas yang terlalu menonjol dari lalu lintas yang di jalan yang menuju Astana Giribangun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Siang hari pukul 11.00 WIB, Bupati Karanganyar Rina Iriani dan Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi menyambangi Astana Giribangun. Sebelumnya Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Agus Suyitno, Kapolwil Surakarta Kombes Polisi Yoce Mende dan Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Doddy Sumantyawan telah melakukan inspeksi di Astana Giribangun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mungkin untuk mengantisipasi keadaan, Korem Warastratama Surakarta menyiapkan ID Card khusus pemakanan Soeharto untuk wartawan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ID Card berukuran 15x20 cm itu bertuliskan Pemakaman Bp Panglima Besar Jenderal Purn HM Soeharto. Sekitar 20-an wartawan telah mengurus kartu pengenal itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun kemudian pukul 14.00 WIB, Korem 074 Warastratama Surakarta menarik kembali ID Card bagi wartawan untuk meliput pemakaman Soeharto. Alasannya, ID tersebut harus ditandatangani Kasie Intel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;Kronologi Sakit Soeharto 1999-2008 (Lampiran) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk kesekian kalinya, mantan Presiden Soeharto kembali masuk Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jumat (4/1/2007). Dalam catatan pers, sakitnya Soeharto menjadi sejarah yang panjang. Ia sudah berkali-kali masuk RS sejak lengser pada 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut catatan sakitnya Soeharto yang berhasil dirangkum &lt;strong&gt;detikcom&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1999&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 Juli 1999. Soeharto terkena stroke ringan dan menjalani pemeriksaan radiologi dan MRI di RSP Pertamina Jakarta. Kejaksaan Agung menghentikan sementara penyelidikan kasus Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Juli 1999. Kesehatan Soeharto membaik. Mulut yang diberitakan miring kembali normal. Soeharto menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan kondisi syaraf secara menyeluruh (EEG) dan CT Scan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 Juli 1999. Mantan Presiden RI ke-2 ini meninggalkan RSP Pertamina. Tim dokter yang dipimpin Dr Ibrahim Ginting, mengizinkan Soeharto pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Agustus 1999. Sekitar pukul 09.00 WIB, Soeharto dilarikan ke RSP Pertamina. Dia harus menjalani rawat inap setelah mengalami pendarahan di usus saat hendak mengambil air wudu untuk salat subuh di kediamannya.&lt;br /&gt;Soeharto kemungkinan menderita ambeien atau haemorroid akibat kebanyakan berbaring dan duduk selama proses penyembuhan, baik di RSPP maupun di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Oktober 1999. Tim dokter menerangkan Soeharto masih sakit sehingga tidak dapat mengikuti pemeriksaan di Kejaksaan Agung. Surat keterangan tim dokter yang ditandatangani Dr Hari Sabardi ini menekankan, keterangan&lt;br /&gt;tersebut dibuat berdasarkan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2000&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Februari 2000. Soeharto mengalami kesulitan berkomunikasi verbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Maret 2000. Tim dokter keluarga menyatakan Soeharto yang dikatakan sakit jasmani dan rohani dibawa ke RSCM oleh Kejakgung untuk pemeriksaan ulang kesehatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Agustus 2000. Soeharto kembali masuk RSP Pertamina untuk pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan endoskopi  dan CT Scan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 September 2000. Soeharto foto otak di RSP Pertamina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2001&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Februari 2001. Soeharto menjalani operasi usus buntu di RSP Pertamina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Februari 2001. Kondisi kesehatan Soeharto membaik meskipun infus belum dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Juni 2001. Soeharto menjalani operasi pemasangan alat pacu jantung permanen di RSP Pertamina. Tim dokter RSCM menemukan frekuensi nadi rendah. Akibatnya distribusi oksigen ke organ-organ tubuh penting, seperti&lt;br /&gt;otak, ginjal, dan jantung terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Desember 2001. Soeharto kritis dan dibawa ke RSP Pertamina. Batuk-batuk dan sesak napas. Tensi darah 180/70 dengan suhu 38-39 derajat Celsius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Desember 2001. Soeharto menderita pneumonia dengan gejala flu, batuk, demam, tidak mau makan, dan diare. Karena pertimbangan non medis seperti faktor emosional dan kultural, seperti perayaan Idul Fitri, tim dokter&lt;br /&gt;memutuskan Soeharto dirawat secara intensif di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Desember 2001. Soeharto kembali menjalani rawat inap di RSP Pertamina selama 11 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2002&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Maret 2002. Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek, putri bungsu Soeharto, mengungkapkan kesehatan Soeharto memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Maret 2002. Soeharto mengalami pendarahan dan harus diinfus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Maret 2002. Kesehatan Soeharto menurun. Tim dokter memberikan transfusi darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Juni 2002. Untuk membuktikan kebenaran kesehatan Soeharto telah pulih, Kejaksaan membentuk tim dokter. Lebih dari 20 dokter memeriksa kesehatan Soeharto. Tujuh diantaranya adalah tim dokter independen RSCM yang ditunjuk Kejaksaan, sisanya adalah dokter keluarga Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Agustus 2002. Ketua Tim Dokter Soeharto, Akhmal Taher, mengumumkan kesehatan Soeharto lebih baik dibanding saat terserang stroke pada 1999 dan 2001. Namun kemampuan berbahasanya terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Oktober 2002. Soeharto berziarah ke makam Tien Soeharto di Astana Giribangun, Mangadeg, Karanganyar. Dia tampak sehat dan segar serta mampu berjalan sendiri tanpa dipapah maupun menggunakan tongkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2003&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 April 2003. Kesehatan Soeharto kembali memburuk dan dilarikan ke RSP Pertamina. Pendarahan saluran pencernaan sudah merembet ke jantung. Sebelumnya Soeharto telah dipasang alat pacu jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2004&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Januari 2004. Kejaksaan Agung memerintahkan Kejaksaan Negeri Jaksel memeriksa kondisi kesehatan Soeharto. Tim dokter RSCM memeriksa kesehatan&lt;br /&gt;Soeharto selama tiga kali dan menyimpulkan Soeharto menderita cacat psikologi permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Februari 2004. Mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad mengunjungi Soeharto. Menurutnya Soeharto sehat. Hanya saja berbicaranya tidak lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 April 2004. Kesehatan Soeharto memburuk. Pendarahan saluran pencernaan kembali terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Mei 2004. Tim dokter RSPP mengumumkan kesehatan Soeharto membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2005&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Mei 2005. Soeharto masuk RSPP lagi dengan sakit yang sama, pendarahan usus. Namun, tim dokter menilai kondisi Soeharto relatif cukup aman. Soeharto kemudian menjalani rawat jalan. Rawat inap hingga 11 Mei 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2006&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Mei 2006. Setelah tampil di muka publik dalam beberapa kesempatan seperti pernikahan cucu dan pertemuan dengan mantan PM Singapura Lee Kuan Yew, Soeharto lagi-lagi dirawat di RSP Pertamina. Soeharto mengalami&lt;br /&gt;pendarahan yang mengakibatkan penurunan kadar sel darah merah dalam darah atau Hemoglobin (Hb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Mei 2006. Setelah dioperasi pada 8 Mei 2006, penguasa Orde Baru itu dioperasi lagi. Operasi ini untuk memasukkan pipa lambung sebesar jari kelingking orang dewasa ke dinding perut sebelah kiri atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Mei 2006. Soeharto kritis. Soeharto dikabarkan sudah tidak bisa melakukan sejumlah aktivitas yang dilakukan sehari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Mei 2006. Keluarga Cendana pasrah jika Soeharto dipanggil Tuhan sewaktu-waktu. Wakil Ketua Komisi II Priyo Budi Santoso menyatakan Mbak Titiek ngomong mereka sudah ikhlas jika Pak Harto dipanggil sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;Tamu yang menjenguk hanya diperbolehkan melihat dari jauh.&lt;br /&gt;22222ew2d3aQSZZSasz&lt;br /&gt;22 Mei 2006. Kesehatan Soeharto berangsur-angsur membaik. Meski masih dalam masa kritis, secara umum kesehatannya bertambah baik. Sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga dan mulai menjalani fisioterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Mei 2006. Kondisi Soeharto sudah dalam batas normal dan tenang. Pendarahan sudah berhenti. Fungsi organ tubuh relatif baik walaupun terserang pilek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 Mei 2006. Kesehatan Soeharto semakin membaik dan menjalani pemeriksaan electro enchephalo graph (EEG). Diperbolehkan pulang jika fungsi pencernaan, jantung, ginjal dan pernafasannya sudah normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31 Mei 2006. Soeharto meninggalkan RSPP pukul 8.35 WIB menuju kediamannya. Soeharto ditemani tim dokter dan Dirut RSPP Dr Adji Suprajitno. Meski selang di lambung masih terpasang kondisinya semakin membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2008&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Januari 2008, Soeharto kembali masuk RSPP. Menurut pengacaranya, Assegaf, ia hanya check up biasa. Tapi anehnya Soeharto harus rawat inap belasan hari. Penyakit Soeharto kali ini lebih parah. Ia bahkan kritis dan sempat berhenti bernafas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-2878135563483106898?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/2878135563483106898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=2878135563483106898' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2878135563483106898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2878135563483106898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/01/soeharto-die-hard-1.html' title='Soeharto: Die Hard 1'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-2766497351907152506</id><published>2008-01-17T01:44:00.000-08:00</published><updated>2008-01-17T01:46:32.584-08:00</updated><title type='text'>Soeharto: Die Hard 2</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                             &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Soeharto Die Hard (2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;1. Menggiring Badai Di Penghujung Hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mantan Presiden Soeharto tidak pernah dibawa ke pengadilan. Empat Presiden yang menggantikan Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono , tidak pernah berhasil membawa pria kelahiran 8 Juni 1921 ini untuk menghadiri sidang. Upaya menyidangkan kasus korupsinya yang diduga merugikan negara Rp Rp 1,4 trilyun dan 416 juta dolar Amerika selalu mentok karena Soeharto sakit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hingga pada Januari 2008, Soeharto kritis dan belasan hari harus dirawat &lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;di Rumah Ssakit Pusat Pertamina (RSPP). Lagi-lagi kondisi sakit Soeharto kembali menimbulkan polemik atas kasus hukumnya. Tapi kali ini polemik lebih kencang dan dasyat lagi karena diyakini usia Soeharto tidak akan lama lagi. Maka di penghujung harinya Soeharto seperti menggiring badai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Presiden SBY berusaha menghentikan badai itu. Ia meminta agar polemik kasus Soeharto dihentikan. Tapi tidak mempan. Badai terus saja berhembus karena semua pihak terus bersuara lantang. Cendana, DPR, parpol, pakar hukum, tokoh reformasi dan MPR saling silang pendapat tiada henti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;Misteri Telepon Tengah Malam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum jam menunjukan pukul 23.30 waktu Malaysia. Presiden Yudhoyono (SBY),&lt;br /&gt;yang sedang berada di negeri jiran dalam rangka  tugas kenegaraan tiba-tiba ditelepon Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam perbincangan yang berlangsung 10 menitan ini, Kalla memberitahu SBY soal kondisi mantan presiden Soeharto yang semakin kritis hari itu, Jumat, 11 Januari 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melaporkan kondisi Soeharto, Kalla juga memberitahu soal telepon dari Try Sutrisno. Mantan wapres di masa orde baru itu menyampaikan keinginan keluarga Soeharto agar soal kasus Soeharto diselesaikan malam itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar permintaan itu, SBY agak terkejut waktu itu. "Presiden tidak tahu penyelesaiannya seperti apa yang dimaksud. Soalnya pemerintah tidak punya niat untuk mengungkit-ungkit masalah hukum Mantan Presiden Soeharto pada saat yang bersangkutan dalam kondisi sakit," kata Sudi Silalahi, dalam keterangan pers di kantor Departemen Pekerjaan Umum Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu SBY segera mengutus Jaksa Agung Hendarman Supandji bertemu dengan keluarga Soeharto malam itu juga di RSP Pertamina." Saya hanya menjalani perintah presiden," ujar Hendarman di kantor Kejagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Hendarman ke RSPP untuk melakukan perbincangan perihal kasus gugatan perdata terhadap Soeharto. Dan Hendarman diperintahkan untuk segera menyelesaikan masalah itu secepatnya, walaupun harus di luar pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, menurut Hendarman, sesuai undang-undang, penyelesaian gugatan perdata di luar pengadilan bisa dilakukan. Cara itu juga sering terjadi dalam banyak perkara perdata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Hendarman ke RSPP kemudian menimbulkan polemik. Ia disebut-sebut datang mewakili presiden siap memberikan maaf kepada Soeharto dengan syarat. Cara itu dianggap saling menguntungkan atau &lt;i&gt;win-win solution&lt;/i&gt;. Jadi tidak ada yang melempar handuk (kalah) dalam proses hukum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tawaran itu kemudian ditolak keluarga cendana. Pasalnya, Kubu Cendana tetap ngotot ingin berdamai tanpa harus ganti rugi. Sedangkan pemerintah menginginkan, apa yang menjadi hak milik negara harus kembali ke negara, baik melalui jalur atau di luar jalur pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya menolak, pengacara Soeharto belakangan membantah kalau keluarga Cendana mendesak pemerintah untuk mencabut kasus perdata Soeharto." Nggak betul itu. Mereka nggak ngerti masalah hukum," kata Juan Felix Tampubolon, salah seorang pengacara Cendana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Felix menduga upaya yang dilakukan Try Sutrisno menyangkut masalah politik. Tidak ada kaitannya dengan hukum. "Biasalah dalam politik jual-menjual". Ia juga mebantah keluarga Cendana telah menyepakati &lt;i&gt;win-win solution&lt;/i&gt; yang ditawarkan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengacara cendana, kalau ada &lt;i&gt;out of court settlement&lt;/i&gt;, harus tanpa syarat. Jadi sederhana sekali. Mau dicabut, tidak apa-apa, silakan. Tapi tanpa syarat. "Kalau mau lewat hukum, proses saja secara hukum," tegas Felix.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polemik soal hukum ini pun seakan tidak berkesudahan. Berbagai upaya hukum yang dilakukan untuk menyeret Soeharto, baik secara pidana maupun perdata seolah tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, menurut Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung Nasution, hanya butuh waktu sehari atau 1 kali 24 jam untuk mengadili mantan penguasa Orde Baru Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kata Buyung, sidang bisa digelar tanpa perlu menghadirkan Soeharto, tapi ini berbeda dengan peradilan &lt;i&gt;in absentia&lt;/i&gt;. Yang dibutuhkan dalam hal ini adalah niat kuat Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung untuk membuat terobosan sidang semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sidang tanpa menghadirkan terdakwa karena sakit. Ini bukan &lt;i&gt;in absentia&lt;/i&gt;. Yang penting butuh keyakinan dan alat bukti," kata Buyung, pendiri YLBHI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah sidang, lanjut Buyung, bicara masalah pengampunan/pemaafan (&lt;i&gt;pardon&lt;/i&gt;), kalau supaya Soeharto meninggal dengan iklas dan tanpa beban. Jika sidang belum selesai, tidak mungkin bicara masalah pengampunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berambut putih ini juga mengaku sudah membicarakan perihal ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rabu, 16 Januari. Dalam kesempatan itu, Buyung meminta presiden untuk tidak mengampuni Soeharto sebelum sidang selesai. Kalau pengampunan dilakukan sebelum adanya sidang, presiden bisa terancam &lt;i&gt;impeachment.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga merasa heran dengan sikap pengacara Soeharto yang plintat-plintut soal masalah perdata Soeharto. "Mereka kan justru yang meminta, kenapa belakangan menolak? Seolah-olah ini kan gagah-gagahan," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desakan kepada pemerintah untuk memaafkan Soeharto semakin menguat, sejak ia masuk rumah sakit, 4 Januari silam. Beberapa kalangan secara terbuka meminta SBY untuk memaafkan bahkan mengampuni sang jenderal besar purnawirawan tersebut. Alasan yang diungkapkan beragam. Ada yang merujuk pada sakitnya yang parah. Ada juga yang beralasan karana jasa-jasa Soeharto saat menjabat presiden selama 32 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi pemerintah hal itu tidak beralasan. Sebab, menurut Seskab Sudi Silalahi,  Presiden SBY tidak berhak memberikan maaf atau pengampunan kepada mantan Presiden Soeharto karena belum ada keputusan hukum yang tetap terhadap Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Andaikata sudah ada keputusan tetap dari pengadilan, maka baru Presiden bisa mengeluarkan hak-hak itu dengan pertimbangan Mahkamah Agung," kata Sudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;Sejak Masuk Sudah Ruwet&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Berkas perkara setebal 3.500 halaman yang berisi dugaan "dosa-dosa" korupsi Soeharto, sudah lama ada di tangan jaksa dan hakim sejak tahun 2000. Berkas itu terdiri dari tiga bundel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bundel pertama setebal  2.500 halaman berisi berkas perkara tindak pidana korupsi. Bundel kedua setebal 800 halaman berisi daftar adanya benda sitaan dan barang bukti. Dan bundel ketiga, yang tebalnya 200 halaman berisi Ketetapan MPR dan Anggaran&lt;br /&gt;Dasar/Anggaran Rumah Tangga yayasan-yayasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, hampir satu dasawarsa berlalu,  kasus dugaan korupsi Soeharto yang nilainya mencapai Rp 1,4 trilyun dan 416 juta dolar Amerika itu, belum juga terselesaikan. Padahal empat presiden silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam pola penyelesaian sudah dilakukan. Misalnya, seperti yang diungkapkan Adnan Buyung Nasution, seorang pakar hukum yang kini menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Kata Buyung, pada 1999 lalu, dirinya sudah mengusulkan agar pemeriksaan Soeharto obyektif bisa dibentuk komisi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Usul saya disetujui Presiden Habibie, dirumuskan draf keputusannya oleh Menteri Muladi, tapi kemudian ditolak entah kenapa," ujarnya kepada &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pengusutan terhadap Soeharto akhirnya memang dilakukan oleh Kejaksaan Agung, yang waktu itu dipimpin Andi M Ghalib. Tapi 11 Oktober 1999, pemerintah menyatakan tuduhan korupsi Soeharto tak terbukti karena minimnya bukti. Kejagung kemudian mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan kemudian, ketika Abdurahman Wahid menjadi presiden, kasus ini dibuka kembali. Jaksa Agung waktu itu, yakni  Marzuki Darusman mencabut SP3 Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sejak ditetapkan sebagai tersangkan dan dilakukan penahanan kota maupun rumah, Soeharto tidak pernah menunjukan batang hidungnya ke aparat kejaksaan maupun di persidangan. Alasannya, karena yang bersangkutan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya, 28 September 2000, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diketuai Lalu Mariyun menetapkan penuntutan perkara pidana Soeharto tidak dapat diterima dan sidang dihentikan. Alasannya, tim dokter penguji yang diketuai Prof Dr dr M Djakaria SpR menyimpulkan bahwa Soeharto mengalami sakit permanen. Sehingga ditinjau dari fisik maupun mentalnya tidak laik untuk disidangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan tim dokter yang menyatakan sakit yang diderita Soeharto bersifat permanen dan sangat sulit untuk disembuhkan merupakan dasar alasan penghentian proses hukum sesuai ketentuan berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa Abdulrahman Saleh menjabat Jaksa Agung, Surat Ketetapan Perintah Penghentian Penuntutan (SKP3) untuk kasus pidana mantan Presiden Soeharto ditetapkan. Langkah pria kelahiran pekalongan, 1 April 1941, kemudian menuai kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arman, panggilan akrab Abdulrahman Saleh, mengaku saat masuk ke Kejagung kasus Soeharto memang sudah ruwet. Karena setelah mengecek&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;file-file kasus Soeharto sudah disidangkan pada tahun 2000. Tapi ternyata kasus ini selalu dikembalikan. Dengan alasan Soeharto sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada surat keterangan dari dokter yang menjelaskan sakit Soeharto. Jika di bahasa Inggris kan namanya &lt;i&gt;home sick distance trail&lt;/i&gt;. Dalam beberapa tahun itu sudah 3 kali minimal kasus ini dikembalikan dari pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah berlarut, Jaksa Agung yang diangkat SBY sejak 2004 ini, kemudian bersikap. "Saya punya prinsip orang sakit tidak bisa disidangkan. Apalagi nama penyakit Soeharto adalah kerusakan otak yang permanen," jelas Arman saat ditemui &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt; di rumahnya bilangan Pejaten, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Arman mengambil langkah  Surat Ketetapan Perintah Penghentian Penuntutan (SKP3). Alasanya, karena kasus ini selalu dikembalikan oleh pengadilan. Bahkan saya dengar terakhir oleh pengadilan Jakarta Selatan berkasnya disuruh dibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga merasa aneh jika ada yang bilang dia mengeluarkan SP3 atau surat perintah penghentian penyidikan. "Itu salah. Karena perkaranya sudah pernah disidangkan, namun Pak Harto tidak pernah hadir. Jadi sudah lewat masa penyidikan," tegas Arman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam KUHAP, SKP3 bisa dibuka lagi, kalau orangnya sembuh. Sekarang ini Soeharto justru sedang dalam kondisi kritis. Jadi, imbuhnya, bagaimana bisa kasus ini dibuka atau disidangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan pidana Soeharto memang dianggap sudah tertutup. Tapi urusan perdata menyangkut sejumlah yayasan tetap saja terus bergulir. Sebab dalam masalah perdata, kasus ini bisa diwakilkan oleh ahli warisnya, yakni anak-anak Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi belakangan muncul wacana kalau Jaksa Agung Hendarman Supandji, pengganti Arman, menawarkan solusi win-win solution untuk kasus perdata Soeharto."Tidak ada istilah itu. Kalau perdamaian memang ada," kata Arman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun menurut mantan Jaksa Agung Abdurahman, masalah pidana sudah putus alias Soeharto tidak bisa disidangkan, tapi tetap saja masalah hukum Soeharto tetap menjadi polemik di masyarakat. Terutama saat kondisi Soeharto makin keritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pihak, terutama politisi  meminta pemerintah untuk memaafkan atau mengampuni Soeharto. Bahkan beberapa politisi Golkar dan DPD meminta masalah hukum Soeharto dihilangkan dengan alasan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin Rais, yang disebut-sebut sebagai tokoh reformasi juga menyampaikan hal serupa. Dalam jumpa pers di kediamannya di pendopo Joglo, Sleman, Yogjakarta, 14 Januari lalu, Amien membacakan pernyataan tertulisnya yang berjudul 'Mari Kita Maafkan Pak Harto'. Amien juga menyampaikan bahwa ada pendekatan yang lebih tinggi selain pendekatan hukum, yakni moral kemanusiaan dan pendekatan keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun urusan maaf-maafan yang diungkapkan sejumlah tokoh ini dinilai salah alamat. Sebab pemerintah tidak bisa memaafkan, sebelum ada putusan hukum. Sementara kasus hukum pidana terhadap Soeharto jelas-jelas sudah ditutup. "Soeharto tidak bersalah karena tidak ada Sidang. Jadi tidak perlu ada yang dimaafkan," kata Hendarman Supandji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hendarman, SKP3 berbeda  dengan pengampunan yang merupakan wewenang presiden. Namun pengampunan terhadap Soeharto tidak mempunyai dasar hukum, karena tiadanya tindak pidana yang dilakukannya. Grasi itu bisa diputuskan jika sudah putusan. Rehabilitasi itu kalau sudah ada hukuman, namanya diperbaiki. Kemudian amnesti dan abolisi, nggak bisa masuk klausul hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sisi lain, pakar hukum dari UGM Denny Indrayana menilai, kasus Soeharto simbol paling kuat dari diskriminasi hukum. Sebab kasusnya dibiarkan mengambang tanpa ada penuntasan sejak 10 tahun terakhir ini. Apalagi sejumlah politisi ikut cawe-cawe dalam masalah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;Ramai-ramai Cari Selamat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengampunan terhadap mantan Presiden Soeharto semakin kuat berhembus. Tapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;untuk melakukan pengampunan terhadap Soeharto bukan perkara mudah. Sebab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;proses pidana terhadap bekas orang nomer satu di Indonesia itu tidak bisa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;berjalan karena sakit permanen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Beberapa kalangan kemudian mencoba mencari terobosan salah satunya dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;cara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencabut Tap MPR No. 11 Tahun 1998. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Soalnya secara tegas dalam Tap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;itu disebutkan untuk mengadili Soeharto. "Bagaimana mau dimaafkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;sedangkan secara hukum nama Soeharto masih tertulis sebagai orang yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;harus diadili,"begitu pendapat mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Salah seorang anggota DPR yang mengusulkan pencabutan Tap itu adalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Patrialias Akbar dari Partai Amanat Nasional. Menurutnya, Tap MPR No.11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tahun 1998 harus dicabut terlebih dahulu sebelum ada keputusan pemerintah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;mengampuni mantan Presiden Soeharto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tap MPR itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengatur tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;KKN yang mensyaratkan pengusutan mantan Presiden Soeharto dan kroninya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Adanya kata-kata Soeharto dalam Tap MPR itu adalah hasil kompromi PPP dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Golkar ketika MPR dipimpin Harmoko.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waktu itu PPP menginginkan Tap khusus tentang KKN. Namun keinginan PPP itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ditolak Golkar. Akhirnya kedua partai itu mencapai kompromi disisipkanlah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;kata Soeharto dalam Tap MPR itu, yang selanjutnya dikukuhkan dengan Tap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;MPR No I Tahun 2003.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Patrialis beranggapan, dengan pencabutan Tap MPR itu berarti telah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;melakukan terobosan politik baru. Sebab, imbuhnya, penyelesaian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kasus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto tidak harus ditempuh dengan terobosan hukum semata. Tapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;terobosan politik dengan mencabut TAP MPR No.11 tahun 1998, juga bisa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dilakukan. "Jika TAP itu tidak dicabut maka sepanjang masa Soeharto akan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;menjadi tersangka," ujarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Desakan pencabutan Tap MPR ini memang semakin menguat di Senayan. Sejauh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;inisebanyak 12 anggota DPD dikabarkan telah menandatangani usulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;pencabutan Tap MPR tersebut. Selain DPD, Partai Golkar juga giat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;menggalang dukungan untuk mencabut Tap MPR.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketua DPR Agung Laksono misalnya. Ia berpendapat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peninjauan ulang atas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;putusan MPR itu perlu dilakukan. Agung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melihat kewenangan MPR itu sangat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;labil, terutama setelah Soeharto dinyatakan menderita sakit permanen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bukan hanya menghimbau mencabut Tap MPR, Agung juga mendesak pemerintah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;agar memperhatikan aspirasi maafkan mantan Presiden Soeharto, "Aspirasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;maafkan Soeharto harus diperhatikan secara sungguh-sungguh," begitu kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Wakil Ketua Umum Golkar ini yang penting niatnya mengacu kepada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;undang-undang yang ada. "Yang penting nawaitu-nya mengacu kepada UU yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ada, apakah dengan UU Kejaksaan, TAP MPR No 11 tahun 1998, dan UUD 1945,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;terserah," kata Agung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Namun niat Agung ditentang koleganya Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Politisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dari Partai Keadilan Sejahterara ini punya pendapat lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;menyelesaikan masalah Soeharto. &lt;/span&gt;Bukan Tap MPR nomor 11 yang dicabut. Tapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;cukup masalah Soeharto. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena kalau mencabut Tap MPR tersebut sama saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dengan mencabut semangat reformasi dan pemberantasan KKN.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Parahnya lagi, jika Tap MPR itu dicabut, kroni Soeharto bakal semakin tak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tersentuh. Ia pun menduga semangat mencabut Tap MPR tersebut ditunggangi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;kroni-kroni Soeharto yang merasa 'tidak nyaman' aturan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Para kroni ini berharap jika Soeharto lolos, mereka juga pasti bisa lolos.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Mereka yang dulu telah menikmati Pak Harto saat masih berkuasa, sekarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;mereka ingin memanfaatkan Pak harto ketila sedang sakit," tegas Hidayat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di luar Senayan, penolakan pencabutan Tap MPR ini juga menguat. Salah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;satunya dari aktivis Malari 1974, Hariman Siregar. Menurutnya, pencabutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;perkara dan pengampunan terhadap Soeharto tersebut sebenarnya tidak lebih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dari tindakan manipulasi yang dilakukan oleh kerabat maupun kroni Soeharto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;untuk ramai-ramai menyelamatkan diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kata Hariman, saat ini kerabat dan kroni Soeharto sudah melakukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;berbagai upaya untuk menyelamatkan diri. Tahap pertama yang dilakukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;adalah penghentian perkara pidana dan diikuti pencabutan perkara perdata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada akhirnya, lanjut Hariman, adalah pencabutan Tap MPR yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;memerintahkan penanganan secara hukum terhadap Presiden Soeharto dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;kroninya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Anggota DPR dan Pemerintah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perlu hati-hati. karena dalam Tap, Soeharto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dan kroni satu paket. "Ini hanya taktik mereka menumpang pada kondisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;kesehatan Soeharto," jelas Hariman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;juga sependapat. Menurut Buyung, Tap MPR itu perintah konstitusi. Dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tidak bisa dicabut lagi dan salah satunya caranya yah konsisten&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dijalankan. Kalau sudah terpenuhi baru dikatakan selesai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Buyung, ketetapan MPR itu mengharuskan proses hukum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;atas Soeharto dan kroninya tanpa pengecualian dan karena itu proses hukum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;harus dimulai Soeharto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apalagi, MPR yang sekarang,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak ada kewenangan untuk bisa mencabut Tap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;MPR itu karena MPR sekarang beda dengan yang dulu. Kalau dulu MPR adalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;lembaga tertinggi negara, sedangkan sekarang MPR hanyalah lembaga tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto Die Hard (2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" lang="SV"&gt;2. Mencoba Kembali Unjuk Gigi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah Soeharto lengser pada 1998, anak-anak Soeharto pun berurusan dengan hukum. Namun di tengah semua kesulitan itu, keluarga Cendana berusaha untuk mengembalikan pengaruhnya. Mereka melakukan berbagai manuver untuk menarik simpati masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada 2006, upaya menarik simpati warga semakin gencar dilakukan. Putri Soeharto, Siri Hediati Hariyadi alias Titik, berkali-kali muncul ke publik. Ia membawakan sumbangan untuk korban bencana. Ia juga muncul di televisi sebagai presenter Piala Dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sementara kelompok pecinta Soeharto pun sudah tidak malu-malu lagi. Saat awal-awal reformasi, mereka memang tiarap dan bersembunyi. Tapi pada 2006, mereka keluar dari persembunyian dan memasang spanduk-spanduk untuk membela Soeharto. Pada Juni tahun ini, wajah ibukota pun dipenuhi dengan spanduk sang jenderal besar sedang tersenyum. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;Dalam Kepungan Senyum Cendana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jumat, 9 Juni 2006, pukul 22.45 WIB. Wawan kaget. Warga Radio Dalam, Jakarta Selatan dan keluarganya itu sedang asyik &lt;i&gt;mantengin&lt;/i&gt; televisi. Mereka menanti-nanti perhelatan akbar Piala Dunia. Sungguh tidak dinyana, yang muncul di TV justru Titik Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Hediati Hariyadi alias Titik, malam itu memang muncul di layar kaca SCTV. Meski membawakan acara olahraga, Titik tampil formal. Ia mengenakan kemeja putih dipadu blazer warna abu-abu pastel. Rambut hitamnya yang ikal sebahu dikuncir setengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di televisi pemegang hak siar piala dunia itu, Titik muncul sekitar 15 menit. Ia jelas terlihat gugup karena tidak terbiasa menjadi prsenter. Suaranya kerap terbata-bata. Matanya tidak lepas dari teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun senyum sumringah senantiasa mengembang di wajah putri keempat Soeharto itu. "Pemirsa, mari kita saksikan pertandingan Jerman melawan Kosta Rika," ajak Mbak Titik sambil tersenyum lebar ketika jarum jam menunjukkan pukul 23.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan Wawan, Adi (34), warga Sawangan, Depok juga terbelalak dengan munculnya Titik sebagai presenter Piala Dunia. "&lt;i&gt;Ngapain&lt;/i&gt; presenternya harus Titik? Kaku begitu. Kayak nggak ada yang lain saja?" gerutu Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari sebelumnya, mata Adi sudah sering bersitubruk dengan senyum ayah Titik. Setiap berangkat dan pulang kerja, pria beranak satu itu selalu melihat spanduk dengan foto Soeharto tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto itu sama dengan gambar Soeharto saat masih menjadi presiden. Ia tersenyum dengan mata menyipit. Rambut putihnya ditutup peci hitam. Jas warna hitam dipadu kemeja putih dan dasi merah marun membungkus tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya, dulu gambar pria sedang tersenyum itu dipajang di kantor-kantor pemerintahan juga sekolah-sekolah. Sekarang foto pria itu bertebaran di jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spanduk yang dilihat Adi terpasang di pagar Lapangan Terbang Pondok Cabe, Tangerang, Banten. Dalam spanduk itu, selain foto Soeharto, juga tertera tulisan "Posko Dukungan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap melihat gambar itu, Adi selalu bertanya-tanya, "mengapa mendekati pesta piala dunia, tiba-tiba muncul Soeharto mania? Dapat bayaran berapa ya mereka?" kata Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di Pondok Cabe, spanduk Soeharto juga menghiasi Pamulang, Tangerang, Banten. Foto itu mejeng di depan perumahan Vila Dago dan Polsek Pamulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pamulang, foto disertai tulisan, "Apa pun yang terjadi kami tidak akan melupakan jasa Soeharto menumpas Komunis". Di bawah tulisan itu tertera, Irak alias Islam Radikal Anti Komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya di pinggiran Jakarta, foto Soeharto mesem juga bisa ditemukan di Jakarta Pusat. Tepatnya di Jalan Sentiong dan Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jalan Sentiong, tepatnya sekitar 100 meter dari Masjid Al Jihad, foto pria tersenyum itu menggelantung di antara dua tiang listrik. Kain spanduk telah robek, namun gambar itu masih jelas untuk dikenali. Dia adalah Soeharto. Di sebelah gambar Soeharto, ada sejumlah huruf yang tidak lagi bisa dibaca karena kain spanduk sudah sobek-sobek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jumilah (40), pemilik warung Tegal (Warteg) tidak jauh dari gambar Soeharto dipasang, spanduk itu dipasang oleh tiga laki-laki berkulit gelap dengan rambut kriting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kain berwarna putih sepanjang 2 meteran itu dipancangkan pada Minggu 4 Juni pagi. &lt;/span&gt;Namun sore hari, kain itu langsung robek diseruduk bus. "Sorenya kena bus, putus," tutur Jumilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak puas hanya mejeng di spanduk dan layar kaca, simpati untuk Soeharto juga dijaring lewat dunia maya. Soeharto mania yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat Pecinta Soeharto (Imaha) misalnya, aktif berkampanye dengan mengirimkan email ke media &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Isinya memuji-muji sisi positif penguasa Orde Baru itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imaha juga terang-terangan mengaku merindukan kepemimpinan Soeharto. "Organisasi ini merupakan kerinduan masyarakat pada ekonomi, keamanan, dan kenyamanan hidup baik pada zaman Soeharto dulu," kata Iwan Panggu, Ketua Imaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa dengan Cendana? Mengapa sekarang terang-terangan mencari simpati publik? Pengamat politik Ikrar Nusa Bhakti menilai, semua manuver itu merupakan upaya Cendana untuk &lt;i&gt;come back&lt;/i&gt; ke panggung politik Indonesia. "Cendana ingin mencari simpati untuk memperbaiki citranya," kata Ikrar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pemilu 2004, Cendana telah berusaha &lt;i&gt;come back&lt;/i&gt; ke panggung politik. Putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut tampil dengan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Tapi upaya ini gagal. PKPB gagal mencapai batas minimal perolehan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah belajar dari kegagalan itu, kini Cendana mencari terobosan baru. Dan Titik rupanya dipilih menjadi Juru Bicara menggantikan Tutut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;Royal Alirkan Uang Kemana-mana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Titik, tidak berarti telah selesai. Ia tidak diam. Saat ayahnya dihujat dan di-&lt;i&gt;kuyo-kuyo&lt;/i&gt; untuk diadili, ia aktif menarik simpati. Perempuan itu menemui pengungsi Merapi. Ia meminta Soeharto dimaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu 20 Mei. Soeharto terbaring lemah di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) setelah Kejagung menyatakan akan kembali memeriksanya. Titik pergi ke Desa Tanjung, Kecamatan Muntilan, Magelang. Putri keempat mantan presiden itu menyumbang Rp 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum satu bulan, wajah Titik kembali menemui publik. Pada 2 Juni, ia mengunjungi korban gempa. Uang yang dibawanya kian tebal, Rp 1 miliar. Uang diserahkan kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini merupakan rasa keprihatinan bapak kepada Yogya dan Jawa Tengah. Walau dalam kondisi sakit, Bapak masih perhatian," kata Titik diplomatis usai memberikan bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul, adik Tutut itu menyampaikan salam dari ayahnya yang sedang sakit. "Ada salam dari Pak Harto," katanya kepada korban. Ia juga menasihati korban agar sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengacara Soeharto, M Assegaf, keluarga Cendana mempunyai kesadaran tinggi untuk memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Kedatangan Titik menemui pengungsi Merapi dan korban gempa, katanya, sebagai salah satu contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi pihak-pihak yang ingin meminta bantuan dana dari Cendana akan dikenai prosedur. Kelompok itu harus mengajukan proposal terlebih dahulu. Proposal kemudian akan dicek bahkan didatangi sampai ke lokasi untuk mengetahui keseriusan kebutuhan bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau memang, perlu dibantu pasti dikasih. Seperti contoh, ada pembangunan masjid di suatu daerah, setelah dilihat memang sangat membutuhkan, maka dibantu," jelas Assegaf kepada &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assegaf mengaku tidak tahu adanya ormas-ormas yang mendekati Cendana untuk meminta bantuan dana. Tapi biasanya kalau ada ormas-ormas yang meminta dana itu, betul-betul bisa memanfaatkan bantuan tersebut biasanya dikasih. "Asalkan bukan untuk kepentingan pribadi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi munculnya posko dan spanduk dukungan untuk Soeharto, Assegaf membantah Cendana di balik aksi itu. "Jangan beranggapan Soeharto banyak duit, kemudian ada organisasi yang mendukung cendana kemudian dikasih uang, saya rasa tidak mungkin," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga meragukan dukungan yang disampaikan lewat spanduk dan posko-posko sifatnya murni. "Saya meragukan apakah itu betul-betul murni mendukung ataukah ada politik tertentu, kita tidak tahu lah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi keraguan Assegaf bersumber pada ketidakseriusan posko pendukung Soeharto. Bila dibandingkan dengan posko pendukung Megawati yang marak sebelum Pemilu 2004, aksi Soeharto mania bisa bilang terlalu main-main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendukung Mega mendirikan posko di mana-mana. Meski kecil, posko mereka bisa ditemui, karena jelas memasang spanduk lambang PDIP dan Mega. Mereka juga melakukan cap jempol darah menolak fatwa ulama yang melarang perempuan menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Soeharto mania, meski spanduknya bertebaran dan kampanye lewat &lt;i&gt;email&lt;/i&gt;, mencari posko mereka sangat sulit. Markas Ikatan Masyarakat Pecinta Soeharto (Imaha), misalnya hanyalah warnet. Di depan warnet itu tidak ada spanduk atau papan nama yang menjadi penanda di situ pendukung Soeharto berkantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam Radikal Anti Komunis (Irak) juga sama saja. Meski memasang spanduk pokso dukungan, tidak otomatis di dekat spanduk itu ada posko Soeharto mania. &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt; awalnya mendapatkan kabar alamat Irak di Jalan Sentiong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang warga menuturkan, memang sebelumnya ada spanduk yang menyebut ada posko pendukung Soeharto. Tapi di mana posko itu berada tidak jelas. &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt; lantas diberikan alamat rumah pimpinan posko, Alan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah Alan itulah, rupanya kegiatan dukungan pada Soeharto dioperasikan. Di situ juga sama sekali tidak ada spanduk dan papan nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imaha dan Irak mengaku mereka tidak pernah mendapatkan ataupun meminta bantuan dana dari Cendana. Warga pun tidak ambil pusing soal klaim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga hanya berharap agar berdirinya posko pendukung Soeharto tidak mengganggu mereka. "Yang penting nggak mengganggu dan meresahkan masyarakat saja," harap Taufik, warga sekitar kantor Imaha.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;Para Pecinta Keluar Dari Persembunyian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pria itu dulunya wartawan. Namanya Iwan Panggu, umur sekitar 40 tahun. Kini ia menjadi pengusaha warung internet alias warnet. Dua &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt; menemani aktivitas Iwan. Salah satunya, telepon &lt;i&gt;comunicator&lt;/i&gt; berseri Nokia 9300. Selain bisnis warnet, Iwan aktif menggalang dukungan untuk mantan presiden Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan wartawan itu mengetuai Ikatan Masyarakat Pecinta Soeharto (Imaha). Organisasi Soeharto mania itu berdiri pada 13 Januari 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Iwan ngobrol lewat internet dengan teman-temannya. Dari &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt; itu diperoleh kesimpulan, kehidupan sekarang susah bahkan lebih susah dibanding zaman Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak zaman Pak Harto dahulu. Cari makan gampang, cari kerjaan sangat gampang. Zaman dulu kalau sudah jam 3 malam, mengantuk di jalan, parkir motor, terus tidur tidak apa-apa. Tapi kalau sekarang bisa "digarong" orang," jelas Iwan saat ditemui &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt; di markas Imaha, Jalan Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt; itu, Iwan lantas mengumpulkan orang-orang yang mempunyai kerinduan yang sama. Lalu didirikanlah Imaha dengan tujuan awal, ingin hidup tenang dan tentram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak seperti suasana seperti sekarang ini, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan di mana-mana. Pada masa Soeharto berkuasa tidak ada seperti ini," kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bangga Iwan mengklaim anggota Imaha kini berjumlah 1.800 orang. Ia optimis jumlah anggota bisa mencapai 11-12 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 3 tahun ke depan, harap Iwan, Imaha sudah berdiri di setiap kecamatan di seluruh Indonesia. Ia ingin dalam setiap rumah, ada salah satu anggota keluarganya yang masuk Imaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka yang merasa susah pasti akan gabung, dengan harapan ada titik terang yang kita tuju," kata pria yang akrab memakai bahasa gaul. Selama perbincangan dengan &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt;, ia sering kali melontarkan kalimat "&lt;i&gt;gitu loh&lt;/i&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berkomunikasi lewat internet, Imaha juga melakukan jumpa darat. Mereka pernah menjenguk Soeharto saat terbaring sakit di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Namun anggota Imaha itu tidak bisa bertemu langsung dengan idolanya. Mereka hanya ditemui pengawalnya, Pak Tedjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto mania ini juga siap mendonorkan darahnya kepada penguasa 32 tahun Indonesia itu. Saat Soeharto dikabarkan butuh banyak darah, Iwan mengumpulkan anggota Imaha. Sebanyak 128 orang menyatakan ikhlas menyumbangkan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi setelah sore-sore, Mbak Tutut bilang darah sudah banyak. Maka kita mundur tidak jadi. Buat apa? Nanti sia-sia," cerita pria yang terbalut kaos warna putih dipadu celana panjang warna senada dan sepatu gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Imaha, Soeharto mania juga bergabung dalam Islam Radikal Anti Komunis (Irak). Lembaga inilah yang aktif memasang spanduk Soeharto mesem di jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irak terdiri dari 12 elemen organisasi yang dulunya menjadi Pamswakarsa pada Sidang Istimewa MPR 1998. Mereka antara lain Putera Pembebasan Bangsa dan Gerakan Pemuda Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Imaha mengkampanyekan kehidupan 'makmur' di masa lalu, Irak memuji keberhasilan Soeharto menumpas komunis. Bagi Darwin, Ketua Putera Pembebasan Bangsa, Indonesia sudah hancur jika Soeharto tidak membubarkan komunis pada 1966.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jasa Pak Harto yang kita lihat. Kita lihat ada berapa juta manusia yang dibantai di Rusia dan Cina oleh komunis. Kalau pada waktu itu, Pak Harto tidak berani membubarkan komunis, maka makin hancur negara ini," jelas pria berpenampilan necis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irak menginginkan hari lahir Soeharto 8 Juni dijadikan Hari Anti Komunis. "Pasti ada pro dan kontra, tapi kami menilai wajar dan layak karena hanya Soeharto yang berani membubarkan komunis," tandas Darwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam (GPI) Zulfajri Abu Ghozie juga mengaku bergabung dalam Irak karena menilai kelompok yang menuntut pengadilan terhadap Soeharto didominasi kelompok-kelompok kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka itu kelompok-kelompok yang memakai ideologi komunis sebagai landasan pergerakan mereka, kemudian kita tergerak bahwa gerakan komunis ini yang dibubarkan Soeharto ternyata dicoba dibangkitkan kembali. Mereka harus dilawan," kata Zulfajri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Imaha dan Irak membantah mereka didanai Cendana. Biaya operasional sehari-hari mereka berasal dari iuran pribadi dan sponsor. Siapa sponsor itu, mereka menolak membukanya. Imaha dan Irak juga mengaku tidak akan meminta dana Cendana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, katanya akan menemui keluarga Soeharto tapi untuk berbicara masalah kebangsaan. Soal dana, katanya, asalkan untuk urusan kebangsaan, mereka rela berkorban. "Saya berani keluar uang Rp. 50 ribu, untuk beli solar, karena saya atas nama bangsa," kata Darwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto mania boleh saja berkata demikian, tapi sejumlah orang tetap menduga kemunculan mereka didanai Cendana. Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan misalnya, menilai organisasi Soeharto mania sengaja dibentuk untuk menandangi opini tentang pengadilan terhadap Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di balik mereka bisa Cendana. Bisa kroninya. Atau orang-orang yang menganggap bahwa Soeharto adalah orang yang berjasa bagi hidupnya," kata Trimedya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya dagangan, Soeharto mania ini hanya jualan manisan masa lalu. Rasanya memang manis di bibir, tapi akan sangat cepat hilang. Bahkan yang mengonsumsinya berlebihan akan terkena serak dan batuk-batuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi saya, zaman Soeharto itu penuh kepura-puraan. Semua serba ditutup-tutupi. Yang jelek-jelek tidak boleh diberitakan. Apa enaknya hidup seperti itu? &lt;i&gt;Enakan&lt;/i&gt; sekarang, bebas," kata Chamsyah, pria yang bekerja di sebuah perusahaan di Gatot Subroto, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trimedya juga sepakat dengan Chamsyah. Politisi PDIP itu yakin jumlah Soeharto mania sangat minim. "Ini membuktikan bahwa soeharto masih ada yang mendukung. Tapi massanya sangat minim," demikian Trimedya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;Manuver Yang Tak Dianggap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tetangga anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bimo Nugroho ribut. Usai nonton siaran Piala Dunia (PD), mereka ramai-ramai mengkomplain presenter PD. Katanya salah satu &lt;i&gt;host-&lt;/i&gt;nya kaku dan canggung. Namanya Titik Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para tetangga saya malah berdebat apa benar itu anak Pak Harto. Mereka mengira Mbak Titik adalah presenter baru yang masih canggung. Mereka lebih kenal Mbak Tutut," cerita Bimo kepada &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan Titik merupakan salah satu manuver yang dilakukan keluarga Cendana. Sebelum muncul menjadi &lt;i&gt;host&lt;/i&gt; di televisi tempat ia menjadi komisaris, Titik telah tampil memberikan sumbangan-sumbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri keempat Soeharto itu muncul membawa Rp 100 juta untuk pengungsi Merapi. Lalu menyerahkan Rp 1 miliar untuk korban gempa Yogyakarta. Semua aktivitas itu dilakoni mantan istri Danjen Kopassus Letjen Prabowo Subianto itu kala pemerintah akan memutus nasib Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manuver tidak hanya dilakukan langsung keluarga Cendana. Seiring wacana pengampunan bagi penguasa Orde Baru itu, di jalan-jalan pun bertebaran foto Soeharto. Foto disertai tulisan yang isinya dukungan terhadap Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan, manuver keluarga Cendana dilakukan untuk menandingi opini tentang pengadilan terhadap Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kroni dan orang-orang yang pernah menerima jasa penguasa Orde Baru itu tidak ingin mantan bosnya diseret ke pengadilan. "Karena kalau Soeharto tidak diadili, harapannya mereka juga tidak diadili," jelas Trimedya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politisi PDIP itu tidak mempercayai munculnya spanduk dan posko-pokso mendukung Soeharto bersifat tulus. Aksi itu kental muatan politisnya, sehingga Trimedya yakin ada kelompok-kelompok yang bermain di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa mereka? Bisa Cendana, bisa kroni-kroninya atau orang-orang yang menganggap bahwa Soeharto adalah orang yang berjasa bagi hidupnya," urai Trimedya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat politik Ikrar Nusa Bakti juga memberikan analisa yang sama. Soeharto mania, bagi Ikrar adalah masa bayaran. Apalagi mayoritas anggota mereka berpenampilan seram, sangat beda dengan mahasiswa dan cendekiawan yang menyuarakan agar Soeharto diadili. "Jadi ini yang saya lihat adalah gerakan yang bukan dari hati nurani," papar Ikrar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dagangan Soeharto mania, misalnya yang dijajakan Ikatan Masyarakat Pecinta Soeharto (Imaha), dinilai tidak akan laris. Menginginkan 'serba enak' di masa lalu, menurut pengamat politik Mochtar Pabotingi, merupakan kerinduan yang konyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu kerinduan yang sangat konyol. Kepemimpinan Soeharto kuat dan berwibawa, namun kepemimpinan Soeharto tidak benar. Apakah masyarakat yang merindukan kepemimpinan Soeharto ini tidak pernah melihat pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi selama masa kepemimpinan Soeharto. Belum lagi masalah korupsi, kolusi, juga nepotisme?" kritik Pabottingi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrar juga bersikap sama dengan Pabottingi. Menurutnya jika dilakukan referendum tentang pilihan apakah orang akan memilih hidup di masa lalu dengan masa kini, mayoritas orang akan memilih hidup di masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walau bagaimanapun, kemakmuran tidak akan ada artinya tapa kebebasan demokrasi," tandas Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ikrar, jalan bagi Cendana untuk &lt;i&gt;come back&lt;/i&gt;, tidak akan mudah. Spanduk dan posko dukungan, justru memunculkan kecurigaan banyaknya duit yang dikorupsi Soeharto. Pemunculan Titik menjadi presenter piala dunia juga jadi bahan komplain karena mengganggu penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau buat saya tidak jadi soal Titik muncul di televisi, tergantung pemirsa sendiri. Apakah dia kapabel dengan presenter sendiri atau tidak. Kalau kita lihat, saat terjadi tanya jawab, terlihat dia tidak konsentrasi penuh sebagai presenter yang seharusnya bersifat dinamis dan ber-&lt;i&gt;background&lt;/i&gt; olahraga," kata Ikrar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikar berpesan sebaiknya Cendana tidak usah memaksakan diri kembali ke panggung politik. Bagi peneliti itu, Cendana tidak lagi memiliki apa-apa untuk bisa meraih kembali simpati masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kita lihat Pak Harto punya apa sih? Maksud saya dalam situasi yang sangat sulit ini. Maksud saya, sakit sudah sangat keras, untuk apa mereka memaksakan ini. Karena ini menjadi bahkan bisa menjadi arus balik. Bahkan menjadi bumerang," imbau Ikrar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bagi Almuzammil Yusuf, peluang &lt;i&gt;come back&lt;/i&gt; Cendana diterima masyarakat, tergantung keberhasilan reformasi. Kalau reformasi dapat membuktikan bukan hanya bisa memberikan demokrasi, tetapi juga kesejahteraan, peluang Cendana diterima rakyat, akan kecil. Tetapi kalau reformasi gagal membuktikan, maka orang akan berbicara mesalah sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politisi PKS itu juga tidak mengkhawatirkan kembalinya Cendana ke panggung politik. "Saya kira reformasi ini sudah cukup kuat. Tinggal masyarakat saja yang memilih, karena masyarakat sudah pintar," demikian Almuzammil.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto: Die Hard (2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;3. Masa Depan Trah Cendana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tetap Populer Di Tengah Hujatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lantai 5 di Rumah Sakit Pusat Pertama (RSPP) sepekan lebih kebanjiran pembesuk. Rakyat jelata, pejabat, pengusaha, agamawan, budayawan, dan politisi datang silih berganti ke kamar president suite I-II nomor 536 yang ada di lantai itu. Di kamar itu bekas Presiden kedua RI, Soeharto dirawat sejak 4 Januari 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerabat dan kolega semua mendoakan kesembuhan bagi Soeharto. Bekas lawan-lawan politiknya pun tidak mau ketinggalan ikut menjenguk dan mendoakan Soeharto. Bisa dibilang, sakitnya Soeharto mengundang simpati hampir seluruh masyarakat Indonesia. Di sejumlah daerah, beberapa kelompok masyarakat juga ikut mendoakan kesembuhan Soeharto. Bahkan di Surabaya, buku-buku tentang Soeharto laris manis terjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan berarti semua masyarakat simpati terhadap mantan penguasa orde baru tersebut. Ada juga yang tetap ngotot agar Soharto ngotot untuk menyeret Soeharto ke pengadilan. Dr Asvi Warman Adam, seorang Peneliti Utama LIPI, melihat, sakitnya Soeharto menimbulkan empat pandangan di kelompok masyarakat. Ada  golongan yang sangat memuji, pragmatis,  kritis, dan sangat kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan yang sangat memuji ini pertama terdiri atas para pembantu presiden, politisi yang pernah diuntungkan rezim atau yang ingin menyenangkan hati Soeharto. Golongan pragmatis, berasal dari para teknokrat yang pernah menjadi menteri dan pejabat tinggi atau pakar yang melihat aspek positif dari ekonomi Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kategori ketiga adalah pengamat dan aktivis LSM yang kritis terhadap kepemimpinan Soeharto yang dinilai otoriter. Sedangkan golongan terakhir adalah mereka yang bersuara sangat keras terhadap korupsi dan pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintahan Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asvi sendiri mengaku berada di tengah-tengah. Alasannya, untuk menilai Soeharto saat ini sangat sulit. "Perlu waktu beberapa tahun untuk menunggu situasi yang lebih tenang sehingga kita dapat mengeluarkan pendapat yang jernih," tulis Asvi di sebuah media massa beberapa hari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun berdasarkan penilitian yang dilakukan Lingkar Survei Indonesia (LSI), golongan yang mayoritas adalah kelompok yang memuji. Setidaknya ini tercermin  dari hasil survei yang dilakukan lembaga ini tahun lalu. Berdasarkan hasil survei LSI, dari 438 responden sebanyak 61,1 persen masyarakat Jakarta dapat memaafkan mantan Presiden Soeharto, tapi sebanyak 50,1 persen masyarakat tidak menginginkan proses hukum atas mantan penguasa Orba itu dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah bertahun-tahun ternyata persepsi publik terhadap Soeharto mengalami perubahan  yang signifikan. Sebab secara umum masyarakat untuk wilayah Jakarta, bisa memaafkan kesalahan Soeharto, kurang dari 25 persen yang tidak bisa memaafkan," ujar Direktur LSI Denny J.A kepada &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengatakan,  sebagian besar publik memaafkan Soeharto lantaran masyarakat menilai jasa Soeharto lebih besar dibandingkan kesalahannya. Selanjutnya karena alasan kemanusiaan bahwa Soeharto tidak mampu lagi menjalani proses hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya lagi, dalam survei LSI tentang siapa mantan presiden RI yang paling berjasa terhadap bangsa Indonesia, Soeharto menduduki peringkat teratas sebagai presiden yang paling berjasa. Posisinya berada satu tingkat di atas mantan Presiden Soekarno. Sebab sang proklamator hanya menempati urutan kedua dalam survei tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari beberapa survei yang kami lakukan ternyata masyarakat masih melihat Soeharto adalah presiden yang paling berjasa bagi pembangunan," kata Denny. Denny memperkirakan, masih tingginya popularitas Soeharto akibat perubahan publik mood, setelah bertahun-tahun sejak reformasi bergulir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, ujarnya, pada saat reformasi dan orde lama, kondisi keamanan dan ekonomi terpuruk. Apalagi di era reformasi, semua harga melambung dan ledakan bom terjadi di mana-mana. Yang paling menyedihkan, beberapa pulau terpaksa harus lepas dari tangan saat reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi inilah yang membuat masyarakat menilai Soeharto sebagai presiden yang punya kemampuan dalam memimpin dan mengelola republik ini, dibanding presiden-presiden yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Presiden  Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sempat bilang,  Soeharto punya  3 jasanya yang besar bagi negeri ini. Jasa-jasanya adalah, Soeharto mengajak bangsa untuk memperhitungkan segala sesuatu, merencanakan segala sesuatu, dan ketiga, Soeharto membuat rencana pembangunan yang bertahap sehingga bisa memperhitungkan target dan strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastinya, menurut Denny J.A, masih tingginya popularitas Soeharto membuat nilai jual keluarga Cendana-sebutan rumah Soeharto-masih sangat tinggi di kancah politik nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian LSI yang akan diumumkan beberapa hari ke depan, imbuh Denny, "darah biru" dari trah Cendana masih sangat mungkin bersaing dalam perebutan kekuasaan dalam pilpres mendatang. "Darah biru" yang dimaksudnya  adalah Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut. mengapa Tutut? "Mungkin era-nya memang seperti itu,"tandas Denny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhnya estafet kekuasaan keluarga ke anak perempuan sudah terjadi di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Di India misalnya, ada mantan Perdana Menteri Indira Gandhi. Ia adalah anak Jawaharlal Nehru yang juga bekas penguasa India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Paskitan ada Benazir Bhutto. Mantan Perdana Menteri Pakistan yang terbunuh 27 Desember lalu itu, adalah anak dari pemimpin Pakistan Zulfikar Ali Bhutto. Sedangkan di Indonesia ada Megawati, mantan presiden yang juga anak dari seorang pemimpin Indonesia, Soekarno. Maka tidaklah aneh, jika trah Cendana juga akan dipimpin Tutut, yang juga seorang perempuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;Tutut, Putri Andalan Sang Jenderal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Siti Hardijanti Rukmana adalah anak sulung pasangan Soeharto dan Siti Hartinah atau Ibu "Tien".  Ia disebut-sebut sebagai calon pengganti sang ayah di kancah politik nasional. Ketika Soeharto memimpin pemerintahan, Tutut memang telah dipersiapkan untuk menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri sulung Soeharto ini selalu terpublikasi masyarakat. Hampir tiap hari masyarakat Indonesia dapat menyaksikan Tutut di layar kaca sedang melakukan kegiatan yang bersifat sosial, berpidato, dan menebar senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan kelahiran  23 Januari 1949, ini pernah menjabat sebagai Menteri Sosial pada Kabinet Pembangunan VII yang merupakan kabinet pemerintahan Soeharto yang terakhir. Di samping sebagai politikus, Mbak Tutut juga dikenal sebagai pengusaha dan menjadi ketua maupun pelindung berbagai organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur yang waktu itu saat masih menjabat Ketua Umum PBNU di zaman orde baru sempat  menyebut Tutut sebagai pemimpin masa depan. Bakal moncernya nama  Mbak Tutut di pentas politik nasional dianggap tidak lepas dari nama bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sejumlah pengamat menilai, setidaknya ada tiga poin yang menguntungkan posisi Tutut, yakni  pernah populer di masa Soeharto. Ia mengeluarkan berbagai terobosan yang membuat namanya dikenal dan dikenang oleh rakyat bawah. Kedua, ia adalah anak mantan Presiden Soeharto. Setidaknya beberapa penelitian dan komentar-komentar masyarakat belakangan membuktikan, ada kecenderungan masyarakat rindu pemerintahan Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan ini akibat pemerintahan di era reformasi tidak bisa menjamin stabilitas harga dan keamanan. Kondisi ini dianggap sebagai pemicu rindunya masyarakat ke pemerintahan rezim orde baru, meskipun  otoriter dan kejam.  Ini terlihat dengan duduknya Soeharto di peringkat wahid mantan presiden yang paling berjasa bagi bangsa versi Lingkar Survei Indonesia (LSI), tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga survei tersebut juga meneliti pendapat masyarakat tentang regenerasi kekuasaan di keluarga Soeharto. Hasilnya, survei LSI  ini menunjukan, nama Tutut terpilih sebagai "darah biru" keluarga  Soeharto. "Tutut lebih unggul dibanding anak-anak Soeharto yang lain. Hasilnya akan kita umumkan tiga hari ke depan," kata Direktur LSI Denny J.A kepada&lt;br /&gt;&lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di keluarga Soeharto, ada beberapa nama yang potensial untuk berkiprah di ranah politik. Sebut saja Bambang Triatmodjo, Titiek Prabowo, dan  Hutomo Mandala Putra (Tommy). Tapi tetap saja nama Tutut yang diunggulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan responden memilih Tutut, tambah Denny, karena  Tutut selama ini aktif di sejumlah kegiatan sosial dan politik, baik  saat orde baru hingga sekarang. Selain itu ia tidak pernah terbukti melakukan perbuatan tercela atau yang bisa merusak citranya. Modal-modal tersebut tentu sangat berguna bagi Tutut untuk melaju ke kancah politik nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Bambang dan Tommy, pencitraannya kurang baik, setidaknya ini menurut responden yang dikumpulkan LSI. Tommy pernah meringkuk di penjara akibat kasus pembunuhan hakim agung Syafiudin Kartasasmita. Ia kemudian divonis pidana penjara 15 tahun penjara. Sementara Bambang popularitasnya terpuruk karena menikah lagi dengan Mayangsari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Tutut, sekalipun pernah disebut-sebut melakukan korupsi, tapi belum pernah terbukti. Hal inilah yang membuat citranya lumayan bagus dibanding anak-anak Soeharto yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersihnya citra Tutut di masyarakat bisa meringankan langkahnya di dunia politik. "Bagi Tutut sangat mudah untuk masuk ke dalam kancah politik di Pemilu 2009. Ia punya modal yang cukup untuk itu. Tinggal mengolahnya saja," jelas Denny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan Denny bukan omong kosong. Soalnya, ketika Tutut dikabarkan  maju dalam Pilpres 2004,  beberapa kalangan sempat ramai membicarakan. "Ini berbahaya. Mereka itu potensial," begitu ucap Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia Prof Dr Maswadi Rauf dalam sebuah diskusi di Jakarta kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran Maswadi lantaran  keluarga Cendana dianggap  memiliki kekuatan uang tanpa batas serta jaringan luas, baik di jajaran birokrasi maupun militer. Di lain pihak figur Tutut sendiri sangat populer di masyarakat. Penampilan Tutut yang selalu berkerudung melempar senyum, dan ramah, mudah diterima masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majunya Tutut ke Pemilu 2009 juga pernah diprediksi sebelumnya oleh pengamat politik dari CSIS, Indra J Piliang. Menurutnya,  Mbak Tutut, tidak akan bertarung dalam Pemilu 2004, tapi dipersiapkan untuk Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin meningkatnya popularitas Soeharto di masyarakat tentu berpengaruh terhadap jalan politik Tutut ke depan. Tapi apakah membaiknya popularitas Soeharto berpengaruh terhadap jalan politik Tutut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;Pisau Bermata Dua Cendana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kesehatan Mantan Presiden Soeharto kini dalam kondisi sangat kritis. Trah keluarga Cendana  akan kehilangan pemimpinannya jika Soeharto meninggal. Namun klan ini telah melakukan berbagai upaya agar bisa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum kondisi mantan presiden ini memburuk seperti tahun ini, Cendana telah melakukan upaya-upaya untuk memikat hati rakyat. Pada tahun 2006 misalnya, Cendana tampil di depan publik dengan diwakili sosok Titik. Pada 20 Mei tahun itu, putri keempat Soeharto ini menyumbang Rp 100 juta kepada warga Desa Tanjung, Kecamatan Muntilan, Magelang. Saat itu Soeharto terbaring lemah di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) setelah Kejagung menyatakan akan kembali memeriksanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum satu bulan dalam tahun yang sama, wajah Titik kembali muncul. Pada 2 Juni, ia mengunjungi korban gempa. Uang yang dibawanya kian tebal, Rp 1 miliar. Uang diserahkan kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. "Ini merupakan rasa keprihatinan bapak kepada Yogya dan Jawa Tengah. Walau dalam kondisi sakit, Bapak masih perhatian," kata Titik diplomatis usai memberikan bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan 'tebar pesona' yang dilakukan Titik, muncul pula sejumlah organisasi pendukung Soeharto. Sebut saja Ikatan Masyarakat Pecinta Soeharto (Imaha). Tidak hanya itu, spanduk yang berisi dukungan untuk Soeharto juga muncul di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun langkah Titik kemudian menjadi blunder setelah tampil sebagai presenter acara Piala Dunia. Penampilannya yang kaku dan canggung dikritik habis oleh pecinta bola. Maka Titik yang waktu itu seperti menggantikan peran Tutut sebagai juru bicara keluarga Cendana pun dinilai gagal. Masyarakat kemudian kembali menoleh kepada Tutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berkerudung, dan murah senyum ini diakui banyak pihak sebagai orang yang paling tepat untuk memimpin trah Cendana setelah Soeharto. Dibanding adik-adiknya yang laki-laki seperti Bambang Trihadmodjo dan Hutomo Mandala Putra, citra Tutut memang relatif bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tutut lebih unggul dibanding anak-anak Soeharto yang lain. Hasilnya akan kita umumkan tiga hari ke depan," kata Direktur LSI Denny J.A kepada &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak heran bila dia kemudian digadang-gadang untuk maju ke kancah politik pada 2009. Bila benar Tutut akan terjun di panggung politik, dia akan berhadapan dengan anak-anak mantan presiden lainnya. Selain klan Soeharto, klan Soekarno dan Gus Dur juga sudah mempersiapkan putrinya. Gus Dur menunjuk Yenny Wahid. Megawati telah mengelus Puan Maharani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan Yenny dan Puan, dari segi pengalaman, Tutut unggul pada pengalaman dan jaringan. Tapi Tutut belum memiliki kendaraan politik yang menyokongnya. Bila Puan memiliki PDIP dan Yenny dengan PKB-nya, tidak demikian dengan Tutut. Mantan Mensos ini tidak memiliki parpol resmi yang akan mengusungnya ke kancah politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah parpol mungkin tidak akan terlalu menjadi batu sandungan Tutut. Bisa saja kemudian akan ada parpol yang menjagokannya pada Pilpres 2009. Hambatan Tutut yang lebih berat sebenarnya justru terletak pada masa lalu ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto sebagai penguasa terlama negeri ini memang selalu menimbulkan pro kontra. Pendukungnya akan menonjolkan kebaikan dan jasa Soeharto. Sementara pihak yang menentang akan menyebutkan dosa-dosa Soeharto. Karena inilah nama Soeharto bagi Tutut ibaratnya pisau bermata dua. Di satu sisi, dia menguntungkan karena masih banyak pendukungnya. Namun di sisi lain juga merugikan, karena tidak sedikit pula yang membencinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Soeharto sakit parah dan kritis seperti sekarang, bisa saja pria yang berjuluk jenderal tersenyum itu mengundang simpati. Para pejabat dan mantan pejabat berduyun-duyun menjenguknya. Di beberapa daerah digelar doa bersama untuk mendoakan kesembuhan Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tentu di sisi lain, tidak sedikit golongan masyarakat yang tidak akan lupa akan cacat kepemimpinan Soeharto. Misalnya kasus korupsi yang nilainya membuat Soeharto ditempatkan PBB sebagai pemimpin paling korup seduania. Tidak hanya itu, ada pelanggaran HAM di mana-mana yang diduga dilakukan Soeharto selama berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian masyarakat bangsa ini tidak bisa dipungkiri memang ada yang merindukan kepemimpinan Soeharto sehingga mungkin akan mendukung Tutut sebagai penerus klan Cendana. Namun survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2006 memperlihatkan, mayoritas rakyat kurang berminat pada keluarga Cendana bila terjun ke dunia politik. Sebanyak 40 persen responden menyatakan Tutut dan Titik berkompeten menjadi orang yang kerjanya bagi-bagi bantuan alias sosial. Hanya 5 persen yang menyatakan klan Cendana cocok  untuk kembali ke panggung politik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;4. Kronologi Kasus Hukum Soeharto (lampiran) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Soeharto tak pernah mampir ke pengadilan. Hampir 10 tahun berlalu, 4 presiden dan 8 jaksa agung gagal membawa Soeharto ke ruang sidang. Alasannya sama, ia sakit. Kejagung lalu melakukan cara lain untuk memperoleh kembali uang negara yang dikorupsi Soeharto lewat gugatan perdata. Tapi hingga Soeharto kritis pada 2008, belum satu sen pun uang itu kembali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berikut berbagai momen-momen penting pengusutan harta Soeharto berdasarkan affidavit (pernyataan di bawah sumpah) Otto Cornelis Kaligis dalam persidangan kasus yang melibatkan Tommy Soeharto di Royal Court Guernsey, Inggris pada 14-17 Mei 2007 lalu, dan hasil penelusuran &lt;strong&gt;detikcom&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;/span&gt;Pada 1 September 1998, Kejaksaan Agung memutuskan mengusut harta yayasan Soeharto.&lt;br /&gt;2. Pada 15 September 1998, Pemerintah &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menunjuk Jaksa Agung saat itu, Andi M Ghalib, sebagai ketua penyidikan kekayaan Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. Pada 29 September 1998, Kejaksaan Agung membentuk tim investigasi dan klarifikasi kekayaan Soeharto, yang diketuai jaksa Antonius Sujata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pada 29 Oktober 1998, tim yang diketuai Antonius Sujata itu mengunjungi perkebunan milik Soeharto di Tapos, Bogor.&lt;br /&gt;5. Pada 2 Desember 1998, Presiden saat itu, BJ Habibie, mengeluarkan Keppres 30/1998 tentang cara penyidikan kekayaan Soeharto.&lt;br /&gt;6. Pada 5 Desember 1998, Jaksa Agung mengeluarkan surat panggilan untuk Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pada 9 Desember 1998, tim dari Kejaksaan Agung memeriksa Soeharto terkait dakwaan korupsi.&lt;br /&gt;8. Pada 30 Mei 1999, Jaksa Agung saat itu, Andi Ghalib, dan Menteri Hukum saat itu, Muladi, berangkat ke Swiss untuk mengusut dugaan Soeharto menyimpan uang US$ 9 miliar di Bank Swiss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pada 11 Juni 1999, Andi Ghalib dan Muladi mengeluarkan laporan pengusutannya, yang ternyata tidak menemukan adanya aset Soeharto di bank-bank Swiss dan Austria.&lt;br /&gt;10. Pada 11 Oktober 1999, Kejaksaan Agung mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Soeharto karena tidak ada bukti memadai.&lt;br /&gt;11. Pada 6 Desember 1999, Presiden saat itu, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, mengusut kembali kekayaan Soeharto dan menunjuk Jaksa Agungnya, Marzuki Darusman, memulai penyidikan lagi atas Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Pada 29 Desember 1999, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan menolak gugatan pra-peradilan yang meminta pengadilan membatalkan SP3 Soeharto.&lt;br /&gt;13. Pada 14 Februari 2000, Kejaksaan Agung mengeluarkan surat panggilan pemeriksaan Soeharto.&lt;br /&gt;14. Pada 16 Februari 2000, Jaksa Agung Marzuki Darusman membentuk tim kesehatan memeriksa Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Pada 31 Maret 2000, Soeharto diumumkan terlibat penyalahgunaan dana yayasan.&lt;br /&gt;16. Pada 3 April 2000, tim dari Kejaksaan Agung mendatangi kediaman Soeharto untuk memeriksa Soeharto.&lt;br /&gt;17. Pada 13 April 2000, Soeharto menjadi tahanan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Pada 29 Mei 2000, Soeharto menjadi tahanan rumah.&lt;br /&gt;19. Pada 7 Juli 2000, Jaksa Agung mengeluarkan perpanjangan tahanan rumah Soeharto.&lt;br /&gt;20. Pada 15 Juli 2000, Jaksa Agung menyita aset dan rekening beberapa yayasan.&lt;br /&gt;21. Pada 8 Agustus 2000, Jaksa Agung menyerahkan berkas kasus ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Pada 23 Agustus 2000, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menetapkan sidang Soeharto diadakan 31 Agustus 2000.&lt;br /&gt;23. Pada 31 Agustus 2000, Soeharto tidak menghadiri sidang. Dokternya menyatakan Soeharto sakit dan majelis hakim mengirimkan surat meminta dokter menjelaskan kesehatan Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Pada 23 September 2000, Soeharto masuk RS Pertamina dan hasil pemeriksaan dokter menunjukkan Soeharto memiliki masalah syaraf dan mental dan sulit berkomunikasi.&lt;br /&gt;25. Pada 29 September 2000, majelis hakim PN Jakarta Selatan menetapkan sidang tak diteruskan dan harus dihentikan.&lt;br /&gt;26. Pada 11 Mei 2006, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh melalui Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mengeluarkan SP3 Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Pada 5 Juni 2006, Gerakan Masyarakat Adili Soeharto (Gemas), Asosasi Penasihat Hukum dan HAM (APHI) dan Komite Tanpa Nama, mengajukan gugatan praperadilan atas Surat Keputusan Penghentian Penuntutan Perkara (SKP3) mantan Presiden Soeharto.&lt;br /&gt;28. Pada 12 Juni 2006, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membatalkan SKP3 Soeharto dan menyatakan tuntutan atas Soeharto harus dilanjutkan&lt;br /&gt;29. Pada 1 Agustus 2006, Pengadilan Tinggi Jakarta menyatakan SKP3 Soeharto sah menurut hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Pada 9 Agustus 2007, sidang perdata kasus Soeharto digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kejagung melakukan gugatan perdata terhadap Soeharto dan Yayasan Supersemar atas perbuatan melawan hukum. Kejagung menuntut ganti rugi materiil sebesar 420 juta US$ dan Rp 185 miliar serta immateriil sebesar Rp 10 triliun.&lt;br /&gt;31. Pada 30 Agustus 2007, majelis hakim kasasi Mahkamah Agung memenangkan gugatan Soeharto terhadap majalah Time Asia. &lt;/span&gt;Time diharuskan membayar ganti rugi Rp 1 triliun dan meminta maaf kepada publik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;(Lampiran wawancara soal Soeharto) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;Mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;Soeharto Meninggal, Pidananya Gugur, Perdata Tetap Jalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Abdul Rahman Saleh mengeluarkan Surat Ketetapan Perintah Penghentian Penuntutan (SKP3) untuk kasus pidana mantan Presiden Soeharto. Langkah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pria kelahiran pekalongan 1 april 1941 &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kontan banyak menuai kritik pedas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang menilai SKP3 merupakan bentuk tekanan dari Presiden SBY. Namun dengan tegas Abdul Rahman Saleh menjawab semua pernyataan miring mengenai kebijakan yang diambil saat menjabat sebagai jaksa agung. . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ditemui di rumahnya yang berpagar coklat di bilangan Pejaten - Jakarta Selatan, Abdul Rahman Saleh , dengan berpakaian santai usai salat maghrib menjelaskan duduk perkara kasus Soeharto yang sebenarnya. Berikut petikan hasil wawancara reporter &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt;, Ronald Tanamas dengan Antasari Azhar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana anda melihat perkembangan kasus Soeharto sekarang ini terkait kondisi kritisnya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat banyak orang asal bicara dan tidak mengetahui duduk perkara dari kasus Soeharto  sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seperti apa anda menilai kasus Soeharto pada saat anda menjadi Jaksa Agung?&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada saat saya masuk ke kejaksaan agung kasus Soeharto memang sudah ruwet ya. Karena setelah saya cek di file-file kasus Soeharto sudah disidangkan pada tahun 2000. Tapi ternyata setiap kasus ini dibawa ke pengadilan itu selalu dikembalikan. Dengan alasan orang ini sakit. Ada surat keterangan dari dokter yang menjelaskan sakit Soeharto. Jika di bahasa Inggris kan namanya &lt;i&gt;home sick distance trail&lt;/i&gt; itu. Di perkirakan&lt;br /&gt;dalam beberapa tahun itu sudah 3 kali minimal kasus ini dikembalikan dari pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya sebagai jaksa agung harus bersikap karena sudah berlarut-larut kan ditambah ada dukungan dari mahkamah agung yang mengatakan, kalau selama dia sakit, itu tidak bisa diadili. Jadi memerintahkan kepada jaksa agung untuk melaksanakan pemeriksaan setelah sembuh dulu.Tapi karena ada surat dari tim dokter independen yang 4 orang itu, dengan didukung teknologi yang modern sampai saat ini mengatakan kalau penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Karena nama penyakit Soeharto adalah kerusakan otak yang permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi karena bolak-balik terus saya harus bersikap dong sekaligus memenuhi standar hak asasi universal (berlaku untuk siapapun).Saya berprinsip kalau orang sakit itu tidak bisa dibawa ke  sidang pengadilan. Di situ pula saya tidak mengerti orang selalu bilang in absentia, lama-lama orang mati pun dibilang ini absentia kan? Dokter yang menangani ini ada berpuluh-puluh, ditambah semua profesor yang ada di negara ini mengatakan dia sakit. Dia hanya memahami perintah-perintah yang sederhana dengan dakwaannya 60&lt;br /&gt;halaman lebih yang minimal 1 saksi dan 1 pasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lantas apa yang anda lakukan setelah mengetahui ?&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya mengambil langkah SKP3 ( Surat Ketetapan Perintah Penghentian Penuntutan ).&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alasan anda mengeluarkan SKP3 ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kasus ini selalu dikembalikan oleh pengadilan. Bahkan saya dengar terakhir oleh pengadilan Jakarta Selatan berkasnya disuruh di bawa. Kok malah sebagian orang mengatakan ini surat perintah penghentian penyidikan (SP3), ya salah. Kenapa salah ? Karena perkaranya sudah pernah disidangkan, namun Pak Harto tidak pernah hadirkan. Jadi sudah lewat masa penyidikan. Masalahnya tidak bisa dilanjutkan sidangnya karena berita perkaranya tidak bisa di bacakan. Kenapa tidak bisa dibacakan karena orangnya tidak ada, sedang sakit. Jadi saya perintahkan kepada kejaksaan Jakarta Selatan untuk mengeluarkan SKP3 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam KUHAP SKP3 ini nanti bisa dibuka lagi, kalau orangnya sembuh. Setelah saya keluarkan itu ternyata dimakan oleh LSM dibilanglah macam-macam sehingga muncul pra peradilan. Pra peradilan itu dikabulkan dan di anggap tidak sah. Kemudian saya banding ke Pengadilan Tinggi. Pengadilan Tinggi membatalkan keputusan dari pengadilan Jakarta Selatan dan menyatakan sah. Maksudnya adalah Soeharto tidak mungkin untuk disidangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lantas bagaimana jika Soeharto meninggal ?&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gugur perkara pidananya dan ini sudah menjadi ketetapan hukum yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kabarnya anda mengeluarkan SKP3 karena ada tekanan dari SBY ?&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Omong kosong semuanya. Karena esoknya Pak SBY  melihat respon masyarakat yang begitu luas saat berpidato dan sebagai penaggung jawab politik tertinggi minta untuk di endapkan. Tapi yang saya maksudnya tidak putus, nyambung perkaranya. Karena perkara adalah wewenang pengadilan dan Pak SBY patuh pada pengadilan.&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seharusnya seperti apa sikap jajaran dari pemerintah dan lapisan masyarakat lainnya terhadap kasus hukum Soeharto ini ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semua harus patuh hukum. Kasus ini bisa dibuka kembali jika ada keterangan dari tim dokter yang mengatakan Soeharto sembuh. Sekarang kenyataannya apa bisa sembuh? Malah makin bertambah parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Banyak orang yang mengeritik anda di dalam mengambil sebuah kebijakan,&lt;br /&gt;apakah anda merasakannya ?&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Saya akan bersifat fair dan profesional jika ada yang tidak suka dengan saya di dalam mengeluarkan SKP3 , silahkan ambil langkah hukum . Sudah diambil kan, yang menentukan pengadilan sehingga keluar praperadilan yang akhirnya diputuskan oleh pengadilan tinggi. &lt;/span&gt;Sekarang orang banyak ribut untuk cabut, apa yang musti dicabut? &lt;span style="" lang="SV"&gt;Kan pengadilan sudah bilang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana pendapat anda mengenai komentar Hendarman Soepandi yang menawarkan &lt;i&gt;win-win solution&lt;/i&gt; untuk kasus perdata Soeharto ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Hedarman jaksa agung sekarang bisa apa. Ini kasus perkara perdata. Setiap perkara itu ada 2 aspek pidana dan perdata. Jadi setelah saya mengeluarkan SKP3 saya juga langsung proses perdatanya karena saya sudah dapat surat kuasa dari pak SBY. Namun karena belum sempat saya bawa ke pengadilan dan kebetulan ada pergantian jaksa agung maka dia langsung membawa kasus perdatanya ke pengadilan melalui surat kuasa dari SBY untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalau Soeharto meninggal kasus pidananya gugur, bagaimana dengan perdatanya ?&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perdatanya tetap jalan terkecuali ada perdamaian untuk mencabut perkaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya Tap Mpr no 11 tahun 1998 yang diributkan dicabut sebenarnya tidak berfungsi untuk kasus ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, kalau kroninya mau diusut silahkan saja. Tapi tidak untuk kasus Soeharto karena sudah disahkan oleh Pengadilan Tinggi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;Ketua KPK Antasari Azhar: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="judulberita"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;Saya Keberatan Dikatakan Tak Serius Soal Soeharto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Serangkaian kontroversi mengiringi pengangkatan Antasari Azhar sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diragukan komitmennya dalam penegakan pemberantasan korupsi. Sejumlah isu tidak sedap mencuat terkait jabatan sebelumnya sebagai jaksa penyidik di Kejaksaan Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai jaksa, Antasari memang menangani kasus-kasus kelas kakap. Sebut saja kasus korupsi Soeharto dan putranya, Hutomo Mandala Putra. Nah saat Antasari menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan, Tommy melarikan diri. Saat itu Tommy akan dieksekusi terkait putusan 18 bulan pejara korupsi dalam kasus tukar guling Bulog-PT Goro Batara Sakti (GBS). Maka isu pun beredar, Antasari telah membantu pelarian Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini pria kelahiran Pangkal Pinang, Bangka, 18 Maret 1953  telah menjadi Ketua KPK. Banyak kalangan tetap meragukan komitmennya. Bahkan sejumlah pihak menilai, Antasari dipilih menjadi Ketua KPK karena membawa pesan sponsor partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Antasari menghadapi isu-isu tersebut? Gebrakan apa yang akan diambil Antasari sebagai Ketua KPK? Lalu bagaimana sikapnya terhadap kasus Soeharto? Berikut wawancara reporter &lt;b&gt;detikcom&lt;/b&gt;, Ronald Tanamas dengan Antasari Azhar di lantai 3 Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kenapa saat ini (Januari 2008) anda sangat sulit sekali memberikan statement kepada wartawan ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya sulit tapi memang saya sengaja, karena sekarang saya tidak mau banyak berkata-kata daripada bertindak. Anda mengerti maksud saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setelah menjadi ketua KPK yang baru, tanggung jawab seperti apa yang ingin anda tunjukkan untuk diri anda dan publik ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin semuanya berjalan apa adanya tidak ada rekayasa. Dan saya akan fungsikan lembaga ini sesuai dengan porsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah KPK akan transparan di dalam membongkar korupsi ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPK akan melakukan hal tersebut. Kalau seandainya ada yang tidak transparan silakan lapor ke saya langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dengan kendala yang ada di dalam KPK sendiri ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang berarti. Saat ini untuk prosedurnya masih mengikuti aturan yang lama. Dan pemimpin KPK saat ini bukan hanya saya saja tapi ada 4 orang lainnya yang juga bisa diminta keterangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saat ini perkara apa saja yang dalam waktu dekat menjadi prioritas KPK?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perkara yang sedang bergulir dan  akan digulirkan nantinya. Tapi maaf saya tidak bisa memberikan keterangan kepada media perkara apa saja yang dalam waktu dekat akan digulirkan.Karena ini merupakan prosedur dari KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Untuk kasus Soeharto yang belum tuntas sampai saat ini, bagaimana anda menilainya ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Soeharto sudah ditangani Kejaksaan Agung. Sedangkan KPK berdiri setelah Soeharto lengser dan bertujuan menangani kasus korupsi yang sedang bergulir. Anda mengerti maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anda juga dianggap tidak serius menangani kasus korupsi Soeharto?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya keberatan dikatakan tidak serius. Yang tidak selesai itu di penuntutannya, di mana Pak Harto tidak hadir di sidang karena sakit. Waktu itu saya di Kejaksaan Agung sebagai penyidik, dan penyidikannya selesai. Saya memang memfasilitasi, membawa Soeharto ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lalu bagaimana dengan isu anda yang membantu pelarian dari putra kesayangan Soeharto sendiri ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya panggil jaksa penuntut. Saya bilang ini putusan, laksanakan. Sorenya kami ke Jalan Cendana (mencari Tommy ke rumah Soeharto). Untuk mengecek Tommy sudah menerima putusan pengadilan atau belum. Ternyata, Tommy tidak ada di tempat. Nah, muncullah kabar saya melarikan Tommy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lantas bagaimana tentang keraguan dari sebagian masyarakat terhadap kinerja kerja anda ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harus bicara apa jika ada yang beranggapan seperti itu terhadap saya. Saya hanya menyerahkan semuanya kepada Allah SWT untuk menjawab itu. Yang jelas saya akan bekerja secara maksimal dan membuktikan dengan tindakan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dengan isu anda sering menerima suap ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu juga tidak benar. Karena anggapan seperti inilah maka saya memutuskan untuk tidak banyak bicara di media. Saya hanya ingin tunjukkan lewat kerja saya saja saat ini. (ron)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-2766497351907152506?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/2766497351907152506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=2766497351907152506' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2766497351907152506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2766497351907152506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/01/soeharto-die-hard-2.html' title='Soeharto: Die Hard 2'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-2428361651768925117</id><published>2008-01-08T20:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T23:01:24.399-08:00</updated><title type='text'>Obama, SBY dan "Kita Bisa"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R4RLID-E9MI/AAAAAAAAAAw/EuIaI6GOvQ4/s1600-h/obama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R4RLID-E9MI/AAAAAAAAAAw/EuIaI6GOvQ4/s320/obama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153326475495404738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Barrack Obama memikat publik Amerika Serikat dengan slogannya "Yes, We Can!". Ia mempesona Iowa dan merebut hati publik New Hampshire. Hillary Clinton, yang dalam polling sebelumnya selalu difavoritkan, secara mengejutkan dibuat tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jargon Hillary kalah selangkah dibanding Obama. Mantan first lady AS ini mengobral janji "siap" dengan slogan "Ready For Change, Ready To Lead". Sementara Obama meski belum berpengalaman, sudah memberi kepastian dengan "Yes, We Can".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kebetulan, slogan Obama mirip dengan jargon yang pernah diusung SBY.  Pada Pemilu 2004 lalu, publik negeri ini terbius dengan slogan "Bersama Kita Bisa". Berkat jargon itu pula, SBY-JK sukses menggenggam tampuk kepemimpinan negeri ini. Tapi bedanya, sekarang, "Yes We Can" Obama menerbitkan optimisme bagi publik AS. Sementara "Bersama Kita Bisa" menimbulkan sinisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinisme muncul seiring sikap SBY yang berjanji akan bersikap tegas, tapi tidak kunjung membuktikan "kebisaan"-nya untuk tegas. Contoh mutakhir adalah kasus Soeharto. Alih-alih bertindak tegas dengan memutus status Soeharto. SBY justru tampil seolah-olah menjadi "juru bicara" pria terkorup sedunia versi Bank Dunia itu. SBY, yang seorang presiden, menggelar jumpa pers, hanya untuk meminta rakyat agar mendoakan Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun telah berganti. Bencana dan masalah datang silih berganti. Pemilu 2009 sudah dekat. Ini  SBY kok hanya mengajak untuk berdoa. Apa jargon SBY sudah diubah jadi "Bersama Kita (Hanya) Bisa (Berdoa)"? Kalau benar demikian, sungguh keterlaluan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-2428361651768925117?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/2428361651768925117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=2428361651768925117' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2428361651768925117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2428361651768925117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/01/obama-sby-dan-kita-bisa.html' title='Obama, SBY dan &quot;Kita Bisa&quot;'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R4RLID-E9MI/AAAAAAAAAAw/EuIaI6GOvQ4/s72-c/obama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-1109489313615365058</id><published>2008-01-08T00:07:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T00:17:28.162-08:00</updated><title type='text'>Sound of Silence</title><content type='html'>Hello darkness, my old friend,&lt;br /&gt;Ive come to talk with you again,&lt;br /&gt;Because a vision softly creeping,&lt;br /&gt;Left its seeds while I was sleeping,&lt;br /&gt;And the vision that was planted in my brain&lt;br /&gt;Still remains&lt;br /&gt;Within the sound of silence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In restless dreams I walked alone&lt;br /&gt;Narrow streets of cobblestone,&lt;br /&gt;neath the halo of a street lamp,&lt;br /&gt;I turned my collar to the cold and damp&lt;br /&gt;When my eyes were stabbed by the flash of&lt;br /&gt;A neon light&lt;br /&gt;That split the night&lt;br /&gt;And touched the sound of silence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And in the naked light I saw&lt;br /&gt;Ten thousand people, maybe more.&lt;br /&gt;People talking without speaking,&lt;br /&gt;People hearing without listening,&lt;br /&gt;People writing songs that voices never share&lt;br /&gt;And no one dared&lt;br /&gt;Disturb the sound of silence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fools said i,you do not know&lt;br /&gt;Silence like a cancer grows.&lt;br /&gt;Hear my words that I might teach you,&lt;br /&gt;Take my arms that I might reach you.&lt;br /&gt;But my words like silent raindrops fell,&lt;br /&gt;And echoed&lt;br /&gt;In the wells of silence&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the people bowed and prayed&lt;br /&gt;To the neon God they made.&lt;br /&gt;And the sign flashed out its warning,&lt;br /&gt;In the words that it was forming.&lt;br /&gt;And the signs said, the words of the prophets&lt;br /&gt;Are written on the subway walls&lt;br /&gt;And tenement halls.&lt;br /&gt;And whisperd in the sounds of silence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* This is my favourite song from Simon and Grafunkel&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;a target="_blank" href="http://offers.thumbplay.com/offers/1059/artisttitle?iframe=true&amp;amp;thpartist=Simon+And+Garfunkel" style="color: black; text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(203, 76, 130); text-decoration: underline; display: inline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;My favourite  lyrics is: "People talking without speaking,&lt;br /&gt;People hearing without listening,"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-1109489313615365058?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/1109489313615365058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=1109489313615365058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1109489313615365058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1109489313615365058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/01/sound-of-silence.html' title='Sound of Silence'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-1474079649878275698</id><published>2008-01-03T22:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T23:01:24.566-08:00</updated><title type='text'>Hatta and Arwen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R33YPT-E9LI/AAAAAAAAAAo/j6BVbCpFl_g/s1600-h/anak-3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R33YPT-E9LI/AAAAAAAAAAo/j6BVbCpFl_g/s320/anak-3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151511306351998130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;They are my happiness. The boy is Mohammad Hatta (5) and the baby is Arwen Arundhati (1). They are my children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta was born at 26th March 2002. My husband adores vice president Mohammad Hatta, so he named our son with his name. He hopes my son will be has good person, clever, and brave like Mohammad Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arwen was born at 8th January 2007. I like Lord of The Ring, and Princess Arwen is my favorite. That's reason why I choose Arwen for named my daughter. And Arundhati is from my favorite writer, Arundhati Roy, with her famous book, "God of The Small Thing".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-1474079649878275698?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/1474079649878275698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=1474079649878275698' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1474079649878275698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1474079649878275698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2008/01/hatta-and-arwen.html' title='Hatta and Arwen'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/R33YPT-E9LI/AAAAAAAAAAo/j6BVbCpFl_g/s72-c/anak-3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-1092307745895449346</id><published>2007-11-22T22:58:00.000-08:00</published><updated>2007-11-22T23:02:31.768-08:00</updated><title type='text'>Mary Parker Follet, siapa sih?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Mary Parker Follett mengatakan, manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Siapa sih perempuan ini? Bener dia perempuan?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si Mary (1868–1933)  ini adalah seorang pekerja sosial untuk Amerika Serikat, konsultan dan pengarang berbagi buku dalam bidang demokrasi, hubungan antar manusia dan manajemen. Wuihh!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mary bekerja sebagai seorang ahli teori manajemen dan politik, yang kemudian dikenal memperkenalkan berbagai istilah sepoerti "pemecahan konflik," "authority and power," dan "tanggung jawab kepemimpinan."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Follett lahir dan besar dalam sebuah keluarga Quaker di Massachusetts. Pada tahun 1898 ia lulus dari Radcliffe College. Selama tiga puluh tahunn berikutnya, ia menerbitkan berbagai buku, termasuk: The Speaker of the House of Representatives (1896) The New State (1918) Creative Experience (1924) Dynamic Administration (1941) (berisi koleksi pidato dan artikel)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Follett berpendapat bahwa fungsi organisasi dalam masalah kekuasaan adalah "dengan" dan bukan "atas." Ia menyadari sepenuhnya kondisi holistik komunitas ide yang maju atas "hubungan timbal balik" dalam suatu pemahaman atas berbagai aspek dinamis dari suatu individu dalam hubungannya dengan orang lain. Follett membela pendapat yang mengandung prisip integrasi, "pembagian kekuasaan." berbagai pendapatnya atas negosiasi, kekuasaan, dan partisipasi karyawan sangat berpengaruh dlam perlembangan pembelajaran organisasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia adalah perintis community center.&lt;/p&gt;Lagi2 dari Wikipedia&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-1092307745895449346?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/1092307745895449346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=1092307745895449346' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1092307745895449346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1092307745895449346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/11/mary-parker-follet-siapa-sih.html' title='Mary Parker Follet, siapa sih?'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-501952846346641625</id><published>2007-11-22T22:15:00.000-08:00</published><updated>2007-11-22T22:51:51.203-08:00</updated><title type='text'>Apa sih Manajemen itu?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Apa sih manajemen itu?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Manajemen&lt;/b&gt; berasal dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Prancis" title="Bahasa Prancis"&gt;bahasa Prancis&lt;/a&gt; kuno &lt;i&gt;ménagement&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.  &lt;/span&gt;Artinya &lt;i&gt;seni melaksanakan dan mengatur&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi sampai sekarang apa itu manajemen belum ada definis yang mapan dan diterima secara universal. Artinya sampai sekarang ini definisi manajemen banyak, tergantung ahli mana yang dijadikan rujukan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mary_Parker_Follet" title="Mary Parker Follet"&gt;Mary Parker Follet&lt;/a&gt;, (ahli teori manajemen dan politik AS) misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (&lt;i&gt;goals&lt;/i&gt;) secara efektif dan efesien.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan. Sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal; dalam berbagai bidang seperti industri, pendidikan, kesehatan, bisnis, finansial dan sebagainya. Dengan kata lain efektif menyangkut tujuan dan efisien menyangkut cara dan lamanya suatu proses mencapai tujuan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu apa itu ilmu manajemen?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ilmu &lt;strong class="selflink"&gt;manajemen&lt;/strong&gt; merupakan suatu kumpulan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan" title="Pengetahuan"&gt;pengetahuan&lt;/a&gt; yang disistemisasi, dikumpulkan dan diterima kebenarannya. Hal ini dibuktikan dengan adanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah" title="Metode ilmiah"&gt;metode ilmiah&lt;/a&gt; yang dapat digunakan dalam setiap penyelesaian masalah dalam manajemen.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun selain itu, beberapa ahli seperti Follet menganggap manajemen adalah sebuah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seni" title="Seni"&gt;seni&lt;/a&gt;. Hal ini disebabkan oleh kepemimpinan memerlukan &lt;i&gt;kharisma&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;stabilitas emosi&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;kewibawaan&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;kejujuran&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;kemampuan menjalin hubungan antaramanusia&lt;/i&gt; yang semuanya itu banyak ditentukan oleh bakat seseorang dan sulit dipelajari.&lt;/p&gt;:ngutip dari Wikipedia&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-501952846346641625?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/501952846346641625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=501952846346641625' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/501952846346641625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/501952846346641625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/11/apa-sih-manajemen-itu.html' title='Apa sih Manajemen itu?'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-2912832712862049917</id><published>2007-11-20T23:53:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T23:58:54.930-08:00</updated><title type='text'>Ironi Medali Demokrasi</title><content type='html'>Ada satu berita yang membanggakan soal Indonesia yang menghiasi headline pemberitaan media massa hari ini. Ini bukan karena pelajar memenangkan olimpiade yang mengharumkan nama bangsa seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini penghargaan diberikan kepada Indonesia sebagai bangsa. Indonesia mendapatkan Democrazy Award (Medali Demokrasi) dari Asosiasi Internasional Konsultan Politik (IAPC). IAPC adalah organisasi profesi yang memperjuangkan demokrasi di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medali ini merupakan pengakuan terhadap prestasi Indonesia karena dinilai berhasil mengembangkan dan mempraktikkan demokrasi. Bukti prestasi ini adalah suksesnya Pemilu 2004 lalu yang mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Transisi kekuasaan yang lancar dan damai mencerminkan kesadaran rakyat Indonesia terhadap demokrasi cukup besar," kata Co Chairman Komite Konferensi Dunia IAPC ke-40, Robert Murdoch, seperti dikutip Republika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian medali demokrasi ini tentu membanggakan. Dalam soal demokrasi, Indonesia tentu layak berbesar hati bila dibandingkan dengan Malaysia. Di sini, warga bebas berdemonstrasi setiap hari. Sementara di Malaysia, pemerintah memasukkan demo sebagai pertemuan illegal yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri seberang itu, juga ada Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri (ISA) untuk menahan tanpa proses pengadilan atas seseorang yang dinilai mengancam keamanan negara. ISA juga digunakan untuk mengontrol pemberitaan media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di atas kelebihan atas Malaysia itu, jangan sampai membuat kita besar kepala apalagi sampai lupa diri. Pasalnya jika menengok kondisi di dalam negeri, Medali Demokrasi itu justru mempunyai ironinya tersendiri. Indonesia mendapatkan Mendali Demokrasi, tapi kondisi demokrasi di Indonesia ternyata masih memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pemberitaan yang memperlihatkan betapa belum demokrasinya bangsa ini. Misalnya masih banyak kelompok organisasi massa yang sering main hakim sendiri. Terakhir yang mencuat adalah pengerusakan yang dilakukan ormas agama terhadap kelompok yang dinilai sesat. Dan tentu kita tidak bisa lupa atas insiden Pasuruan berdarah, di mana TNI menembaki warga hingga 4 warga tak berdosa tewas gara-gara sengketa lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Medali Demokrasi itu sudah seharusnya dijadikan peringatan agar Indonesia terus menjaga dan meningkatkan demokrasi. Yang sangat penting, medali itu juga selayaknya menjadi catatan agar Pemilu 2009 nanti terselenggara dengan lebih demokratis dan lebih aman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-2912832712862049917?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/2912832712862049917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=2912832712862049917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2912832712862049917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2912832712862049917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/11/ironi-medali-demokrasi.html' title='Ironi Medali Demokrasi'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-5465408825635436168</id><published>2007-10-01T03:26:00.001-07:00</published><updated>2008-12-12T23:01:24.987-08:00</updated><title type='text'>di kantor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/RwDLtaNN6JI/AAAAAAAAAAM/IwQ2alPdBt8/s1600-h/iin+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/RwDLtaNN6JI/AAAAAAAAAAM/IwQ2alPdBt8/s320/iin+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116313157682194578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-5465408825635436168?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/5465408825635436168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=5465408825635436168' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5465408825635436168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5465408825635436168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/10/di-kantor.html' title='di kantor'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/RwDLtaNN6JI/AAAAAAAAAAM/IwQ2alPdBt8/s72-c/iin+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-6859971427879378816</id><published>2007-10-01T00:26:00.000-07:00</published><updated>2007-10-01T00:31:15.352-07:00</updated><title type='text'>Keberanian Bisa Menular</title><content type='html'>Kau benar Suu Kyi, keberanian bisa menular. Ia juga bisa menyentuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap keberanian untuk keadilan adalah cercah harapan--benda langka di zaman yang sinis. Seperti berkah yang hilang, seperti wahyu yang selalu tertunda.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:Myanmar, caping Goenawan Mohamad&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-6859971427879378816?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/6859971427879378816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=6859971427879378816' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/6859971427879378816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/6859971427879378816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/10/keberanian-bisa-menular.html' title='Keberanian Bisa Menular'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-8777947202444122127</id><published>2007-09-27T00:35:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T00:37:40.835-07:00</updated><title type='text'>Kaum Beragama Negeri Ini</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;Tuhan, lihatlah betapa kaum beragama negeri ini&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;mereka tak mau kalah dengan kaum beragama lain&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;di negeri-negeri lain,&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;demi mendapatkan ridha Mu&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;untuk berebut tempat terdekat di sisi Mu&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;mereka bahkan tega menyodok dan menikam&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;hamba-hamba Mu sendiri&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;demi memperoleh rahmat Mu&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;mereka memaafkan kesalahan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;dan mendiamkan kemungkaran&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;bahkan mendukung kelaliman&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;untuk membuktikan keluhuran budi mereka&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;terhadap setanpun mereka tak pernah berburuk sangka&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;: Puisi Mustofa Bisri&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(189, 255, 189);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(189, 255, 189);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-8777947202444122127?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/8777947202444122127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=8777947202444122127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/8777947202444122127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/8777947202444122127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/09/kaum-beragama-negeri-ini.html' title='Kaum Beragama Negeri Ini'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-1883821120048128288</id><published>2007-09-26T21:27:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T21:29:20.322-07:00</updated><title type='text'>Budaya Suap Masih Sangat Parah</title><content type='html'>Berita yang menghiasi &lt;i&gt;headline&lt;/i&gt; semua media massa Kamis, 27 September ini, sungguh ironis. Anggota Komisi Yudisial (KY) Irawady Joenoes ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KY).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan Irawady di KY bukanlah anggota biasa. Ia adalah Koordinator Bidang Pengawasan, Kehormatan, Keluhuran Martabat dan Perilaku Hakim. Irawady tertangkap basah saat menerima suap dari Freddy Santoso, Direktur PT Persada Sembada, yang memenangi tender pengadaan tanah untuk kantor KY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditangkap di rumah salah satu kerabat Irawady di Jalan Panglima Polim III, Kebayoran Baru, Jakarta,.penyidik KPK menemukan uang Rp 600 juta dalam tas dan US$ 30 ribu di saku Irawady. Menurut Wakil Ketua KPK Bagian Penindakan Tumpak Hatorangan, KPK telah mengintai hubungan Irawady dan Freddy sejak dua bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan Irawady ini menimbulkan ironi tersendiri. Pasalnya KY adalah lembaga yang mendapat mandat untuk mengawal reformasi peradilan. KY bertugas mengawasi dan memeriksa para hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat menaruh harapan banyak keberadaan KY bisa memberantas praktek mafia peradilan yang dilakukan para hakim. Apalagi KY sempat menunjukkan giginya dengan berani memeriksa para hakim agung. KY juga mengusulkan kocok ulang hakim agung yang berbuntut pada konflik dengan MA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Irawady ditangkap KPK dengan tuduhan suap, citra KY tentu akan menjadi buruk. Terlebih Irawady adalah Koordinator Bidang Pengawasan, Kehormatan, Keluhuran Martabat dan Perilaku Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan masyarakat bisa menurun gara-gara penangkapan tersebut. Bagaimana masyarakat bisa percaya KY bisa memberantas mafia peradilan bila Koordinator Bidang Pengawasan, Kehormatan, Keluhuran Martabat dan Perilaku Hakim KY sendiri menerima suap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sisi lain, penangkapan Irawady juga membuktikan dan kembali menyadarkan bahwa budaya korupsi termasuk suap sudah sangat parah di negeri ini. Klaim Presiden SBY bahwa upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintahannya telah membuahkan hasil dengan timbulnya budaya takut korupsi di kalangan masyarakat, ternyata salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penangkapan Irawady justru memperlihatkan sebaliknya. Bukannya ada budaya takut korupsi, sebaliknya korupsi dan suap justru merajalela. Suap tidak lagi hanya terjadi pada urusan-urusan remeh seperti untuk mempercepat pembuatan KTP atau SIM. Tapi sudah membudaya sampai level tertinggi yakni pengawasan para hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi seperti ini sudah sepatutnya disadari, tidak bisa membebankan tugas pemberantasan korupsi pada KPK semata. Tugas ini harus digarap secara bersama-sama dan menjadikannya sebagai gerakan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPK tentu saja harus terus bersikap berani dan tegas memburu para korutor. Para lembaga yang terbukti pejabatnya melakukan korupsi seperti KY harus bersikap tegas dengan memberikan sanksi paling berat kepada pejabatnya. Dan tentu saja komitmen pemerintah menjadi hal mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu yang sangat perlu dilakukan adalah menyadarkan masyarakat bahwa korupsi adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Masyarakat harus dibuat pada taraf sangat marah sehingga tidak ada lagi toleransi pada korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:detikportal, &lt;span class="tanggal"&gt;27/09/2007 10:53&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-1883821120048128288?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/1883821120048128288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=1883821120048128288' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1883821120048128288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1883821120048128288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/09/budaya-suap-masih-sangat-parah.html' title='Budaya Suap Masih Sangat Parah'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-2083764683738722162</id><published>2007-09-26T00:05:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T00:09:53.510-07:00</updated><title type='text'>Apa Sih Yang Penting?</title><content type='html'>Kapan waktu terbaik untuk melakukan setiap hal? Siapa orang yang paling penting untuk diajak bekerjasama? Dan apa hal terpenting untuk dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo Tolstoy menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terbaik adalah sekarang. Orang yang paling penting adalah orang yang saat ini bersama anda. Hal terpenting untuk dilakukan adalah membuatnya bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;Buatlah orang di sekitar kita bahagia. Sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-2083764683738722162?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/2083764683738722162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=2083764683738722162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2083764683738722162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/2083764683738722162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/09/apa-sih-yang-penting.html' title='Apa Sih Yang Penting?'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-7060448852998515645</id><published>2007-09-21T00:12:00.001-07:00</published><updated>2007-09-21T00:14:20.320-07:00</updated><title type='text'>Soeharto: Sindrom Capek Deh!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kasus korupsi Soeharto kembali menjadi sorotan. Media &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; selama berhari-hari menjadikan mantan presiden ini sebagai berita utama. Berita diawali dengan pengumuman PBB dan Bank Dunia yang menobatkan pria tua ini sebagai pemimpin negara yang paling korup di dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam versi PBB dan Bank Dunia, Soeharto yang belum pernah berhasil diadili di negaranya adalah orang yang paling banyak mencuri aset negara. Selama 32 tahun berkuasa, 1965-1997, ia telah menggondol aset negara sebesar US$ 15-35 miliar atau Rp 140-330 triliun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Uang negara yang dicolong Soeharto jauh-jauh melebihi 9 kepala negara lainnya yang juga masuk dalam daftar pencuri aset negara yang dilansir PBB dan Bank Dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bandingkan dengan Ferdinan Marcos, mantan Presiden Filipina, yang berada di urutan kedua. Marcos &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dituding PBB mencuri aset negara US$ 5-10 miliar. Itu berarti hanya sekitar sepertiganya dari uang yang dituduhkan dicolong Soeharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sementara Mobutu Sese Seko (&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Zaire&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;) di nomor tiga, mengkorupsi US$ 5 miliar. Posisi selanjutnya, Sani Abacha (&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Nigeria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;) US$ 2-5 miliar. Slobodan Milosevic (Serbia/Yugoslavia) US$ 1 miliar. Jean Claude Duvalier (&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Haiti&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;) US$ 300-800 juta. Alberto Fujimori (&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Peru&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;) US$ 600 juta. Pavio Lazarenko (Ukraina) US$ 114-200 juta. Arnold Aleman (Nikaragua) US$ 100 juta. Dan posisi 10 Joseph Estrada (Filipina) US$ 70-80 juta saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pencantuman nama Soeharto sebagai presiden terkorup bisa jadi tidak lagi mengejutkan. Sudah lama warga negara ini sangat-sangat tahu, penguasa Orde Baru itu didakwa melakukan korupsi. Jumlah yang dikorupsi juga disadari sangatlah besar. (Bagaimana tidak besar, wong dia menjadi presiden selama 32 tahun dan bersikap diktator. Tidak ada satu pun waktu itu yang berani menentang Soeharto sampai ia dijatuhkan pada 1998).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun tindakan PBB menjadikan Soeharto buron nomor wahid dan membentuk prakarsa antikorupsi lewat Stolen Asset Recovery Innisiative (StAR) menerbitkan sebuah harapan, bahwa pada suatu hari nanti, kasus korupsi Soeharto akan bisa dibuktikan. Dengan demikian, Soeharto, keluarga dan kroninya bisa mendapatkan hukuman setimpal. Alias keadilan hukum berhasil ditegakkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Harapan itu tentu saja tidak berlebihan. Apalagi bila berkaca pada keberhasilan negara lain. Negara tetangga, Filipina, telah sukses menghukum mantan presidennya yang terbukti korup. Estrada diganjar hukuman seumur hidup oleh pengadilan Filipina. Padahal ia hanya berada di posisi 10 dalam list PBB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kemudian &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Nigeria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; juga berhasil membawa pulang uang yang dikorupsi mantan Presiden Abacha (almarhum) US$ 3 miliar dari total US$ 6 miliar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau Filipina dan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Nigeria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; saja bisa berhasil, mengapa kita tidak? Begitu &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; logika gampangnya. Namun baru saja harapan itu muncul, kekecewaan pun harus ditelan. Pasalnya, belum apa-apa, sejumlah lembaga yang kompeten kurang menyambut baik informasi PBB. Jaksa Agung Hendarman Supandji kurang tertarik dengan data tersebut. Tim Pemburu Koruptor menyatakan data PBB itu sumir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lagi-lagi kita seperti dihadapkan pada tembok. Kembali disadarkan pada kenyataan betapa sulitnya mengadili Soeharto. Telah 9 tahun sejak ia jatuh, ia tidak berhasil disentuh. Meski sering terlihat ‘baik-baik’ saja dan mampu meberikan kuasa pada pengacaranya, Soeharto tidak bisa diseret ke pengadilan. Koor kerusakan otak permanen selalu terdengar bila si kakek itu akan diadili.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rakyat pun akhirnya mahfum, bosan dan sudah seperti tahu sama tahu, mengadili Soeharto hanya akan memunculkan sindrom capek deh. Berharap terlalu banyak namun ujungnya itu-itu saja. Gagal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Padahal kalau mau obyektif, mengadili dan mengambil kembali uang yang dikorupsi Soeharto bukanlah hal sulit. Kasus Soeharto sebenarnya mirip dengan Abacha. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Kita punya masalah sama: kita cenderung memberi hormat kepada orang yang justru tidak layak dihormati. Kamu melecehkan diri mu, kamu melecehkan kebijakanmu!” kata Mallam Nuhu Ribadu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ribadu yang adalah Ketua Eksekutif Economic and Financial Crimes Commission (EFCC), yang berhasil membawa pulang harta jarahan para koruptor asal &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Nigeria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; senilai miliaran dolar Amerika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menurut Ribadu, masalahnya hanya soal kemauan politik dan butuh orang yang berani. Dan dua hal inilah tampaknya tidak dimiliki &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Presiden SBY memang memberikan tanda positif. Ia katanya akan bertemu dengan Presiden Bank Dunia Robert B Zoellick di &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;New   York&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; untuk minta penjelasan soal aset yang dicuri Soeharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun belum lama ini SBY dan Ibu Ani tampak sangat ramah dengan cucu Soeharto. Kepada &lt;span class="konten"&gt;Wiratama Hadi Prananto, putra tunggal pasangan Siti Hutami Adiningsih dan Pratikno Singgih yang terpilih menjadi anggota Paskibraka untuk upacara 17 Agustus lalu, SBY mengirimkan salam untuk Soeharto. Ingat, salam biasanya dikirimkan kepada orang dekat, orang yang disukai atau orang yang dihormati. Bukan rahasia lagi kalau SBY pernah menjadi ajudan Soeharto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="konten"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="konten"&gt;Dengan latar belakang seperti itu, kemauan politik dan keberanian SBY pun wajar-wajar saja jika diragukan. Apalagi bila setelah bertemu dengan Presiden Bank Dunia tidak ada perkembangan signifikan. Hal itu akan semakin menguatkan &lt;/span&gt;kasus Soeharto memang sengaja dipersulit, diperumit dan disusah-susahkan. Tujuannya jelas, agar kasus berlarut-larut dan tidak selesai-selesai. Capek deh!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-7060448852998515645?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/7060448852998515645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=7060448852998515645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/7060448852998515645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/7060448852998515645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/09/soeharto-sindrom-capek-deh-kasus.html' title='Soeharto: Sindrom Capek Deh!'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-3742519695677659293</id><published>2007-09-14T00:23:00.000-07:00</published><updated>2007-09-14T01:19:09.398-07:00</updated><title type='text'>Antara Kematian dan Cinta</title><content type='html'>Kematian dan cinta, bisa jadi, sungguh begitu dekat. Penyair Sapardi Djoko Darmono menggabungkan dua hal itu dalam puisi-nya "Pada Suatu Hari Nanti".  Dalam puisi itu, penyair menyadari kematian pasti akan datang dan tidak bisa terelakkan, tapi tidak diketahui kapan pastinya, hanya disebut "pada suatu hari nanti" .  Sementara di sisi lain, ia telah jatuh cinta, dan tidak rela bila kematian itu menghilangkan sang cinta. Puisi itu seperti menggambarkan perangkap antara kematian dan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain puisi sapardi, ada sebuah lagu yang juga berkisah tentang kematian dan cinta. "Gloomy Sunday". Lagu itu berkisah tentang seseorang yang memiliki beban yang berat sehingga sangat ingin mengakiri hidupnya yang disebutnya tidak berarti, My heart and i Have decided to end it all.  Kematian, bukanlah mimpi. Dalam kematian, ia akan mencumbu sang kekasih dengan nafasnya yang terakhir, dan ia akan memberkati sang kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Death is no dream&lt;br /&gt;For in death Im caressin you&lt;br /&gt;With the last breath of my soul&lt;br /&gt;Ill be blessin you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut puisi Pada Suatu Hari Nanti, Sapardi Djoko Darmono:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="itemtext"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;pada suatu hari nanti&lt;br /&gt;jasadku tak akan ada lagi&lt;br /&gt;tapi dalam bait-bait sajak ini&lt;br /&gt;kau tak akan kurelakan sendiri&lt;/p&gt;pada suatu hari nanti&lt;br /&gt;suaraku tak terdengar lagi&lt;br /&gt;tapi di antara larik-larik sajak ini&lt;br /&gt;kau akan tetap kusiasati &lt;p&gt;pada suatu hari nanti&lt;br /&gt;impianku pun tak dikenal lagi&lt;br /&gt;namun di sela-sela huruf sajak ini&lt;br /&gt;kau tak akan letih-letihnya kucari&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;           &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut lirik Gloomy Sunday (Billie Holiday)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunday is gloomy,&lt;br /&gt;My hours are slumberless&lt;br /&gt;Dearest the shadows&lt;br /&gt;I live with are numberless&lt;br /&gt;Little white flowers&lt;br /&gt;Will never awaken you&lt;br /&gt;Not where the black coaches&lt;br /&gt;Sorrow has taken you&lt;br /&gt;Angels have no thoughts&lt;br /&gt;Of ever returning you&lt;br /&gt;Wouldnt they be angry&lt;br /&gt;If I thought of joining you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gloomy sunday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gloomy is sunday,&lt;br /&gt;With shadows I spend it all&lt;br /&gt;My heart and i&lt;br /&gt;Have decided to end it all&lt;br /&gt;Soon therell be candles&lt;br /&gt;And prayers that are said I know&lt;br /&gt;But let them not weep&lt;br /&gt;Let them know that Im glad to go&lt;br /&gt;Death is no dream&lt;br /&gt;For in death Im caressin you&lt;br /&gt;With the last breath of my soul&lt;br /&gt;Ill be blessin you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gloomy sunday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dreaming, I was only dreaming&lt;br /&gt;I wake and I find you asleep&lt;br /&gt;In the deep of my heart here&lt;br /&gt;Darling I hope&lt;br /&gt;That my dream never haunted you&lt;br /&gt;My heart is tellin you&lt;br /&gt;How much I wanted you&lt;br /&gt;Gloomy sunday&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-3742519695677659293?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/3742519695677659293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=3742519695677659293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/3742519695677659293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/3742519695677659293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/09/gloomy-sunday.html' title='Antara Kematian dan Cinta'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-8647970805871921589</id><published>2007-09-13T01:14:00.000-07:00</published><updated>2007-09-13T01:18:21.616-07:00</updated><title type='text'>Puasa Itu Jalan Sunyi</title><content type='html'>Puasa itu jalan sunyi&lt;br /&gt;Tersedia makanan tapi tak dimakan&lt;br /&gt;Tersedia kursi tapi tak diduduki&lt;br /&gt;Tersedia tanah tapi tak dipagari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa itu jalan sunyi&lt;br /&gt;menggambar tapi tak terlihat&lt;br /&gt;bernyanyi tapi tak terdengar&lt;br /&gt;menangis tapi tak diperhatikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa itu jalan sunyi&lt;br /&gt;menjadi tanpa eksistensi&lt;br /&gt;pergi menuju kembali&lt;br /&gt;hadir tapi tak dikenali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengutip puisi Emha Ainun Najib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berpuasa!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-8647970805871921589?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/8647970805871921589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=8647970805871921589' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/8647970805871921589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/8647970805871921589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/09/puasa-itu-jalan-sunyi.html' title='Puasa Itu Jalan Sunyi'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-5405491343400049019</id><published>2007-09-12T23:43:00.000-07:00</published><updated>2007-09-13T02:22:14.793-07:00</updated><title type='text'>Gempa &amp; Kesadaran Melawan Lupa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Gempa berkekuatan 7,9 skala Richter mengguncang Provinsi Bengkulu, Rabu, 12 September pada pukul 18.10 WIB. Akibat gempa itu puluhan gedung baik rumah, kantor pemerintah dan Rumah Sakit rusak berat. Menurut Departemen Sosial, hingga Kamis, 13 September, jumlah korban tewas tercatat 6 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gempa yang terjadi pada Rabu sore itu, gempa susulan terus terjadi sambung menyambung. Hingga pukul 11.22 WIB, tercatat gempa yang menggoyang Pulau Sumatera berjumlah 31 kali. Jumlah itu terhitung selama 17 jam sejak gempa Bengkulu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kasubid Informasi Dini Gempa Bumi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Budi Waluyo, gempa-gempa dengan kekuatan cukup besar terjadi di Pulau Sumatera karena daerah Mentawai mengalami tegangan besar atau stress setelah gempa di Aceh dan Nias pada 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegangan itu terjadi akibat tumbukan lempeng di Indo-Australia dan Eurasia. Nah, akibat stress itu, terjadinya gempa, baik yang berpotensi tsunami ataupun tidak, hanyalah soal menunggu waktu. Apalagi Indonesia adalah daerah yang memang rawan gempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya kesadaran bahwa Indonesia adalah daerah rawan gempa ini belum banyak dipunyai oleh warga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Milan Kundera menyatakan, perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan manusia melawan lupa. Maka, bisa jadi soal gempa, bangsa ini adalah bangsa yang mudah lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kita masih ingat, gempa besar telah meluluhlantakkan Yogyakarta. Dan sebelumnya tsunami telah memporakporandakan Aceh. Namun ingatan itu hanya sebatas ingatan pada bencananya. Sementara untuk waspada akan datangnya kembali bencana, kita lupa. Begitu bencana berlalu, sering kita menganggap musibah pun hilang sudah. Kita abai bahwa bencana berpeluang besar untuk kembali datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja kita berapologi, kita telah melakukan antisipasi. Misalnya, pascatsunami, BMG memasang enam sirene pendeteksi peringatan dini tsunami (Tsunami Warning system/TWS) di Banda Aceh dan Aceh Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun harus diketahui sejak dipasang, sirene itu belum pernah diujicobakan. Hingga akhirnya pada bulan April lalu sirine itu tiba-tiba bunyi padahal tidak ada tsunami. Alat itu tiba-tiba bunyi karena kerusakan pada software dan hardware sistem sirene. Itu terjadi karena alat itu kurang dirawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain lupa merawat, karena kurangnya pengetahuan, warga pun suka ceroboh. Contohnya, salah satu instrumen TEWS, yakni Buoy hampir hilang karena kabelnya diputus nelayan setempat. Alat seharga Rp 4,4 miliar itu dianggap mengganggu nelayan dalam mencari ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah wajah bangsa kita. Sering kena bencana, tapi acapkali lalai untuk waspada.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;detikcom, 13 September 2007  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-5405491343400049019?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/5405491343400049019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=5405491343400049019' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5405491343400049019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/5405491343400049019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/09/gempa-kesadaran-melawan-lupa.html' title='Gempa &amp; Kesadaran Melawan Lupa'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-4276845758906494770</id><published>2007-09-12T23:41:00.000-07:00</published><updated>2007-09-12T23:43:31.777-07:00</updated><title type='text'>Orang Suci dan Epilepsi</title><content type='html'>Sekte itu bernama Opus Dei. Sebagian besar Katolik termasuk Vatikan mengutuk keras mereka. Tapi sekte dalam gereja Katolik itu bisa tumbuh bebas, bahkan bisa membangun kantor megah di tengah Kota New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah ataupun aparat setempat membiarkan saja kantor pusat Opus Dei yang menghabiskan dana 47 juta dolar. Padahal sekte yang makin mendunia berkat novel&lt;br /&gt;The Davinci Code karya Dan Brown itu dicurigai melakukan kegiatan cuci otak sampai penistaan jasmaniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, keyakinan dan kejahatan disamakan, sama-sama dibui. Begitulah gugatan Lia Eden setelah ditahan di Polda Metro Jaya. Di sini memang, penangkapan terhadap kelompok yang dianggap aneh hampir seperti menjadi tradisi, berulang dan terjadi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Lia, penangkapan dilakukan terhadap ustad Yusman Roy yang mengajarkan salat dua bahasa. Kini yang terbaru penangkapan terhadap Sumardi (60). Pria lulusan Fakultas Tarbiyah IAIN itu dianggap sesat karena masalah siulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siulan yang lazim dilakukan kaum laki-laki memang jadi berbeda di tangan Sumardi. Ia tidak bersiul untuk mengusir ketakutan saat lewat kuburan. Tidak pula bersiul untuk menggoda perempuan cantik yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengklaim mendapatkan wahyu, Sumardi mengajarkan siulan wajib diimbuhkan dalam salat. Kepada pengikutnya yang jumlahnya mencapai 60 orang, Sumardi mengajarkan pahala satu kali salat bersiul setara dengan ibadah 1.000 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah Sumardi cs yang dianggap &lt;i&gt;nyeleneh&lt;/i&gt; ditahan? Memang, polisi kini mempunyai alasan yang lebih diplomatis untuk memenjarakan kelompok yang difatwakan sesat. Alasan keren itu kini untuk melindungi sang penyebar ajaran sesat dan pengikutnya dari amukan massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi penangkapan itu tentu saja menyisakan pertanyaan. Apa perbuatan pidana yang mereka lakukan? Apakah keyakinan mereka yang berbeda bisa disamakan dengan&lt;br /&gt;kejahatan? Apakah mereka merugikan, misalnya keimanan warga lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memang bukan Amerika. Tapi harus diakui kemunculan seorang yang atau kelompok, yang memiliki pandangan aneh adalah sesuatu yang alamiah. Kelompok&lt;br /&gt;ini akan selalu muncul dalam sebuah komunitas. Jadi mengadili keyakinan seseorang atau keimanan, adalah sebuah hal sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi sebenarnya tidak pantas meributkan apakah orang-orang yang mengaku menerima wahyu itu telah menodai agama atau tidak. Polisi hanya berhak atau bahkan diwajibkan menangkap sang penyebar ajaran aneh, jika mereka mengajak orang melanggar hukum, membahayakan nyawa ataupun keselamatan seseorang. Tapi polisi jelas tidak memiliki urusan untuk menyelidiki kebenaran sebuah keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, orang-orang aneh seperti itu, sebenarnya lebih baik didekati, diajak dialog, atau diajak bertukar pikiran. Siapa tahu orang-orang yang mengaku suci itu sebenarnya hanya orang yang sakit. Karena penderita epilepsi temporer atau &lt;i&gt;epilepsy temporal lobe&lt;/i&gt;, menurut Donal B. Calne, adalah orang yang mengalami halusinasi penciuman, penglihatan dan pendengaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halusinasi menyebabkan penderita epilepsi temporer sering mendengar suara-suara yang tak didengar orang lain juga melihat penampakan-penampakan yang hanya dilihatnya sendiri. Dalam buku &lt;i&gt;Batas Nalar&lt;/i&gt;, Calne yang adalah profesor neurologi The University of British Colombia itu, menuliskan, seorang penderita epilepsi mengaku melihat pintu surga terbuka dan mendengar Tuhan bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh yang secara jujur mengaku menderita epilepsi temporer adalah Karen Amstrong. Dalam buku &lt;i&gt;Menerobos Kegelapan&lt;/i&gt;, penulis yang kesohor dengan buku &lt;i&gt;Sejarah Tuhan dan Muhammad&lt;/i&gt; itu diketahui menderita epilepsi pada usi 31.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Amstrong, tokoh terkenal yang digolongkan menderita epilepsi tersebut adalah Van Gogh dan Julius Caesar. Bahkan Santa Yoana atau yang dikenal dengan Joan d'Arch juga diduga pengindap penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Wolfe, dokter yang memeriksa Amstrong mengatakan, penderita epilepsi temporal lobe adalah orang yang religius. Nah siapa tahu penyakit epilepsi temporer itu juga menyerang para pengklaim penerima wahyu itu. Siapa tahu kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tulisan ini dimuat di detikcom 18 Januari 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-4276845758906494770?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/4276845758906494770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=4276845758906494770' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/4276845758906494770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/4276845758906494770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/09/orang-suci-dan-epilepsi.html' title='Orang Suci dan Epilepsi'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2156503840572880241.post-1441250119240160967</id><published>2007-09-10T23:35:00.000-07:00</published><updated>2007-09-11T02:37:21.628-07:00</updated><title type='text'>HL dan Lembur</title><content type='html'>Hari ini alamat aku harus lembur lagi. Sidang Isbat, Selasa (11/9/2007)  baru dimulai pukul 17.00 WIB. Itu artinya berita soal awal puasa baru akan ada malaman, sekitar pukul 18.00 WIB. So, aku harus menunggunya karena berita itu pasti akan jadi HL di media massa. Nggak lucu dong, kalau detik ketinggalan HL-nya? hehehhe. Begitulah risiko jadi penjaga gawang HL. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu berita calon HL bukan hal yang baru bagi aku sebenarnya. Sebelumnya aku juga  menunggu SBY akan konpres soal Raisyah Ali yang diculik, Kamis 23 Agustus. Begitu pula saat nunggu berita Putin bertemu SBY, Kamis 6 September.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capai juga sih! Tapi cukup senang bila berita yang aku tunggu2 dan kuprediksi akan jadi HL itu ternyata memang benar2 jadi HL media massa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2156503840572880241-1441250119240160967?l=iinyumiyanti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/feeds/1441250119240160967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2156503840572880241&amp;postID=1441250119240160967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1441250119240160967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2156503840572880241/posts/default/1441250119240160967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://iinyumiyanti.blogspot.com/2007/09/hl-dan-lembur.html' title='HL dan Lembur'/><author><name>Iin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05289753217743609366</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_A0qwUDZgt0w/S-19NP1E3QI/AAAAAAAAAEg/_NafrE-MHxI/S220/iinpohon1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
